Jalan Remaja 1208, 1 Peta Remaja Indonesia

295

295 - Jalan Remaja 1208, 1 Peta Remaja Indonesia


Nomor:
295

Inisiator:
Yayasan Kampung Halaman

Organisasi:
Yayasan Kampung Halaman

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
DI Yogyakarta

Dana:
258 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Januari 2014 (2 tahun)

Deskripsi Proyek:
Peta Remaja Indonesia ini adalah bagian dari program Jalan Remaja 1208, program menyuarakan sikap dan cara pandang komunitas remaja Indonesia ke publik melalui media. Program ini berjalan dari tahun 2009, melibatkan lebih dari 60 komunitas di Indonesia yang selama ini berkomunikasi jarak jauh (online, telepon). Tiap tahunnya, di hari remaja Internasional, 12 Agustus, remaja di komunitas kami ajak untuk menceritakan pengalamannya, berefleksi tentang 1 tema besar dan menuangkannya melalui video diary yang diputar secara serentak dan di diskusikan. Peta Remaja Indonesia di sini berfungsi sebagai alat untuk memperkuat kebersamaan remaja. Informasi selama ini masih terpusat di media mainstream yang menyeragamkan remaja dan mematikan karakter remaja sebagai individu, pelaku dan penentu masa depan. Untuk itu, perlu ada tempat dimana remaja bisa membuktikan dirinya, saling berbagi, peta remaja Indonesia ini menjadi salah satu solusinya.<br /> Peta Remaja Indonesia berisi hal penting (potensi, tantangan, kegiatan dll) yang didokumentasikan oleh remaja di 33 propinsi, dilakukan secara partisipatif, menggunakan foto, teknologi GPS serta jaringan internet. Peta ini akan sangat berguna bagi anggota komunitas, terutama remaja dalam memahami kondisi, tantangan, dengan cara yang menyenangkan, untuk saat ini dan masa depan. Peta diletakkan di www.jalanremaja1208.org, bertujuan sebagai wadah untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dengan sesama remaja dan publik

Masalah yang ingin diatasi:
Kurangnya informasi yang tepat tentang remaja Indonesia karena selama ini informasi paling banyak didapat dari media mainstream yang cenderung menyeragamkan dan memotret remaja dengan sudut pandang yang hanya menguntungkan media tersebut secara bisnis. Hal tersebut berpengaruh pada kurangnya kesadaran publik dan remaja itu sendiri mengenai pentingnya peranan remaja dalam membangun dan mengembangkan komunitasnya

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Remaja dan komunitas tersebut kami ajak untuk mendokumentasikan (dengan kamera foto digital) hal penting (lokasi, situasi) yang ada di daerahnya. Foto-foto tersebut dikoneksikan dengan GPS, kemudian mereka melengkapi foto yang sudah ada metadata koordinat tersebut dengan informasi atau pesan penting yang ingin mereka sampaikan. Foto dan pesan mereka ini kemudian disebarluaskan lewat website yang juga terkoneksi dengan jejaring sosial seperti fb dan twitter dan juga google earth/maps sehingga bisa direspon dengan cepat dan langsung oleh publik. Proyek ini akan memberi keuntungan kepada remaja dan anak muda di komunitasnya di 33 propinsi di Indonesia untuk belajar lebih memahami daerahnya dan terdorong untuk melakukan perubahan lebih baik, serta kepada para peneliti, pemerintah, pemerhati remaja dan anak muda, pihak media yang selama ini aksesnya terbatas untuk mendapatkan informasi langsung dari remaja di berbagai tempat di Indonesia. Dengan dapat ‘melihat secara langsung’, berita mainstream dan hasil penelitian dapat lebih bermanfaat (mendidik), bagi komunitas remaja itu sendiri maupun untuk publik.

Ukuran kesuksesan:
Ada remaja atau anak muda di komunitas di 33 propinsi yang membuat peta mereka sendiri sesuai dengan pengalamannya dan pengetahuannya (lokalitas) dan adanya interaksi antara komunitas remaja Indonesia (pembuat peta) dan publik yang saling mendukung

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas