Konser & Album ‘Pancasila Rumah Kita’

360

360 - Konser & Album ‘Pancasila Rumah Kita’


Nomor:
360

Inisiator:
Green Music Foundation

Organisasi:
Green Music Foundation

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
DKI Jakarta

Dana:
800 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Januari 2013

Deskripsi Proyek:
Sebuah proyek perekaman ulang lagu-lagu (alm.) Franky Sahilatua yang bertema kebangsaan seperti: Suara Kemiskinan, Pancasila Rumah Kita, Papua dll. yang akan dinyanyikan oleh musisi-musisi masa kini dan musisi lokal/daerah dengan aransemen baru lalu dengan materi itu melakukan tour mini concert yg diadakan di taman-taman kota atau desa-desa secara gratis.

Masalah yang ingin diatasi:
Musik Indonesia telah dipenuhi oleh penyeragaman tema dan warna oleh media-media mainstream. Musik menjadi komoditas bukan lagi karya budaya. Sementara nilai-nilai kebangsaan, kebhinekaan, Pancasila mulai runtuh di masyarakat dengan banyaknya aksi-akdi kekerasan antar agama/suku dan sinisme pada nilai pluralisme yang menjadi nafas utama kebhinekaan dan Pancasila.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Saatnya dunia musik masuk mengambil peran untuk memberikan inspirasi dan nilai-nilai kebhinekaan pada masyarakat. Musik menjadi media/ jembatan untuk mentransfer gagasan-gagasan kebangsaan dan pluralisme. Lagu-lagu Franky S. banyak bercerita tentang inspirasi itu, terutama “Pancasila Rumah Kita”. Oleh karena itu kami ingin merekam ulang lagu-lagu itu dg aransemen baru ditambah dengan beberapa lagu dari musisi-musisi lain lalu menjadikan sebuah album yg komprehensif membicarakan isu ini. Ruang yg tidak ada di media2 mainstream, seperti TV, untuk mempublikasikan materi ini akan kami atasi dengan melalukan semacam “konser griliya” ke taman-taman di beberapa kota dan desa-desa, seperti acara Jazz Gunung secata gratis, merekamnya lalu mendistribusikannya melalui media online. Sebuah gerakan musik yang massive untuk masyarakat. Proyek ini akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat luas karena distribusi album yang massive dengan pola industri mainstream. Kemudian dari ‘konser grilya’ akan menyasar masyarakat di kota tempat “Konser Taman” diadakan dan masyarakat desa tempat “Musik Masuk Desa” diselenggarakan, serta desa-desa di remote area di daerah Timur Indonesia karena hasil penjualan dari album akan difokuskan untuk membangun “Rumah Pintar” di daerah tersebut

Ukuran kesuksesan:
Jumlah album yang terjual, jumlah penonton yang datang ke konser lalu isu ini kembali menjadi pembicaraan dan musik dapat dilihat tidak hanya sebagai komoditas taking profit, tetapi juga sebuah movement sosial dengan melakukan strategi PR yang tepat.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas