Heru Tjatur: Tim Rapotivi Perlu Memperhatikan Konsistensi Pasokan Konten dan Keberlanjutan Program



600px-Febuari_18_2015_KFMP_Soft_Launching_Aplikasi-350x350.jpg

Heru Tjatur selaku mentor menilai program Rapotivi berjalan sebagaimana rekomendasi pada pertemuan mentoring pertama, yaitu tidak berharap untuk bekerja-sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai institusi pengawal kualitas acara televisi. Secara umum hampir semua rencana aktivitas telah dilakukan, hanya beberapa rencana aktivitas literasi yang melibatkan mahasiswa dalam diskusi di kampus-kampus belum terlaksana.

Dari sisi penyediaan konten, tim Rapotivi secara kreatif telah menciptakan aktivitas dan bahan literasi media televisi melalui sayembara komik dan membuat kajian/pelaporan tentang penyiaran televisi berdasarkan data Rapotivi.

Heru Tjatur mengatakan, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program Rapotivi adalah menjaga konsistensi pasokan konten dalam format komik. Dengan dana dan sumber daya yang terbatas, mendapatkan komikus yang bersedia merelakan waktu dan tenaga secara ajeg (konsisten dan tepat waktu) menjadi tantangan tersendiri. Upaya untuk membuka ketersediaan sumber daya ini melalui sayembara adalah sebuah ide kreatif.

Selain itu, tantangan jangka pendek Rapotivi adalah melakukan perbaikan minor atau bug-fixing aplikasi yang saat ini digunakan. Tim Rapotivi harus melakukan dalam waktu dekat karena proses perkembangan sistem pada perangkat pengguna terus berkembang dan ini memaksa aplikasi Rapotivi menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.

Tantangan selanjutnya adalah keberlanjutan program dan aplikasi Rapotivi sebagai media partisipasi publik dalam memantau dan melaporkan kualitas tayangan program televisi. Untuk menjawab tantangan ini, Tim Remotivi sebagai pelaksana program perlu mengintegrasikannya ke dalam program dan rencana institusi, termasuk di dalamnya adalah meningkatkan partisipasi publik secara terbuka dan lebih banyak (baik yang berasal dari relawan mahasiswa yang telah bergabung maupun pelajar sekolah menengah atas, orangtua murid atau ibu-ibu rumah tangga).

Tags:

Hillun Vilayl Napis
21 Sep 2015


September 2015 | CC BY 4.0