Bahasaku, Penapis Kesalahan Bahasa Indonesia Digital

599

599 - Bahasaku, Penapis Kesalahan Bahasa Indonesia Digital


Nomor:
599

Inisiator:
Niknik Mediyawati

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Serpong, Tangerang

Dana:
789 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
1 tahun (November 2011 s.d. Oktober 2012)

Deskripsi Proyek:
Media massa, khususnya internet, adalah alat komunikasi yang berfungsi menyebarkan pesan secara serempak dan cepat kepada audiens yang luas dan heterogen. Media massa juga telah menyentuh hampir semua aspek dalam kehidupan sehari-hari. Isi berita pun beraneka ragam ilmu pengetahuan dan dapat dibaca juga siapa pun. Penyampaian informasi ini bersamaan dengan penyebaran penggunaan bahasa Indonesia tanpa adanya pemantauan media berupa penapis atau filter yang berfungsi sebagai kontrol bahasa digital, apakah bahasa Indonesia yang digunakan sudah benar sesuai kaidah bahasa atau belum. Kami ingin meneliti kesalahan bahasa apa saja yang banyak ditemukan di laman Detik.com. dan dengan berbekal data kesalahan tersebut kami ingin membuat sistem penapis kesalahan bahasa sebagai kontrol bahasa. Kami menilai pada laman tersebut masih banyak ditemukan adanya kesalahan bahasa. Jika kesalahan tersebut dibiarkan begitu saja, berarti telah terjadi penularan kesalahan bahasa secara tidak langsung kepada para pembaca. Kami hadir untuk memunculkan suatu sistem penapis atau filter bahasa sebagai kontrol bahasa. Siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia jika bukan kita sebagai warga negara Indonesia?

Masalah yang ingin diatasi:
Menyelamatkan terlestarikannya bahasa persatuan bahasa Indonesia yang kini mulai kurang diperhatikan dengan cara menyadarkan masyarakat untuk turut memantau penggunaan bahasa Indonesia digital melalui “Bahasaku”, sistem kontrol bahasa pada laman Detik.com sehingga sikap positif terhadap bahasa Indonesia akan muncul dan tetap bisa terpelihara dengan baik.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
“Bahasaku”, sistem penapis/ penyaring kesalahan bahasa yang kami ajukan akan mengambil teks dari konten berita dengan metode RSS pada situs masing-masing. Kemudian, sistem “Bahasaku” akan mengolah kata-kata yang ada dalam konten berita tersebut dan hasil akhirnya akan muncul keterangan jumlah kata yang tidak sesuai dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Melalui penelian ini pun, hasil olahan data dapat menetukan peringkat web dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.<br /> Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah wartawan sebagai penyampai informasi, kalangan akademisi, dan masyarakat Indonesia sebagai pengguna dan pemilik bahasa nasional bahasa Indonesia. Selain itu, sistem “Bahasaku” juga dapat membantu Pusat Bahasa, sebagai lembaga pemerintah dalam menyosialisasikan program penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ukuran kesuksesan:
Pertama, program “Bahasaku” sebagai sistem penapis bahasa (sistem pendeteksi kesalahan bahasa) berfungsi dengan baik dan diminati pembaca dan penulis. Semakin banyak pengguna berarti semakin banyak manfaat sistem tersebut.<br /> Kedua, dengan adanya sistem pendeteksi “Bahasaku”, berarti semakin banyak masyarakat mengetahui kesalahan bahasa dan masyarakat baik pembaca maupun penulis laman semakin sadar akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, semakin peka terhadap kesalahan bahasa Indonesia digital, dan semakin berusaha untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.<br /> Ketiga, timbulnya sikap positif terhadap bahasa Indonesia dengan cara membiasakan menulis berita dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas