Bhinneka - Keberagaman dan Kesetaraan Tanpa Batas

333

333 - Bhinneka - Keberagaman dan Kesetaraan Tanpa Batas


Nomor:
333

Inisiator:
Lembaga Bhinneka

Organisasi:
Lembaga Bhinneka

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Surabaya, Jawa Timur

Dana:
386 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari – Desember 2012 (1 tahun)

Deskripsi Proyek:
Lembaga Bhinneka mempromosikan dan mengadvokasi keberagaman melalui penerbitan majalah gratis dan diskusi melalui tatap muka maupun internet (facebook, twitter, and website), membuka perpustakaan, dan mengadakan workshop. Majalah Bhinneka dicetak dan dibagikan secara gratis terutama bagi mereka yang tidak mempunyai internet (yang mempunyai internet bisa menyimak di website). Majalah Bhinneka mengangkat isu-isu lokal mengenai keberagaman, karena Indonesia amatlah kaya dalam etnis dan budaya. Beberapa Jurnal atau majalah yang memperjuangkan isu keberagaman di Indonesia, seringkali menjadi pelampiasan pendapat atau ruang pembebas bagi para penulisnya. Namun, karena jangkauannya terbatas, media seperti ini tidak membawa perubahan yang mendasar di masyarakat. Hanya lingkungan tertentu saja yang menyimaknya.<br /> Tujuan majalah Bhinneka adalah mengubah cara berpikir masyarakat. Karenanya, kami ingin mendapat pembaca sebanyak mungkin dengan membagikannya gratis dan menyebarluaskann melalui internet. Dengan strategi ini, kami berharap bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat secara tidak langsung, sehingga mereka berangsur mempertanyakan pola-pola baku yang mereka imani.

Masalah yang ingin diatasi:
Era reformasi di Indonesia telah mendorong adanya demokrasi dan kebebasan berpendapat. Risiko dari hal ini adalah kelompok-kelompok konservatif juga mempunyai kebebasan bersuara yang lebih leluasa. Banyaknya buku-buku dan majalah murah dan bahkan gratis yang didanai oleh beberapa organisasi fundamentalis, untuk mempromosikan ideologi keagamaan mereka, telah berhasil menarik simpati masa. Lembaga Bhinneka akan menerbitkan majalah gratis, mengadakan diskusi dan pelatihan, serta akan mengadakan safari ke beberapa kota untuk menyebarkan ide-ide keberagaman, sehingga bisa “menandingi” wacana fundamentalis ini. Majalah, surat kabar dan jurnal yang menyebarkan isu keberagaman masih sangat terbatas, dan aksesnya pun minim. Selain karena harga dan penyebarannya, terkadang juga karena penampilan yang mengesankan “ekslusif”.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Lembaga Bhinneka menerbitkan majalah yang memuat artikel-artikel dengan bahasa ringan yang menolak interpretasi konservatif agama, menyudutkan kelompok, etnis, atau gender. Majalah ini akan berusaha menyebarkan pentingnya kesetaraan tanpa kecuali.

Ukuran kesuksesan:
1. Meningkatnya permintaan akan majalah Bhinneka.<br /> 2. Meningkatnya pembaca artikel-artikel di website dan Facebook. Jumlah pembaca bisa dilihat di website, sedangkan meningkatnya jumlah fan di Facebook juga menandakan adanya sambutan dari publik.<br /> 3. Bertambahnya jaringan lembaga Bhinneka, dengan meningkatnya jumlah anggota di masing-masing kota.<br /> 4. Bertambahnya jumlah cabang dan koordinator Bhinneka di kota-kota lain.<br /> 5. Terbukanya diskusi kritis tentang agama di Indonesia (yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan orang). Indikator: – Surat Pembaca, partisipasi peserta dalam diskusi Bhinneka; – Komentar di Website, milis dan Facebook