STOP TV Junkies

381

381 - STOP TV Junkies


Nomor:
381

Inisiator:
Sugeng Winarno

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Malang, Jawa Timur

Dana:
150 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Januari-Juni 2012 (6 bulan)

Deskripsi Proyek:
Proyek STOP TV Junkies ini dilakukan dalam bentuk gerakan penyadaran dan pembelajaran kepada masyarakat bagaimana melek media tv sehingga masyarakat bisa kritis dan berperan aktif memantau tayangan tv. Masyarakat bisa melaporkan acara-acara yang buruk kepada KPI atau menuliskannya di blog, menyebarkan informasi melalui forum-forum di tingkat RT/RW melalui pengajian, arisan, dan lain-lain. TV Junkies artinya kecanduan nonton tv. Apapun namanya, segala yang membuat orang ketagihan biasanya akan berdampak buruk. Banyak orang menilai kecanduan narkoba itu sangat berbahaya. Sesungguhnya bukan hanya narkotika dan obat-obat terlarang saja yang merusak, tetapi kecanduan nonton tv pun bisa berakibat lebih parah. Saat ini banyak orang tidak berdaya, sulit lepas dari tv. Ibu-ibu, remaja dan anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan tv mengkonsumsi tayangan apa saja. Untuk itu penonton tv harus berdaya, mampu memilah dan memilih acara yang benar-benar tepat dan mereka butuhkan. Hingga masyarakat bisa sembuh dari kecanduan nonton tv.<br /> Proyek ini lebih di fokuskan dengan sasaran ibu-ibu, mengingat dari banyak penelitian melaporkan bahwa diantara yang dominan kecanduan nonton tv adalah kaum ibu-ibu terutama di level menengah ke bawah. Bila penonton ibu-ibu ini telah bisa melek media tv, maka diharapkan bisa melakukan pengawasan dan pendampingan kepada anak-anak dan anggota keluarga yang lain.

Masalah yang ingin diatasi:
Tujuan proyek ini adalah melakukan pendidikan dan penyadaran kepada masyarakat terutama ibu-ibu yang selama ini mengidap ‘penyakit’ kecanduan nonton tv. Upaya penyembuhan ketagihan pada media audio visual ini juga diharapkan agar ibu-ibu bisa lebih berdaya dan mempunyai keberanian untuk tidak saja menolak acara tv yang buruk, tetapi mempunyai power untuk melaporkan beberapa acara tv yg buruk kepada Komisi Penyiaran Indonesia. Ibu-ibu juga diharapkan mampu menularkan informasinya dengan menuliskannya di blog atau melalui media semacam arisan atau pengajian di lingkungan tempat tinggal mereka.<br /> Tujuan mulia proyek ini juga dalam upaya menjadikan sosok ibu bisa lebih berperan aktif dalam keluarga terutama terkait dengan konsumsi media tv di rumah. Hingga ibu-ibu bisa memantau, memilihkan dan mendampingi anak-anak dan anggota keluarga yang lain. Proyek ini juga berusaha untuk mengalihkan waktu ibu-ibu yang banyak tersita di depan tv bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat semacam menulis, melaporkan informasi dan membaca.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Dalam proyek ini beberapa aktivitas dilakukan melalui rangkaian kegiatan yang terprogram dan sistematis. Pertama, dilakukan penyadaran melalui kegiatan penyuluhan lewat pertemuan-pertemuan rutin dengan ibu-ibu yang sudah terjadwal. Di samping itu juga memanfaatkan forum-forum semacam pengajian, arisan atau posyandu yang ada di lingkungan tempat ibu-ibu terpilih. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan beragam cara misalnya presentasi oleh pemateri, Focus Group Discussion (FGD), Role Play, Quiz atau metode yang lain, yang disesuaikan dengan konsisi di lapangan.<br /> Kedua, dilakukan kegiatan pendidikan berupa pembelajaran tentang bagaimana seputar industri pertelevisian, bagaimana manajemen produksi program acara tv, rating, iklan dll. Di samping itu dilakukan pendidikan bagaimana menilai dan mengevaluasi atas beberapa tayangan acara tv. Ibu-ibu juga diajari cara mempublikasikan hasil tulisan berupa laporan untuk di publish di blog atau disosialisasikan di forum kegiatan warga. Metode pembelajarannya bisa dalam bentuk klasikal, tanya jawab, diskusi, penugasan, mengerjakan evaluasi pembelajaran juga dilakukan kunjungan media pada beberapa stasiun tv yang terpilih. Pihak yang diuntungkan adalah masyarakat, terutama ibu-ibu, anak-anak, dan seluruh anggota keluarga di daerah terpilih, serta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan pengelola stasiun TV (produser dan tim kreatif)

Ukuran kesuksesan:
Keberhasilan proyek ini dapat dilihat dari terjadinya perubahan sikap dari pihak yang terkena terpaan proyek ini. Perubahan sikap ini ditunjukkan dari perubahan perilaku menonton tv, termasuk tumbuhnya sikap kritis dan partisipatif dalam melakukan pemantauan terhadap isi media tv. Pada masyarakat juga mempunyai skill baru dalam melakukan pelaporan dan penyebaran informasi hasil pemantauan terhadap media tv melalui beberapa media seperti blog dll. Pengukuran keberhasilan dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian yang membandingkan kondisi masyarakat sebelum dan sesudah terkena kegiatan dalam proyek ini.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas