Ibu-Ibu Doyan Nulis

251

251 - Ibu-Ibu Doyan Nulis


Nomor:
251

Inisiator:
Ibu-Ibu Doyan Nulis

Organisasi:
Ibu-Ibu Doyan Nulis

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Bandung, Jawa Barat

Dana:
500 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
September 2011 – September 2013

Deskripsi Proyek:
Profesi menulis yang dianggap hanya orang yang ‘berbakat’ yang bisa menjalankannya akan dikampanyekan sebagai satu profesi yang semua bisa melakukannya, termasuk IBU-IBU RUMAH TANGGA. Malah, justru dilatarbelakangi oleh aktifitas ibu-ibu yang hanya sumur-dapur-kasur, aktifitas menulis akan menjadi satu bagian keseharian yang kelak akan menghasilkan lebih dari sekadar karya. Ibu-ibu yang akhirnya memilih jalur menulis sebagai aktifitas keseharian tanpa meninggalkan rumah, akan mengalami lonjakan PRODUKTIFITAS baik secara ilmu, karya, maupun materi. Hadirnya grup ibu-ibu doyan nulis akhirnya dilatarbelakangi niat untuk meningkatkan produktifitas para ibu di berbagai hal

Masalah yang ingin diatasi:
Menulis merupakan salah satu kegiatan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh semua orang. Sayangnya, kebanyakan orang sebelum memilih menjadi penulis sudah merasa bahwa dirinya ‘tidak berbakat’ untuk menulis. Padahal, hanya dengan konsistensi dan komitmen menjalankan aktifitas menulis setiap hari, akan membuat setiap orang terlatih menuliskan apa yang ada di kepalanya.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Anggota IIDN yang kebanyakan ibu rumah tangga diajari bagaimana cara membuat outline yang baik agar dapat menembus dan menarik hati penerbit, bagaimana cara menghasilkan tulisan yang baik dari ide-ide sederhana yang ada di sekitar. Di IIDN, anggotanya juga diberikan pelatihan-pelatihan menulis secara berkala baik secara online, maupun offline secara nasional maupun per wilayah masing-masing. Karena semakin bertambahnya anggota Grup IIDN dari hari ke hari yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke mancanegara, diputuskanlah untuk membagi IIDN ke dalam wilayah-wilayah yang masing-masing dipimpin oleh Koordinator Wilayah (KORWIL) yang telah ditunjuk. Kini sudah ada sekitar 22 Kordinator Wilayah di berbagai wilayah Indonesia serta luar negeri yang berpusat di Jepang. Masing-masing korwil bertugas untuk mengatur arus informasi yang berasal dari pusat ke wilayah ataupun sebaliknya. Proyek ini akan memberi keuntungan kepada para ibu rumah tangga yang tidak mempunyai kegiatan apapun , wanita yang ingin mengeluarkan potensi dan kemampuannya, yang berlokasi di seluruh Indonesia juga wanita indonesia yang ada di luar negeri

Ukuran kesuksesan:
Jika semakin banyak buku yang bisa diterbitkan oleh anggota yang semuanya adalah wanita khususnya, ibu rumah tangga

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas