Ibu Rumah Tangga Perdesaan “Melek” Media untuk Peningkatan Partisipasi Perempuan dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi

551

551 - Ibu Rumah Tangga Perdesaan “Melek” Media untuk Peningkatan Partisipasi Perempuan dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi


Nomor:
551

Inisiator:
Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL)

Organisasi:
Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL)

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Bandar Lampung

Dana:
600 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Januari 2014

Deskripsi Proyek:
Ibu rumah tangga di perdesaan menjadi kelompok paling rentan yang menjadi “korban” TV melalui tayangan gosip dan sinetron. Mereka menjadi lebih peduli terhadap perkembangan cerita sinetron dan kasus artis ketimbang memikirkan solusi kelangkaan minyak tanah yang menyebabkan uang belanja dapur mereka menipis. Keberadaan radio komunitas (rakom) di perdesaan dapat menjadi jembatan bagi ibu rumah tangga dan masyarakat dalam mengkritisi media TV. Dengan rakom, ibu rumah tangga dapat menyampaikan keluhan dan protesnya terhadap tayangan TV. Dalam hal ini rakom menginisiasikan adanya program siaran khusus untuk ibu rumah tangga bersuara tentang keluhan/protes tayangan TV, ruang ekspresi dan ajang “cari solusi” bagi masalah yang mereka hadapi. Selain itu, rakom berperan mendidik ibu rumah tangga perdesaan “melek” media untuk meliterasi media. Sebagai strategi memperkuat, rakom dapat menjembatani peran pemerintah di perdesaan. Rakom dan pemerintah dapat mendorong adanya 1 jam khusus untuk mematikan TV dan mengisinya dengan kegiatan “belajar” yang bertujuan menggali potensi perdesaan dan ibu rumah tangga.

Masalah yang ingin diatasi:
Mendorong ibu rumah tangga di perdesaan “melek” media, meningkatkan partisipasi ibu rumah tangga di perdesaan dalam mengkritisi tayangan TV, m endorong terlaksananya 1 jam khusus mematikan TV di perdesaan untuk kegiatan “belajar” desa yang kreatif, ekaspresif dan menghargai kelokalan, dan mendorong Pemerintah daerah lebih memperhatikan kehidupan perdesaan dengan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat dari keluhan-keluhan tayangan TV.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Mendidik ibu rumah tangga perdesaan “melek” media dengan membuka wawasan mereka tentang hak masyarakat terhadap media, bentuk-bentuk literasi, dan fungsi media, mendamping ibu rumah tangga dalam meliterasi tayangan TV, menyediakan program siaran khusus di rakom yang digunakan sebagai media literasi ibu rumah tangga, memetakan kebutuhan informasi ibu rumah tangga terhadap informasi dalam bentuk kertas posisi, mendudukan pemerintah daerah, DPRD dan ibu rumah tangga untuk menindaklanjuti kertas posisi menjadi kebijakan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan informasi perdesaan, mendorong adanya 1 jam khusus mematikan TV di perdesaan yang diisi dengan kegiatan “belajar” masyarakat.<br /> Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah ibu rumah tangga, 4 radio komunitas di 4 Kabupaten Lampung, pemerintah desa, dan DPRD di 4 kabupaten.

Ukuran kesuksesan:
Tersedianya rekam proses literasi tayangan TV yang disampaikan melalui rakom, tersedianya program siaran rakom khusus bagi ibu rumah tangga perdesaan, adanya 1 jam khusus mematikan TV di perdesaan, ada peta masalah dan daftar kebutuhan informasi ibu, rumah tangga perdesaan dalam bentuk position paper, ada proses penyampaian aspirasi dan kebutuhan ibu rumah tangga kepada Pemerintah daerah, dan ada forum khusus (multi stakeholder) untuk membahas position paper ibu rumah tangga untuk dirumuskan dalam kebijakan pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan informasi perdesaan.