Batas Kita dan Media

335

335 - Batas Kita dan Media


Nomor:
335

Inisiator:
Karina Roosvita Indirasari

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Sleman, DI Yogyakarta

Dana:
475 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
1 tahun (Januari – Desember 2012; 10 bulan pengamatan lapangan, 2 bulan penyelesaian laporan dan pengeditan video)

Deskripsi Proyek:
Sebuah penelitian etnografi media yang dilakukan di lima wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga yaitu Kepulauan Riau (perbatasan Singapura), Pulau Sebatik (perbatasan Malaysia), Pulau Marore (perbatasan Filipina), NTT (perbatasan Timor Leste) dan Merauke (perbatasan Papua New Guinea). Penelitian ini berusaha merekam aktivitas masyarakat setempat dalam bermedia terutama karena interaksinya dengan media negara tetangga. Hasil dari penelitian ini akan diwujudkan dalam bentuk makalah ilmiah dan video dokumenter yang dipublikasikan secara bebas melalui Youtube dan DVD yang akan disebarluaskan melalui perpustakaan-perpustakaan umum maupun alternatif. Harapannya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan yang terkait dengan penyediaan media di wilayah yang bersangkutan.

Masalah yang ingin diatasi:
Belum adanya penelitian etnografi media yang dilakukan di wilayah perbatasan. Padahal kita tahu bahwa wilayah perbatasan adalah wilayah yang rentan konflik. Belum lama ini, banyak WNI yang pindah kewarganegaraan dengan alasan ketimpangan fasilitas dan infrastruktur. Namun apakah benar seperti itu adanya? Apakah media tidak mempunyai peran sama sekali dalam hal ini? Bagaimana masyarakat setempat melihat media sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari untuk mempertahankan identitas mereka sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan tersebutlah yang berusaha dijawab melalui penelitian etnografi ini.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Penelitian etnografi dianggap mampu menggali informasi secara mendalam dalam lingkup budaya yang diamati. Kami akan tinggal selama masing-masing 2 bulan pada tiap-tiap lokasi. Dengan metode partisipant observatory diharapkan kami bisa menghasilkan informasi yang jujur dan mendetail mengenai interaksi masyarakat setempat dengan medianya dalam lingkup kebudayaan mereka sendiri sehingga hasilnya dapat dijadikan masukan untuk pemecahan masalah sebagai tanggung jawab sosial penelitian. Proyek ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat di mana lokasi penelitian dilakukan, seluruh warga negara Indonesia dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, dunia ilmu pengetahuan dengan adanya tambahan referensi.

Ukuran kesuksesan:
Terdeskripsikannya interaksi masyarakat perbatasan dengan media yang mereka gunakan sehari-hari, terpetakannya permasalahan masyarakat perbatasan dengan medianya, terselesaikannya laporan perjalanan dan makalah ilmiah, terdistribusikannya 1000 keping DVD video dokumenter ke seluruh perpustakaan di Indonesia, dijadikannya hasil penelitian ini sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan terkait penyediaan media di wilayah perbatasan.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas