Pengembangan tabloid ‘Mikro’ untuk meningkatkan status social masyarakat miskin di Kabupaten Jember

441

441 - Pengembangan tabloid ‘Mikro’ untuk meningkatkan status social masyarakat miskin di Kabupaten Jember


Nomor:
441

Inisiator:
Dinas Koperasi UMKM Jember

Organisasi:
Dinas Koperasi UMKM Jember

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jember, Jawa Timur

Dana:
167 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari – Juni 2012 (12 bulan)

Deskripsi Proyek:
Sejak November 2005, Pemkab Jember melaksanakan program pemberdayaan masyarakat miskin melalui pebembentukan lembaga keuangan mikro masyarakat (LKMM). Sampai saat ini (september 2011), sebanyak 298 LKMM telah dibentuk dan beroperasi di 298 dusun diseluruh Kecamatan Kabupaten Jember yang memberikan layanan keuangan mikro bagi sekitar 22,000 perempuan keluarga miskin untuk melakukan usaha produktif. Usulan proyek kepada Citra media ini dimaksudkan untuk mendukung program LKMM Pemkab Jember dalam meningkatkan status social-nya agar sejajar dengan komunitas lain.

Masalah yang ingin diatasi:
Karena keterbatasan media termasuk keadilan dan kesetaraan akses informasi, sebagian masyarakat tidak dapat berkembang secara normal dan akhirnya berkembang menjadi masyarakat miskin. Ketidakadilan informasi membuat mereka tidak dapat mengkases sumber-sumber ekonomi ataupun teknologi, dan tidak adanya kesetaraan informasi membuat mereka hanya menjadi obyek pemberitaan yang terkait dengan program-program bantuan saja. Intinya saat ini media hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu baik dari segi konten maupun harga. Meski Pemerintah Pusat dan Daerah telah banyak melakukan program pemberdayaan masyarakat miskin, seringkali tidak berkelanjutan karena tidak dibarengi peningkatan social mereka. Selama ini problem kemiskinan hanya dianggap masalah ekonomi dan tidak ada upaya membangun karakter social yang memberikan keleluasaan bagi mereka untuk mengakses informasi dan menunjukkan jati diri-nya. Mereka memerlukan suatu media yang mampu mengangkat harkat dan martabat-nya sebagai mahluk sosial.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Melalui penerbitan tabloid ‘Mikro’ yang berisi content local dan berasal dari komunitas mereka sendiri. Tabloid ini tidak berjalan sendiri tetapi mendukung program Pemkab Jember dalam pemberdayaan masyarakat miskin melalui Lembaga Keuangan Mikro Maysrakat (LKMM). Program ini telah dikembangkan sejak November 2005 dan saat ini sebanyak 298 LKMM beroperasi diseluruh Kabupaten Jember yang melayani sekitar 22,000 perempuan keluarga miskin untuk melakukan usaha produktif. Setiap coordinator/staf LKMM akan diberikan pelatihan dasar jurnalis agar dapat berkontribusi liputan terkait usaha produktif anggotanya. Bisa dibayangkan, jika usaha produktifnya diangkat dalam sebuah media cetak dan didistribusikan kepada komunitas mereka sendiri dan dunia luar, maka akan memunculkan kebanggaan tersendiri yang akan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat miskin lainnya. Untuk keberlanjutan taboid mikro, sebanyak 1,000 eksemplar akan dicetak setiap bulan dan dijual kepada seluruh LKMM, Dinas-dinas atau lembaga-lembaga terkait dan masyarakat Jember. Konten tabloid juga akan diupload secara online untuk memperluas promosi kepada pihak luar.<br /> Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah sebanyak 298 koordinator/staff LKMM berusia antara 15-30 tahun di 298 dusun di wilayah Kabupaten Jember akan mendapatkan pelatihan jurnalis dasar dan menjadi contributor tabloid mikro, sekitar 22,000 perempuan dari keluarga miskin dengan rentang usia antara 15-40 tahun di 298 dusun di Kabupaten Jember (88,000 keluarga dengan asumsi setiap perempuan memiliki 4 anggota keluarga), dan secara umum 2,3 juta masyarakat Jember mendapatkan informasi tentang jenis usaha mikro produktif yang bisa dipromosikan lebih luas.

Ukuran kesuksesan:
1. Sebanyak 298 koordinator/staf LKMM mengikuti pelatihan jurnalis dasar dan aktif memberikan kontribusi liputan selama pelaksanaan proyek.<br /> 2. Tingkat pertisipasi anggota LKMM dalam memberikan informasi kegiatan produktifnya untuk diangkat dalam liputan.<br /> 3. Oplah tabloid meningkat setiap bulan dari penjualan.<br /> 4. Keberlanjutan tabloid ‘mikro’ pasca berakhirnya proyek yang berasal dari dana mandiri.<br /> 5. Jumlah pemasang iklan mikro terutama dari usaha produktif anggota LKMM yang semakin meningkat.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas