Kampung Kreatif

397

397 - Kampung Kreatif


Nomor:
397

Inisiator:
Ayo Indonesia Kreatif Berbagi

Organisasi:
Ayo Indonesia Kreatif Berbagi

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Surabaya, Jawa Timur

Dana:
320 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari – Mei, Agustus – Desember (10 bulan)

Deskripsi Proyek:
Perkembangan teknologi kususnya industri kreatif saat ini sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi, industri maupun keamanan negara di dunia seperti, USA, Jepang, India, Cina, Korea dll. Indonesia dalah salah satu negara yang masyarakatnya kurang dapat memanfaatkan keadaan ini dengan baik. Ayo Indonesia Kreatif Berbagi (AIKB) ini diDesain dengan konsep “Zero to Hero “ yaitu menyatukan para artis /pelaku industri kreatif dalam sebuah daerah (kampung kreatif) untuk berbagi ilmu, karya ataupun ide kepada masyarakat marginal yang kurang pengetahuannya tentang teknologi seperti anak yatim, anak cacat, masyarakat pedesaan ataupun guru IT yang nantinya dapat mentransfer ilmu ke muridnya sehingga mereka dapat berkarya dan dapat meramaikan/memanfaatkan perkembangan teknologi di Indonesia.

Masalah yang ingin diatasi:
1. Kurangnya pengetahuan teknologi sebagian besar masyarakat Indonesia.<br /> 2. Kurang kesadaran para pelaku industri kreatif tentang kondisi masyarakat sekitar.<br /> 3. Banyak para pelaku kreatif bersifat apatis (individual), sehingga karya yang dihasilkan masih kurang sempurna.<br /> 4. Masih minimnya pelaku industri keratif di Indonesia

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Membentuk sebuah kampung, dimana semua penduduknya para pelaku industri kreatif (kampung kreatif).<br /> 2. Menampung dan Mengadakan pelatihan berbentuk camp<br /> 3. Mengajak para pelaku industri keratif (artis) bersama – sama membantu mayarakat untuk berbagi ilmu, karya ataupun ide nya.<br /> 4. Saling sharing dalam berkarya para pelaku industri kreatif (learning by sharing).<br /> 5. Mecetak artis baru yang nantinya dapat berkarya sebagai artis baru atau SDM yang akan dibutuhkan industri kreatif.<br /> 6. Menggunakan software open source agar mudah dijangkau kalangan bawah<br /> Pihak yang diuntungkan adalah<br /> 1. Para peserta Camp : anak yatim (15-20 tahun), dosen dan guru multimedia di Jawa timur (Surabaya, Malang, Jember, Madiun), Jogya, Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, Bali, Kalimantan Tengah karena mendapatkan wawasan baru.<br /> 2. Para pelaku kreatif (produk, craft, fashion, grafis, film, animasi, overclock) se-Jawa, Bali dan Kalimantan karena mendapatkan teman dan kompetitor baru yang dapat memotivasi untuk berkarya.<br /> 3. Pemerintah setempat karena dapat memajukan Indonesia dengan karya (prestasi) yang mereka hasilkan.<br /> 4. Masyarakat sekitar karena dapat menjadikan hobby mereka sebagai penghasilan

Ukuran kesuksesan:
1. Munculya karya baru yang lebih kreatif dan bertambahnya jurusan baru baik di SMK maupun Institut tentang industri kreatif, seperti desain produk, desain komunikasi visual, animasi, perfilman, multimedia, dll.<br /> 2. Berkurangan pembajakan khususnya software di indonesia.<br /> 3. Terciptanya kedamaian di Indonesia

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas