JEPRET !!, Suara Anak Pinggiran

523

523 - JEPRET !!, Suara Anak Pinggiran


Nomor:
523

Inisiator:
Adrianus Mulya

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
400 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
1 tahun (7 November 2011 – 7 November 2012)

Deskripsi Proyek:
JEPRET !! adalah program pemberdayaan anak anak pinggiran untuk memotret kehidupan mereka sehari hari dengan memanfaatkan fitur kamera pada pesawat telepon genggam berharga murah. Kemudian hasil foto mereka akan di distribusikan melalui jaringan sosial media (twitter, facebook, multiply), serta sebuah web khusus yang menampung hasil karya anak anak pinggiran. Tujuannya agar masyarakat luas memperoleh pengetahuan problematika harian mereka. Anak anak akan dilatih dasar foto jurnalistik supaya mereka bisa memanfaatkan fasilitas kamera pada telepon genggam murah tersebut sebagai sarana menyuarakan masalah yang mereka hadapi. Keunggulan gambar foto adalah mudah dilihat, tidak memerlukan alat yang rumit seperti video, cepat mengkasesnya dan murah. Jurnalistik untuk melatih kepekaan anak terhadap problematika yang mereka hadapi sehari hari. Penggunaan istilah anak pinggiran adalah anak anak yang mengalami ketidakadilan struktural, kultural dan tindakan represi fisik, dilakukan oleh pemerintah melalui kebijakan kebijakannya dan masyarakat karena kurangnya informasi tentang hak anak.

Masalah yang ingin diatasi:
Pemberitaan media umumnya tidak bersudut pandang anak, kurangnya liputan tentang hak-hak anak, anak pinggiran tidak memiliki media komunikasi yang murah dan efektif, anak pinggiran perlu media komunikasi untuk saling berbagi masalah sehari hari mereka stigma negatif tentang anak pinggiran, dan anak anak belum mengenal dengan baik media internet dan teknologi

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
– Memanfaatkan sosial media, telepon genggam murah dan layanan telekomunikasi untuk menyuarakan hak anak pinggiran.<br /> – Melatih anak anak pinggiran bagaimana menggunakan sarana sosial media, pesawat telepon genggam murah dan layanan telekomunikasi sebagai alat untuk bersuara.<br /> – Melatih anak pinggiran untuk berbicara melalui medium fotografi dengan memotret setiap kejadian mereka alami sehari hari. Mengapa foto? Dengan kemajuan teknologi telepon genggam berfitur kamera digital menjadi murah, memotret menjadi kegiatan yang sangat mudah, bahkan menjadi rutinitas dikalangan anak anak. Tinggal pencet jadi gambar. Selain itu bendanya ringan,kecil dan mudah dibawa bawa, sehingga ketika ada kejadian anak bisa langsung memotret dan mengunggahnya. Melalui citra visual, orang akan mudah mendapatkan gambaran suasana di lokasi kejadian masing masing.<br /> – Membuat blog foto berbasis “engine open source”, berisikan hasil karya anak anak sehingga mereka bisa saling mempelajari kehidupan satu komunitas dengan komunitas lainnya, dan suara mereka bisa didengar masyarakat luas.<br /> – Membuat halaman facebook, akun twitter dan sarana social media lain.<br /> – Mendorong anak2 pinggiran untuk terus memotret dan mengunggah hasil jepretannya dengan insentif pulsa Rp. 5000 per 5 foto. Pengunggah terbanyak tiap bulan akan mendapat bonus pulsa Rp.25000,00, dan hasil foto terbaik akan mendapat beasiswa magang di media.<br /> Pihak yang akan menerima manfaat dari proyek ini adalah anak anak pinggiran Jabodetabek, anak-anak pinggiran pada umumnya akan meniru proyek ini untuk komunitas mereka, kelompok pemerhati hak-hak anak, wartawan dan media akan mendapat inspirasi liputan, dan pembuat kebijakan kota, serta akademisi dan para aktivis sosial akan mendapat informasi tentang anak pinggiran

Ukuran kesuksesan:
– Bila dicari dengan mesin pencari google menggunakan kata kunci : anak pinggiran, anak jalanan, “street children”, “Indonesian street children”, halaman web ini yang akan tampil.<br /> – Sebanyak 50 anak akan bisa memanfaatkan pesawat telepon genggam untuk memotret, kemudian mengunggahnya ke akun sosial media untuk menyuarakan kehidupan mereka.<br /> – Kegiatan ini bisa menjadi inspirasi anak anak lain untuk melakukan hal yang sama dengan jumlah penggunggah lebih dari 50 anak.<br /> – Jumlah foto diunggah oleh peserta didik dalam seminggu sebanyak 25 foto.<br /> – Jumlah pengakses website 500 pengunjung unik per hari<br /> – Akun twitter berhasil menjaring 5000 follower di akhir proyek<br /> – Akun facebook berhasil menjaring 5000 facebook fan page.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas