Public Journalism 2.0: Strengthening Public Journalism in the Digital Age

479

479 - Public Journalism 2.0: Strengthening Public Journalism in the Digital Age


Nomor:
479

Inisiator:
LEMBAGA STUDI PERS DAN PEMBANGUNAN (LSPP)

Organisasi:
LEMBAGA STUDI PERS DAN PEMBANGUNAN (LSPP)

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
2 Miliar Rupiah

Topik hibah:
Kebebasan dan etika bermedia

Masa Aktivitas:
18 bulan

Deskripsi Proyek:
Proyek untuk menghasilkan lebih banyak konten berita yang terkait dengan masalah pelayanan publik dengan mengajak makin banyak media memperhatikan berita-berita yang terkait dengan kepentingan public (berita yang menyangkut pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup), dengan cara mengajak para wartawan dan blogger dari beberapa kota untuk makin mempromosikan masalah yang menyangkut kepentingan publik.

Masalah yang ingin diatasi:
Media massa yang ada saat ini banyak terpaku pada pemberitaan yang mengedepankan unsur sensasionalisme, mengangkat masalah secara permukaan belaka dan kurang menggali lebih dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan public secara umum. Banyak masalah yang menyangkut soal kesehatan, pendidikan, listrik, air, dan lain-lain luput dari perhatian media karena media kurang melihat masalah ini sebagai suatu yang penting. Kami juga melihat bahwa jurnalis warga / citizen journalist / blogger bisa turut berperan untuk makin mengangkat masalah pelayanan public dalam media tradisional ataupun media interaktif seperti saat ini.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
LSPP mencoba untuk merespon masalah ini dengan mengajak media menjadi makin / lebih relevan bagi kepentingan masyarakat dengan mengangkat persoalan konkrit yang dihadapi masyarakat di beberapa wilayah. Kami akan mengawalinya dengan mendapatkan gambaran lewat media monitoring atas situasi berita pelayanan public di 3 kota yang telah dipilih. Setelah gambaran didapat, maka akan dilakukan training jurnalistik di 3 kota lewat dua tahap untuk memberikan gambaran terhadap pelayanan public yang harusnya diperhatikan oleh media dan para blogger. Training tersebut juga memasukkan unsur bagaimana pemanfaatan social media sebagai perpanjangan dari pengemasan isu soal pelayanan public ini. Setelah itu kami akan melakukan media monitoring atas pemberitaan paska pelatihan. Selain itu kami juga mengusahakan untuk hadirnya bahan bacaan yang relevan untuk kepentingan para jurnalis dan blogger tersebut. LSPP juga memiliki program bernama Mochtar Lubis Award yang memberikan penghargaan kepada para jurnalis berprestasi. Jurnalis pemenang Mochtar Lubis Award dalam kategori pelayanan public bisa dijadikan narasumber dalam training ini sembari berbagi pengalaman untuk menghasilkan karya jurnalisme terbaik.<br /> Pihak yang akan menerima manfaat dari proyek ini adalah para jurnalis dan blogger di wilayah Samarinda, Ambon, dan Bandar Lampung (alasan pemilihan lokasi lihat pada proposal lengkap). Total peserta yang diharapkan dari pelatihan ini adalah 45 wartawan dan blogger dari tiga kota di atas (dalam range usia yang masih produktif)

Ukuran kesuksesan:
• Adanya gambaran / pemetaan / hasil penelitian tentang situasi pemberitaan yang terkait dengan pelayanan public di 3 kota yang dipilih<br /> • Adanya pelatihan jurnalistik dalam dua tahap di tiga kota yang melibatkan wartawan dari media mainstream dan para blogger yang konsern dengan masalah pelayanan public<br /> • Adanya pemantauan atas hasil pemberitaan paska training<br /> • Tersedianya bahan bacaan yang relevan<br /> • Adanya laporan akhir dari kegiatan ini

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas