Majalah “PONGKOR”, Bacaan Petani Gula

453

453 - Majalah “PONGKOR”, Bacaan Petani Gula


Nomor:
453

Inisiator:
Semangat Donk Indonesia

Organisasi:
Semangat Donk Indonesia

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Banyumas, Jawa Tengah

Dana:
360 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Desember 2011-November 2012 (satu tahun)

Deskripsi Proyek:
Majalah “PONGKOR” adalah media pertama bagi komunitas petani gula kelapa yang tersebar di wilayah Jateng dan DIY. Gagasan ini berangkat dari persoalan terbatasnya informasi yang tersaji bagi petani gula.

Masalah yang ingin diatasi:
Gula kelapa (gula merah) adalah komoditas internasional yang memiliki banyak keunggulan dibanding gula dari bahan baku jenis lain. Supply nasional Gula Kelapa 70% berasal dari wilayah Banyumas Raya di Jawa Tengah. Potensi komoditas ini sedemikian besar baik di pangsa internasional maupun domestik, akan tetapi petani gula masih mengalami keterbelakang dalam taraf ekonomi dan ilmu pengetahuan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya informasi yang dapat diakses oleh petani gula. Persoalan tersebut diantaranya menyangkut akses mendapatkan bahan bakar murah, sistem penentuan harga, peningkatan mutu hasil produksi dan akses pembiayaan UMKM. Pengepul dan pedagang besar dengan leluasa melakukan permainan harga, sedangkan petani gula berada di posisi inferior sehingga tidak memiliki posisi tawar. Sementara itu campur tangan pemerintah yang mestinya dapat memberikan solusi terhadap masalah ini, tidak kunjung turun.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Membangun media yang ditujukan khusus untuk petani gula. Media tersebut berbentuk majalah yang dinamai Majalah “Pongkor”. Majalah ini nantinya akan terbit setiap bulan dan didistribusikan ke lebih kurang 500 desa sentra petani gula di wilayah Jateng dan DIY. Majalah berisi rubrik diantaranya, informasi aktual seputar industri gula, profil inspiratif, teknik peningkatan mutu hasil produksi, perluasan jaringan. Dengan sasaran pembaca adalah kalangan petani gula, layout majalah dirancang dengan font besar dan dilengkapi gambar. Terbukanya akses informasi bagi petani gula, akan memicu peningkatan mutu hasil produksi, perluasan jaringan pemasaran dan permodalan. Maka taraf hidup petani gula akan meningkat. Selain itu, kehadiran media ini diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan rendahnya taraf hidup petani gula ini.<br /> Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah masyarakat petani gula yang tersebar di lebih kurang 500 kecamatan di berbagai Kabupaten di Jawa Tengah dan DIY.

Ukuran kesuksesan:
Majalah terdistribusikan 95% kepada sasarannya, majalah terbit setiap bulan, respon positif dari 75% response survey pembaca, dan lahirnya program-program implementasi materi yang disajikan majalah

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas