Gerakan Cinta Indonesia Melalui Pendidikan Internet untuk Anak-anak Korban Konflik Aceh

228

228 - Gerakan Cinta Indonesia Melalui Pendidikan Internet untuk Anak-anak Korban Konflik Aceh


Nomor:
228

Inisiator:
Indonesia untuk Pendidikan Aceh

Organisasi:
Indonesia untuk Pendidikan Aceh

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Semalanga, Bireuen, Aceh

Dana:
300 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
April – Desember 2012 (8 bulan)

Deskripsi Proyek:
Program Gerakan Cinta Indonesia ini merupakan bentuk dari usaha Trauma Healing (penyembuhan trauma) bagi anak-anak pasca konflik Aceh-RI di Nisam Antara, Aceh Utara. Melalui program ini anak-anak di ajarkan mengenai Indonesia, kekayaan alam, sosial dan budaya. Serta menumbuh kembangkan kebanggaan menjadi anak-anak Indonesia. Pendidikan internet digunakan sebagai media bagi anak-anak untuk melihat dunia luar dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan internasional. Program ini akan menempatkan beberapa guru khusus yang akan membantu dalam gerakan ini sekaligus mendidik mereka agar melek teknologi dan informasi sebagai pengalihan trauma. Gerakan ini sekaligus mendukung perjanjian Helsinski 15 Agustus 2005, dimana poin terakhir dari nota itu disebutkan yakni aspek perlakuan adil kepada mantam GAM dan keluarganya, tidak ada diskriminasi dalam memperoleh kesempatan dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain-lain

Masalah yang ingin diatasi:
Di dusun Geudong Ringet dan Lok Drien, Kabupaten Aceh Utara, 310 km dari Banda Aceh, dahulu merupakan salah satu daerah pusat konflik GAM-RI, terdapat masyarakat dengan trauma yang sangat besar akibat kehilangan keluarga. Anak-anak mendapatkan takdir tidak mempunyai ayah atau ibu akibat konflik tersebut. Banyak dari mereka tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua serta tidak mendapatkan kesempatan pendidikan karena keterbatasan ekonomi dan daerah yang terpencil. Dari penelitian yang pernah kami lakukan tahun 2010, pengetahuan anak-anak mengenai Indonesia sangatlah minim. Program ini akan meredam potensi anak dendam terhadap negara yang telah melakukan kekerasan terhadap keluarganya. Ini adalah potensi yang sewaktu-waktu bisa meledak, jika anak-anak itu tidak ditempatkan pada posisi perberdayaannya yang memadai dalam perdamaian Aceh hari ini

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Program ini adalah belajar bersama tentang Indonesia melalui media internet. Program ini adalah program diluar jam sekolah dimana anak-anak diajarkan oleh guru khusus untuk mencari tahu mengenai berbagai macam referensi keanekaragaman dan kekayaan Indonesia, sekaligus mengembangkan kurikulum pendidikan yang sudah ada. Peserta program di ajak untuk membuat berbagai karya dan tulisan mengenai Indonesia dan mendistribusikannya melalui internet.<br /> Program ini akan dilakukan dengan beberapa usaha:<br /> 1. Bekerjasama dengan Diknas Aceh dan beberapa sekolah setempat<br /> 2. Mengangkat beberapa guru khusus yang akan ditempatkan disekolah-sekolah<br /> 3. Memberikan beberapa set komputer lengkap dengan modem ke beberapa sekolah<br /> 4. Memberikan pengajaran dengan kurikulum khusus Gerakan Cinta Indonesia<br /> 5. Demi keberlangsungan program ini selepas program selesai, maka guru khusus memberikan TOT kepada guru setempat tentang kurikulum GCI untuk bisa dilanjutkan dimasa akan datang. Pihak yang diuntungkan adalah anak-anak SD dan SMP serta Guru di desa Ringet dan Lok Drien, Kabupaten Aceh Utara

Ukuran kesuksesan:
Berdasarkan jumlah anak-anak yang berpartisipasi dalam program, perubahan sisi psikologis anak yang lebih baik atau positif, pengetahuan mengenai Indonesia yang baik serta mempunyai kebanggan menjadi bagian dari indonesia, jumlah karya anak-anak yang dihasilkan dari program ini, dan keberlanjutan program ini paska proyek yang dilakukan oleh sekolah-sekolah setempat

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas