Data Indonesia

395

395 - Data Indonesia


Nomor:
395

Inisiator:
Data Solusi Indonesia

Organisasi:
Data Solusi Indonesia

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Bogor –> 20 cities –> 200 cities

Dana:
6 Miliar Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
12 bulan untuk pembangunan dan akan berlanjut selamanya

Deskripsi Proyek:
Latar Belakang<br /> <br /> Media internet menyediakan banyak informasi global, akses tanpa batas ruang dan waktu. Tetapi ternyata masih banyak kebutuhan akan informasi yang belum terjawab disana, searching berjam-jam pun belum menemukannya karena memang tidak ada disana, media global ini tidak fokus pada detail titik yang dibutuhkan.<br /> Banyak orang hebat mampu hasilkan karya-karya bagus, tetapi belum dapat terpasarkan, karena belum ada model pemasaran yang tertuju langsung pada calon pembeli.<br /> Pengembangan usaha kadang tersendat karena alasan kurang tersedianya SDM yang mampu, padahal di sekitarnya banyak potensi yang mampu. Mengapa ? Karena belum ada media yang mempertemukan mereka.<br /> Mobilitas pelaku bisnis dan perpindahan penduduk dari satu kota ke kota lain yang tinggi, menuntut ketersediaan informasi instan dimanapun mereka berada.<br /> Solusi & Strategi<br /> <br /> Membangun pusat informasi bisnis dan pusat jaringan bisnis beserta kajiannya.<br /> Mengakomodasi keinginan penjual (produk & jasa) agar dapat berhubungan langsung dengan konsumen pemakai, dan keinginan konsumen agar dapat membeli langsung dari pembuat.<br /> Meng-integrasi-kan semua data usaha dan pelaku bisnis dari suatu kelurahan/kecamatan di pelosok negri ke seluruh kecamatan dan kota di seluruh Indonesia secara “in line”.<br /> Menyampaikan kebutuhan konsumen dari seluruh kota dan penjuru ke meja pelaku usaha di seluruh pelosok negri, masing-masing hanya pada bidang yang digelutinya.

Masalah yang ingin diatasi:
Akses MENDAPAT informasi bagi rakyat masih sulit dan masih mahal.<br /> Lebih sulit lagi akses MEMBERIKAN INFORMASI.<br /> Rendahnya efisiensi industri dan perdagangan rakyat.<br /> Rendahnya produktivitas masyarakat potensial.<br /> Tidak meratanya hasil perdagangan dan kurang berorientasi pada ekonomi masyarakat.<br /> Rantai distribusi yang menguntungkan pedagang tetapi merugikan industri rakyat.<br /> Harkat dan martabat manusia Indonesia yang semakin terpuruk.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Membuka cabang/outlet di kota/kabupaten.<br /> 2. Cabang bertanggung jawab untuk membantu mengumpulkan data & info produk dari produsen/penjual dan mendata kebutuhan konsumen untuk disampaikan ke Pusat.<br /> 3. Data yang diterima Pusat, dikumpulkan, dirangkum, dipilah-pilah berdasarkan jenis, kategori lalu dianalisa sehingga menjadi data siap pakai.<br /> 4. Kumpulan data yang telah matang dikirim kembali ke cabang-cabang untuk distribusikan ke ‘Peminat”.<br /> 5. Cabang berhak atas persentase dari harga jual data bisnis di dalam arealnya.<br /> Flow chart : Kantor Pusat  Kantor-Kantor Cabang se-Indonesia  “Peminat”  Kantor Cabang  Kantor Pusat  diolah  Kantor-Kantor Cabang  “Peminat”. Dilanjutkan dengan menyusun peta bisnis daerah, misalnya : dimana sentra produksi ikan lele (dengan analisa rasa gurih) di Kab.Bogor dan berapa harga /kg. Lalu menyusun info penting daerah se Indonesia.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah setiap orang di seluruh Indonesia terkoneksi langsung untuk saling mencari segala kebutuhan dan/atau menawarkan segala kebisaan mereka dengan sangat mudah, murah dan detail-akurat

Ukuran kesuksesan:
Biaya untuk mendapatkan informasi detail dan akurat hanya Rp 2000,- / info<br /> Biaya untuk menginformasikan kemampuan dan kebisaan kepada 20 juta calon pembeli hanya Rp 2000,- / info<br /> Menumbuhkan iklim motivasi berproduksi, bukan hanya beli lalu jual mencari untung.<br /> Menumbuhkan iklim meningkatnya kualitas barang dan jasa.<br /> Mampu mengembangkan potensi seluruh daerah di Indonesia.<br /> Terselenggaranya bisnis dengan tatanan nilai yang luhur dan peduli lingkungan.<br /> Menciptakan iklim kemajuan pembangunan masyarakat yang belum pernah terjadi, dan menyentuh strata rakyat terkecil.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas