SKETSA – Sejarah dan Kebudayaan Tionghoa Nusantara

331

331 - SKETSA – Sejarah dan Kebudayaan Tionghoa Nusantara


Nomor:
331

Inisiator:
Jejak Petjinan

Organisasi:
Jejak Petjinan

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Surabaya, Jawa Timur

Dana:
Untuk tahap awal, 10.000 Ribu US Dollar/workshop untuk pembiayaan 3 macam workshop di Surabaya

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Tahun 2011 dan seterusnya

Deskripsi Proyek:
SKETSA adalah Sejarah dan Kebudayaan Tionghoa Nusantara. Suatu gerakan pengumpulan data jejak Petjinan, dalam bentuk tulisan, cerita, foto lama, video, dokumentasi atau artefak sejarah yang didokumentasikan secara digital. Halaman SKETSA Jejak Petjinan ini didedikasikan untuk menjadi referensi bersama mengenai Tionghoa di Indonesia. Kenapa menggunakan kata Nusantara? Karena sejarah bangsa Tionghoa di Indonesia sudah ada jauh sebelum Indonesia ada.<br /> Di balik prosesnya: Gerakan Menulis SKETSA di situs berbentuk wiki, semangatnya adalah dari kita dan untuk kita. Para sukarelawan diarahkan ke dalam 2 cara pencarian data: pertama melalui sumber yang sudah ada, misalnya data dari internet, buku, skripsi/jurnal, dan yang kedua melalui wawancara orang-orang sepuh di sekitarnya untuk mengetahui cerita mereka tentang pecinan/Tionghoa di masa lalu. Hasilnya dirangkum dan dituliskan di sebuah website dengan format wiki, supaya bisa dikerjakan bersama-sama, secara sedikit maupun banyak dan berguna untuk semua sebagai referensi bersama. Komunitas Jejak Petjinan akan memberikan dukungan dalam bentuk pemberian tema, petunjuk narasumber, tips-tips wawancara, dan cara menulis

Masalah yang ingin diatasi:
Sejarah dan Kebudayaan Etnis Tionghoa di Indonesia banyak yang terlupakan, karena memang dikondisikan secara politis, sehingga stereotip tentang etnis Tionghoa yang salah, masih banyak dipercayai dan berkembang menjadi generalisasi.<br /> Bukti dan sumber-sumber sejarah baik lisan maupun tulisan banyak yang mulai hilang dan tidak terlacak lagi, perkembangan zaman yang juga tidak mendukung pada preservasi bangunan tua, membuat warisan dan bukti-bukti sejarah itu lama-kelamaan akan lenyap.<br /> Dengan adanya SKETSA, kami berharap bisa menjadi referensi bersama tentang Tionghoa di Indonesia sehingga lambat laun etnis Tionghoa memang benar diakui sebagai salah satu bagian dari Indonesia dan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Mendokumentasikan secara digital buku-buku lama yang masih ada ditambah data-data yang ada di internet lalu ditambahkan dengan survei daerah-daerah yang masih memiliki sumber sejarah ini. Fokusnya lebih ke sumber-sumber yang ada di daerah masing-masing, dan buku-buku yang pernah ditulis mengenai kota-kota itu termasuk juga wawancara penduduk kota tersebut yang sudah berusia lanjut.<br /> Dalam jangka panjang kami berencana membuat acara-acara off-line (seminar, workshop, pameran) dan menerbitkan kumpulan tulisan berkala (newsletter) serta membangun sebuah museum virtual di internet dari konten yang ditulis dalam SKETSA ini, yang dipromosikan melalui pameran keliling dari kota ke kota; sekaligus mengajak orang lebih banyak lagi untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Proyek ini akan memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat Tionghoa

Ukuran kesuksesan:
Dalam jangka waktu 6 bulan setelah workshop, situs www.sketsa.jejakpetjinan.org ditarget memiliki 120 artikel, 10 penulis dan editor aktif, penambahan artikel minimal 10 per bulan, dan akan diakses oleh 500 orang

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas