Pengembangan Media Penyedia dan Pengayaan Konten Sumber Pengetahuan untuk Tuna Netra Berbasis Partisipasi Masyarakat

456

456 - Pengembangan Media Penyedia dan Pengayaan Konten Sumber Pengetahuan untuk Tuna Netra Berbasis Partisipasi Masyarakat


Nomor:
456

Inisiator:
Lembaga Kajian Pengembangan Pendidikan, Sosial, Agama dan Kebudayaan (Infest) Yogyakarta

Organisasi:
Lembaga Kajian Pengembangan Pendidikan, Sosial, Agama dan Kebudayaan (Infest) Yogyakarta

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Yogyakarta

Dana:
813 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Satu tahun, Januari-Desember 2012

Deskripsi Proyek:
Media http://matahati.or.id dikembangkan untuk menjawab keterbatasan pengetahuan sumber acuan belajar bagi tuna netra. Media ini akan menyediakan konten pengetahuan dalam bentuk berkas audio terkait dengan kebutuhan pendidikan tuna netra untuk pelbagai disiplin ilmu seperti, hukum, sosial, budaya, komunikasi, agama dan lain-lain, juga sumber pengetahuan untuk pendidikan dasar dan menengah.

Masalah yang ingin diatasi:
Tuna netra dengan kebutuhan khususnya masih menjadi kelompok marjinal dalam pendidikan. Lembaga pendidikan umumnya tidak menyediakan fasilitas dan sumber pengetahuan yang mudah diakses tuna netra secara memadai. Perpustakaan yang dikelola lembaga pendidikan jarang menyediakan sumber bacaan atau pengetahuan yang dapat diakses oleh tuna netra, seperti buku braile dan buku audio. Padahal tuna netra memiliki hak dan kebutuhan pendidikan yang sama dengan kelompok masyarakat lain. Keterbatasan tersebut terjadi mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Keterbatasan akses terhadap pengetahuan menempatkan tuna netra sebagai kelompok yang tidak berdaya dan sulit bersaing dalam dunia kerja. Pengembangan sumber bacaan dalam bentuk buku braile sangatlah terbatas mengingat besarnya jumlah sumber pengetahuan berupa tulisan, selain karena tingginya biaya produksi. Buku braile pun hanya dapat disebarluaskan dalam jumlah yang terbatas. Matahati.or.id bertujuan untuk menyediakan konten sumber pengetahuan berkas suara sekaligus melibatkan masyarakat luas dalam tindakan penyediaan sumber pengetahuan bagi tuna netra.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Menciptakan media http://matahati.or.id yang ramah tuna netra (berbasis teks yang memudahkan pembacaan melalui piranti lunak) dan berfungsi sebagai gudang data sumber pengetahuan<br /> 2. Menyediakan fasilitas teknologi daring dan luring yang saling terhubung yang memudahkan proses perekaman dan sinkronisasi penyimpanan berkas daring dan luring<br /> 3. Mengkampanyekan keterlibatan masyarakat dalam pengayaan sumber pengatahuan bagi tuna netra<br /> 4. Melibatkan lembaga pendidikan atau produsen pengetahuan dan perseorangan untuk pengayaan sumber pengetahuan tuna netra dengan menyumbangkan tulisan atau menjadi relawan dijitalisasi berkas menjadi audio<br /> 5. Membangun komunitas peduli pengetahuan tuna netra di beberapa kota<br /> 6. Membagikan dan menyebarluaskan konten pengetahuan kepada lembaga pendidikan dan perseorangan tuna netra<br /> 7. Pemaketan berkas audio dan pembuatan piranti lunak pusat data/katalog audio offline untuk mempermudah pemanfaatan berkas tersedia pada lembaga pendidikan<br /> Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah kelompok tuna netra, perseorangan dan lembaga pendidikan yang bersentuhan langsung dengan tuna netra.

Ukuran kesuksesan:
1. Keterlibatan masyarakat di 7 kota dalam pengayaan konten baik melalui hibah tulisan atau sumber mentah pengetahuan, atau melalui aktivitas dijitalisasi (perekaman) sumber pengetahuan untuk menjadi berkas audio<br /> 2. Tersedianya sumber pengetahuan dari tiga level pendidikan dan bidang keilmuan (Pendidikan dasar, menengah, tinggi)<br /> 3. Tersebarnya sumber pengatahuan yang telah tersedia ke lembaga sekolah dan perguruan tinggi minimal di 7 kota.<br /> 4. Keteraksesan media yang diukur dengan catatan pihak ketiga seperti alexa dan google analityc.<br /> 5. Terdapat minimal 7 Mitra organisasi yang terlibat dalam pengayaan dan penyebarluasan sumber pengetahuan di 7 kota.<br /> 6. Tersedianya sistem pembiayaan mandiri media yang mulai dijalankan pada 1 bulan terakhir pelaksanaan program oleh komunitas melalui penggalian dana masyarakat.<br /> 7. Umpan balik dan catatan langsung dari penerima manfaat program yang digali melalui penelitian etnografi pada akhir pelaksanaan program<br /> 8. Tersedianya wesite ramah tuna netra yang mengacu pada pedoman Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas