UTILITARIANISME: Upaya Membangun Etika Komunikasi yang Sesuai dengan Konteks Indonesia

288

288 - UTILITARIANISME: Upaya Membangun Etika Komunikasi yang Sesuai dengan Konteks Indonesia


Nomor:
288

Inisiator:
Masri

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Tangerang

Dana:
750 Juta Rupiah

Topik hibah:
Kebebasan dan etika bermedia

Masa Aktivitas:
6 bulan

Deskripsi Proyek:
Media baru menimbulkan banyak problem etika. Apakah media mengubah masyarakat atau masyarakat yang mengubah media? Media baru menimbulkan banyak problem etika. Teori McLuhan akan menjelaskannya. Berpatokan pada utilitarianisme John Stuart Mill, akan dikembangkan etika situasi yang pas dengan etika bermedia di Indonesia

Masalah yang ingin diatasi:
Batas etika ada yang universal, ada yang situasional bergantung masyarakat. Dalam hal etika berkomunikasi, Indonesia menganut high context, namun terpaan media baru menimbulkan masalah baru. Bagaimana etika bermedia di era the new media, khususnya untuk Indonesia? Ini adalah status questionis penelitian

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Mengatasinya dengan melihat etika komunikasi yang normatif. Lalu mencari dan menggali kerarifan budaya lokal dan nasional, setelah itu menemukan etika komunikasi yang cocok untuk Indonesia. Proyek ini akan memberi keuntungan kepada masyarakat (sebab kami menganut pers social responsibility theory dari Siebert), praktisi media, dan pemerintah

Ukuran kesuksesan:
Orang tidak tahu mana wilayah pricacy dan wilayah publik, tanggung jawab sosial cenderung dinafikan ketimbang kemerdekaan bermedia, dan begitu mudah orang menulis sesuatu tanpa dipikirkan dampaknya (efek media)

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas