Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia adalah organisasi pelopor dalam memperjuangkan kebebasan media di Indonesia. AJI didirikan pada tahun 1994 pada saat pemerintah dibawah Presiden Soeharto mengintervensi media dengan menutup majalah mingguan independen Tempo, Detik, dan Editor. Sejak saat itu AJI secara aktif mengkampanyekan kebebasan pers dan hak mengutarakan pendapat di Indonesia. AJI juga merupakan anggota dari Federasi Jurnalis Internasional (International Federation of Journalists – IFJ) di Brusels, International Freedom of Expression Exchange (IFEX) yang berbasis di Kanada, South East Asian Press Alliance (SEAPA) dan FORUM ASIA, jaringan perjuangan hak azasi manusia yang berbasis di Bangkok. Kini AJI merupakan perkumpulan dengan anggota lebih dari 1,800 jurnalis profesional dan cabang di 30 kota di Indonesia. AJI juga memberlakukan nilai-nilai ketat anti suap untuk wartawan yang menjadi anggotanya.
[...] masih sedikit. Memang lebih mudah mengeluh. Oleh karena itu, Ford Foundation dengan menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Wikimedia Indonesia, dan ICT Watch meluncurkan inisiatif Cipta Media Bersama. Apa itu? Cipta [...]
The blog owner requires users to be logged in to be able to vote for this post.
Alternatively, if you do not have an account yet you can create one here.
Powered by Vote It Up
Maju terus Aliansi Jurnalis Independent indonesia, mantapkan semangat juangmu dan teruslah bicara untuk kita…
Posted by Nelly Akbar | August 25, 2011, 6:08 pmHmm,, ALHAMDULILLAH yach pemIRsa, skaranng teknOlOgi smakkkin maju,, BUT jangan smpek disallah guNain lhOo………
dipake seNg waJar2 aee,………….. n mOga@ brmanFaat,,,,,,,, AMIN
Posted by Lenny Endra | September 13, 2011, 4:00 amSemangat terus maju…
Posted by beritakebumen | September 22, 2011, 9:26 amass mas kalo ada program dana hibah tolong beritahu saya ya karena saya ada ide ide segar dan kreatif sayang kalo tidak ada yang mendanai terima kasih sebelumnya mbak,,,
Posted by ASKAR MARLINDO | September 27, 2011, 10:49 amBos, kami punya media on-line namanya, LampungUtara.Info, pengelola Lsm LIMMA. pake akte lsm karna murah. jurnalis bagi kami hobi aja. jadi walau operasional pake kantong sendiri kami senang aja. tapi bos kalau bisa bantu kami, beri kami dana operasional aja bos. walau tulisan asli amatiran, tapi kami udah buat berita walau baru dikit. Cek aja bos di: LampungUtara.Info, bantu bos tolong ya. kebetulan saya jadi pimpinan redaksi tapi bukan karna pinter, karna lahir duluan. redaktur yang punya ide. aku dukung.
Posted by Suhartono | December 12, 2011, 5:33 pmKronologis (LampungUtara.Info), Redaktur saya yg punya ide, dia agak lumayan lah soal komputer. website buatan redaktur saya. kami patungan Buat akte Lsm Limma per orang 300 ribu. berita dinaikan oleh alat pribadi redaktur kebetulan usahanya rental percetakan, kamera punya redaktur sederhana seharga 400 ribu. aku cuman ada motor buat ngeliput. setelah ngeliput aku tulis baru kuketik baru dinaikan di lampura.info oleh redaktur. untuk naikan berita kami kerja ber-3. tolong ya bos beri kami dana oprasional.
Posted by suhartono | December 12, 2011, 5:52 pm