Memberdayakan Unit Ekonomi Usaha Kecil dan Menengah Berbasis Media Komunitas

490

490 - Memberdayakan Unit Ekonomi Usaha Kecil dan Menengah Berbasis Media Komunitas


Nomor:
490

Inisiator:
Yay. Padepokan Musa Asy’arie

Organisasi:
Yay. Padepokan Musa Asy'arie

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Sleman, Yogyakarta

Dana:
280 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
12 bulan (1 tahun) dari bulan Januari hingga Desember 2012

Deskripsi Proyek:
Media komunitas ini akan berbentuk majalah yang diterbitkan sebulan sekali sebanyak 35 halaman dan website. Pengembangan website digunakan agar coverage media semakin luas, tidak hanya terbatas di Yogyakarta saja, tapi juga di daerah lain. Majalah yang akan diterbitkan sebagai media komunitas tersebut akan dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Majalah akan berisi berbagai informasi mengenai peluang-peluang bisnis dan kewirausahaan; pengelolaan keuangan untuk bisnis skala kecil dan menengah; strategi pemasaran untuk usaha kecil dan menengah; kredit perbankan; ataupun profil orang-orang yang berhasil mengelola bisnis kecil dan menengah; dan lain sebagainya. Rubrikasinya akan berisi liputan, artikel/opini, profil, sesuai kebutuhan unit usaha kecil. Majalah akan cetak sebanyak kurang lebih 1500 eksemplar, dan didistribusikan kepada para pelaku usaha kecil di lingkungan PADMA dan anggota Paguyuban Pedagang Maliboro, dan dibagikan secara gratis.

Masalah yang ingin diatasi:
Selama ini, PADMA telah memberikan pendampingan dan bantuan modal kepada unit usaha kecil di sekitar PADMA. Ada kurang lebih 32 unit usaha kecil yang sudah diberi bantuan dan asistensi usaha selama kurang lebih 3 tahun belakangan. Namun, hal itu teryata tidak cukup. Keberhasilan usaha kecil ternyata tidak hanya bergantung pada modal dan kerja keras, tapi juga informasi. Seperti dikemukakan Joseph Stiglitz, peluang-peluang globalisasi dan perdagangan dunia tidak bisa dimanfaatkan secara merata karena ketimpangan informasi. Di sini, ada yang mendapatkan lebih (the have) dan ada yang kurang atau bahkan tidak mendapatkan sama sekali (The have not). Di tingkatan nasional, sebenarnya, telah banyak koran dan majalah ekonomi-bisnis dan juga perbankan seperti Trust, Warta Ekonomi, Kontan, Bisnis Indonesia, dan lain sebagainya. Namun, media ini berbayar dan biasanya ditujukan untuk kelas menengah ke atas. Bahasanya juga relatif susah dicerna oleh orang awam. Sebaliknya, media yang khusus melayani segmen masyarakat ekonomi bawah atau secara khusus unit usaha kecil relatif belum tersedia ataupun jika ada kurang memadai. Rendahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu alasan tidak tersedianya akses media bagi mereka. Akibatnya, informasi mengenai berbagai peluang bisnis, kredit perbankan, pasar dan lain sebagainya hanya menjadi milik usaha menengah ke atas sehingga kesenjangan informasi ini berujung pada kesenjangan ekonomi. Pelaku unit usaha kecil tidak mendapatkan informasi yang cukup sehingga tidak atau kurang mampu mengembangkan usaha mereka secara baik. Padahal, terdapat banyak peluang jika mereka diberi informasi yang memadai. Untuk itu, perlu kiranya dibuat media komunitas yang dibagikan secara gratis. Dengan begitu, para pelaku unit usaha kecil akan mendapatkan informasi yang relatif memadai. Sasarannya tentu saja para pelaku bisnis skala kecil seperti pengusaha katering rumahan, penjual gudek, pengusaha snack skala kecil, pedagang manik-manik di Malioboro, dan lain sebagainya. Dengan cara demikian, mereka akan mendapatkan cukup informasi. Kemudian, lambat laun, ketika manfaat-manfaat itu sudah didapatkan kelompok usaha kecil tersebut akan mampu membuat media komunitas sendiri di bawah atau tanpa dampingan PADMA

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Menerbitkan majalah yang akan diterbitkan sebagai media komunitas tersebut akan dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Majalah akan berisi berbagai informasi mengenai peluang-peluang bisnis dan kewirausahaan; pengelolaan keuangan untuk bisnis skala kecil dan menengah; strategi pemasaran untuk usaha kecil dan menengah; kredit perbankan; ataupun profil orang-orang yang berhasil mengelola bisnis kecil dan menengah; dan lain sebagainya.<br /> Pihak yang akan menerima manfaat dari proyek ini adalah para pelaku usaha kecil dan menengah di Yogyakarta, terutama pelaku usaha kecil di sekitar Padepokan Musa Asy’arie dan kelompok usaha kecil yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Malioboro Yogyakarta yang jumlahnya tidak kurang dari 1000 orang/keluarga. Secara luas, kelompok usaha kecil di seluruh Indonesia, terutama yang mengakses informasi dari laman web.

Ukuran kesuksesan:
Para pelaku unit usaha kecil mendapatkan informasi yang relatif memadai. sehingga dapat mengembangkan usahanya.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas