Memori Bawah Tanah: Web Phototalk

391

391 - Memori Bawah Tanah: Web Phototalk


Nomor:
391

Inisiator:
Lafadl Initatives

Organisasi:
Lafadl Initatives

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Sleman, Yogyakarta

Dana:
350 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012-Otober 2013

Deskripsi Proyek:
Sebuah kegiatan pemberdayaan warga melalui pelatihan fotografi. Medium foto/kamera akan digunakan sebagai medium tempat warga korban lumpur berbicara tentang kehidupan mereka. Anak-anak muda korban Lapindo di Porong akan dilibatkan dalam workshop fotografi jurnalistik. Untuk belajar dasar-dasar fotografi dokumenter dan penulisan jurnalistik. Alat yang digunakan bisa berupa kamera poket maupun kamera dari handphone untuk merekam kondisi mereka sekarang berdasarkan “mata” mereka sendiri. Proses pemotretan akan didampingi oleh fasilitator sekaligus untuk menggali cerita diseputar potret yang dihasilkan warga. Foto-foto hasil karya warga –berikut cerita mengenai foto tersebut—akan dipajang pada sebuah website. Website ini dikhususkan sebagai web foto tempat memasang cerita foto yang mereka buat. Para fotografer tersebut juga akan dilatih mengenai dasar-dasar pengelolaan sebuah website sehingga mereka akan terus bisa mengelola sendiri website tersebut

Masalah yang ingin diatasi:
Bencana lumpur Lapindo hingga saat ini belum teratasi. Hak-hak dasar warga yang tenggelam bersama lumpur mulai dilupakan orang. Pemerintah dan masyarakat seolah abai pada bencana ini. Dari sejumlah foto dan film mengenai semburan lumpur tidak banyak yang berangkat dari suara mereka yang menjadi korban. Karena itu perlu dibangun kembali solidraitas publik kepada korban lumpur.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Runtuhnya memori kolektif pada persoalan lumpur membangkitkan kebutuhan untuk adanya kegiatan kultural yang bisa menghidupkan kembali memori kolektif warga korban akan peristiwa budaya, relasi dan interaksi sosial yang mereka tinggalkan di bawah lumpur. Kemunculan memori kolektif ini diharapkan bukan saja sebagai penguat solidaritas publik kepada korban lumpur (yang mulai tenggelam karena hiruk-pikuk isu-isu kekinian), tetapi juga sebagai penanda kepada publik agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan. Pihak yang diuntungkan adalah komunitas korban lumpur lapindo di Porong Sidoarjo, Jawa Timur

Ukuran kesuksesan:
Berdasarkan popularitas/visitor/hits dan keterlibatan para korban lumpur pada web phototalk

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas