Menumbuhkembangkan Tradisi dan Budaya Lokal pada Anak-anak melalui Media Tulisan

212

212 - Menumbuhkembangkan Tradisi dan Budaya Lokal pada Anak-anak melalui Media Tulisan


Nomor:
212

Inisiator:
Sanggar Menulis Evergreen Yayasan Pelangi

Organisasi:
Sanggar Menulis Evergreen Yayasan Pelangi

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jambi

Dana:
250 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari – Juni 2012 (6 bulan)

Deskripsi Proyek:
Sebuah proyek untuk menumbuhkembangkan kembali tradisi dan budaya masyarakat lokal di Indonesia yang sangat beragam. Mengingat proses pewarisan nilai-nilai ini biasanya berlangung secara perlahan-lahan serta dalam jangka waktu yang panjang, kegiatan kami fokuskan pada anak-anak yang nantinya diharapkan dapat menjadi tulang punggung pelestarian tradisi dan budaya local. Dalam hal ini kami akan memfasilitasi anak-anak untuk mendekatkan kembali dengan tradisi dan budaya di lingkungan masing-masing. Selanjutnya kami akan membimbing pengembangan kreativitas anak-anak, terutama dalam hal ketrampilan menulis dan menggambar. Melalui proses kreatif tersebut serta karya-karya yang dihasilkannya diharapkan anak-anak dapat lebih memahami, mengapresiasi, dan selanjutnya menyebarkan tradisi dan budaya tersebut untuk kalangan yang lebih luas

Masalah yang ingin diatasi:
Indonesia kaya akan berbagai tradisi dan budaya termasuk berbagai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, tetapi tradisi dan budaya tersebut saat ini semakin terpinggirkan akibat moderenisasi dan distrosi informasi yang terjadi. Di kalangan anak-anak, misalnya, film kartun seperti Doraemon, Dora, Ipin & Upin, dan sebagainya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Di sisi yang lain, anak-anak telah tercabut dari akar budayanya sendiri karena pada umumnya tidak lagi terkespos dengan tradisi dan budaya masing-masing. Misalnya, anak-anak lebih familier dengan berbagai jenis fast food seperti donut, fried chicken, dan burger daripada lemang, kue apam, dan jenis-jenis makanan tradisional lainnya. Padahal saat ini sebagian besar masyarakat di Jambi merasa malu dengan tradisi budaya tradisional yang mereka miliki dan lebih merasa bangga untuk mengadopsi nilai-nilai budaya yang berasal dari luar (barat). Pada akhirnya kondisi ini akan mengikis berbagai tradisi dan budaya local yang sebenarnya sudah mengakar dan menjadi bagian kehidupan masyarakat di daerah

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Untuk mengatasi masalah yang diuraikan di atas, kami berinisiatif untuk menumbuh-kembangkan kembali tradisi dan budaya local pada anak-anak dengan cara mengembangkan daya krreatif anak. Pada dasarnya inisiatif ini terdiri dari tiga komponen yaitu (i) mendekatkan kembali anak-anak pada budaya dan tradisi yang mereka miliki, (ii) mengembangkan daya kreatif kreatif anak antara lain dalam menulsi dan menggambar, serta (iii) mempublikasikan karya-karya kreatif mereka. Dengan cara demikian diharapkan anak-anak akan memiliki apresiasi yang baik mengenai tradisi dan budaya yang mereka miliki. Anak-anak yang memiliki kepedulian terhadap tradisi dan budaya daerah ini diharapkan dapat berkembang menjadi agen yang akan melestarikan dan mengembangkan tradisi dan budaya masing-masing. Berdasarkan pengalaman kami dalam membimbing anak-anak menulis, sebagian anak-anak di daerah sebenarnya juga memiliki bakat kemampuan yang tidak kalah dengan rekan-rekannya yang tinggal di kota-kota besar. Tetapi, karena kurangnya fasilitas dan pembinaan, bakat dan kemampuan yang dimiliki anak-anak tersebut tidak berkembang dan perlahan-lahan menghilang.<br /> <br /> Pihak yang diuntungkan adalah anak-anak usia sekolah dasar yang berada di kota jambi. Tetapi, karena keterbatasan sumberdaya yang ada, anak-anak yang dapat terliat secara langsung diperkirakan sebanyak 100 anak per tahun. Program ini juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat Jambi pada umumnya melalui pengenalan dan pelestarian tradisi budaya Jambi

Ukuran kesuksesan:
Berdasarkan jumlah anak-anak yang secara langsung berpartisipasi dalam kegiatan ini, jumlah hasil karya anak-anak yang dipublikasikan/dipentaskan, kandungan (tema) karya anak-anak yang menangkat tema-tema local Jambi, terbentuknya kader-kader penulis cilik Jambi, kolaborasi dengan para pihak yang terkait, dan kelangsungan kegiatan setelah berakhirnya masa hibah

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas