Sekolah Online Literasi Media

219

219 - Sekolah Online Literasi Media


Nomor:
219

Inisiator:
Center for Democratization Studies

Organisasi:
Center for Democratization Studies

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Jakarta Timur

Dana:
866 Juta Rupiah

Topik hibah:
Kebebasan dan etika bermedia

Masa Aktivitas:
12 bulan dan akan terus berlanjut secara mandiri dari dukungan peserta

Deskripsi Proyek:
Sekolah Online literasi Media merupakan kelas online dalam arti sebenarnya. Setiap peserta mendapatkan materi pembelajaran dan diwajibkan untuk mengikuti diskusi-diskusi dalam kelas baik secara realtime atau online. Materi pembelajaran yang diberikan berbentuk materi bacaan dan kuliah visual. Seperti halnya kelas pada umumnya setiap siswa juga diwajibkan untuk membuat penugasan dalam bentuk essay dan ujian. Setiap kelas akan dilaksanakan selama 3 bulan dengan dibantu oleh 1 orang resource person yang memiliki pengalaman di bidangnya. Dalam kurun waktu 1 tahun akan dilaksanakan 10 kelas yaitu Kelas Media dan Politik, Kelas Media Multikultur, Kelas Kebebasan Informasi, Kelas Isu Gender dalam Media, Kelas Independensi dan Industri Media, Kelas Pemantauan Media, Kelas Pengembangan Media Alternatif, Kelas Reality Show-Hiper-Reality, Kelas Industri Hiburan dan Kritik Sosial, dan Kelas Media dalam pengawalan demokrasi. Setiap kelas akan diikuti oleh maksimal 40 orang peserta baik berasal dari LSM ataupun masyarakat umum.<br /> Peserta terbaik dari masing-masing kelas diberi kesempatan untuk menerbitkan e-book. Dan 10 peserta terbaik tulisannya akan diterbitkan dalam bentuk e-jurnal. Outcome yang diharapkan dari program ini, setiap peserta dapat mengkritisi produk dari industri media. Program ini juga menyediakan portal sebagai media untuk menyalurkan temuan dan hasil pengkritisan peserta terhadap program pemberitaan dan hiburan dari media massa mainstream

Masalah yang ingin diatasi:
Media mainstream menjadi satu-satunya rujukan informasi dan rujukan nilai bagi masyarakat. Permasalahannya adalah sejauhmana media mainstream mampu menjadi penyedia informasi yang berimbang dan menjadi rujukan nilai bagi masyarakat. Sebagai sebuah industri, media mainstream tidak bisa dipisahkan dari berbagai kepentingan yang berada di belakangnya. Sedangkan di pihak lain, sebagian besar masyarakat yang menjadi konsumen media masih belum memiliki kapasitas untuk mengkritisi dan memahami agenda atau kepentingan yang dimiliki media massa. Alhasil, konsumen media hanya menerima mentah-mentah informasi yang diterimanya dari media massa mainstream sebagai sebuah kebenaran tunggal. Kondisi lainnya, regenerasi aktivis yang bergerak penguatan independensi media dan jurnalis berjalan sangat lambat. Salah satu indikatornya tidak tumbuhnya NGO ataupun aktivis muda yang melakukan pemantauan terhadap produk media massa. Dan aktivis muda yang melakukan aktivitas penguatan dan pemantauan media massa seringkali tidak dibekali dengan paradigma dan pisau analisis berkualitas, sedangkan aktivis senior telah berada di posisi strategis di lembaga-lembaga negara ataupun NGO asing

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Inisiatif ini bertujuan untuk menguatkan paradigma dan menajamkan pisau analisis dari masyarakat dan aktivis NGO yang begerak dalam isu penguatan serta pemantauan media. Strategi dipilih untuk mencapai tujuan tersebut dengan membuat sekolah online literasi media.<br /> Sekolah Online memiliki kelas sbb:<br /> • Kelas Media dan Politik,<br /> • Kelas Media Multikultur,<br /> • Kelas Kebebasan Informasi,<br /> • Kelas Isu Gender dalam Media,<br /> • Kelas Independensi dan Industri Media,<br /> • Kelas Pemantauan Media,<br /> • Kelas Pengembangan Media Alternatif,<br /> • Kelas Reality Show-Hiper-Reality,<br /> • Kelas Industri Hiburan dan Kritik Sosial, dan<br /> • Kelas Media dalam pengawalan demokrasi.<br /> Setiap kelas akan diikuti oleh 40 orang peserta dengan waktu kursus masing-masing kelas selama 3 bulan. 10 tulisan terbaik dari masing-masing kelas akan diterbitkan menjadi e-journal. Serta 1 orang peserta terbaik di masing-masing kelas akan difasilitasi untuk menulis 1 buah e-book. Sebuah website dibuat sebagai media bagi semua peserta untuk menuangkan pengkritisan dan hasil pemantauan mereka. Penerima manfaat langsung dari program ini merupakan penguatan kapasitas masyarakat sebagai konsumen media dan aktivis NGO muda yang bergerak dalam isu penguatan dan pemantauan media massa. Penerima manfaat dari program ini sejumlah 400 orang yang mengikuti kelas online. Penerima manfaat tidak langsung dari program ini masyarakat untuk yang mengkonsumsi produk-produk dari program seperti e-book, e-journal, dan portal informasi. Karena semua materi dalam bentuk online, penerima manfaat program bisa dari daerah manapun

Ukuran kesuksesan:
Terlaksananya 10 kelas online dan diikuti oleh 400 orang peserta, terdapatnya 10 e-jurnal yang dipublikasikan dan merupakan kontribusi dari peserta kelas online, terdapat 10 e-book yang ditulis oleh peserta, terdapatnya 10 paket materi pembelajaran kuliah visual dari 10 kelas online, dan terdapatnya 1 portal informasi yang memuat informasi mengenai kegiatan pemantauan pemberitaan dan produk hiburan media massa. Indikator keberhasilan: terdapatmya 400 orang peserta yang telah memiliki kemampuan untuk melakukan analsis dan memantau media massa mainstream, terdapatnya materi publikasi online dalam bentuk e-book, e-journal, dan materi kuliah visual yang dapat diunduh secara bebas oleh publik

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas