Digitalisasi Cerita Anak Melalui Partisipasi Komunitas Orang Tua dan Guru untuk Mendidik Anak Indonesia yang Berkarakter

215

215 - Digitalisasi Cerita Anak Melalui Partisipasi Komunitas Orang Tua dan Guru untuk Mendidik Anak Indonesia yang Berkarakter


Nomor:
215

Inisiator:
Indonesia Bercerita

Organisasi:
Indonesia Bercerita

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Puri Indah AP 12, Sidoarjo, Jawa Timur

Dana:
670 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari – Desember 2012

Deskripsi Proyek:
Proyek yang bertujuan menjadi pengingat untuk masyarakat tentang pentingnya bercerita baik dalam pengasuhan anak maupun pendidikan di sekolah. Upaya utamanya adalah pelibatan dan pendidikan komunitas dalam mendidik melalui cerita sehingga terbiasa untuk bercerita secara offline dan mendigitalkan cerita anaknya. Hasil akhirnya adalah podcast (mp3) cerita anak yang bisa diakses gratis oleh semua orang. Cerita anak ini akan dipandu oleh Pohon Karakter Anak Indonesia sehingga memudahkan pengguna dalam memilih cerita yang sesuai kebutuhan

Masalah yang ingin diatasi:
Kenakalan remaja, krisis identitas diri dan tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi menjadi tantangan kita pada era globalisasi ini. Hanya anak berkarakter yang dapat hidup secara sehat dan mencapai keberhasilan. Anak yang berkarakter ini pula yang kemudian menjadi pondasi bagi bangsa Indonesia yang berkarakter. Bercerita adalah metode pendidikan yang efektif dan terjangkau oleh siapa saja. Sayangnya, kebiasaan bercerita terus terkikis baik di rumah maupun sekolah. Beberapa faktor penyebabnya: kesibukan orang tua dan guru, anggapan bercerita hanya hiburan, keterbatasan cerita anak yang mudah diakses, ketersediaan cerita anak yang mendidik dan berakar pada konteks lokal bangsa Indonesia.<br /> <br /> Tujuan dari inisiatif ini (a) membangun kesadaran pentingnya bercerita dalam pengasuhan anak dan pendidikan di sekolah; (b) menumbuhkan kebiasaan dan tradisi bercerita di rumah dan sekolah; (c) mengajak setiap orang mendigitalkan cerita anak agar mudah diakses dan disebarluaskan.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Upaya pertama adalah pelibatan partisipasi komunitas baik dari kalangan orang tua, guru, maupun aktivis sosial dalam bercerita pada anak-anak. Upaya yang telah dilakukan di ranah daring ini akan diperluas pada ranah offline sehingga bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas. Upaya kedua adalah pendidikan komunitas berupa Workshop Mendidik Melalui Cerita sehingga komunitas mampu menulis cerita anak, mendidik melalui cerita, dan digitalisasi cerita anak. Workshop Mendidik Melalui Cerita tingkat dasar akan di adakan di 12 daerah di Indonesia dan tingkat menengah akan diadakan 3 kali. Upaya ketiga mengajak komunitas dalam digitalisasi cerita anak yang mendidik sehingga mudah diakses dan disebarluaskan oleh siapapun. Bentuknya berupa kontes podcast cerita anak yang dilakukan 6 kali dalam setahun. Upaya keempat menyebarluaskan podcast cerita anak dalam bentuk CD mp3 yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Podcast cerita anak karya komunitas diunggah, diapresiasi dan dipilih yang berkualitas untuk disebarluaskan. Pihak yang diuntungkan adalah anak atau murid usia 4 – 10 tahun, orang tua, guru, dan aktivis sosial di 12 daerah di Indonesia

Ukuran kesuksesan:
Berdasarkan jumlah pengakses dan pengunduh podcast cerita anak, jumlah guru, orang tua dan aktivis sosial yang menjadi peserta workshop, dan jumlah podcast cerita anak yang diciptakan komunitas

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas