622 - Penulisan dan Publikasi Serial Menentang Bungkam Korban Lapindo

Nama Inisiator

Walhi Jawa Timur

Organisasi

Walhi Jawa Timur

Topik

Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Deskripsi Proyek

Merupakan proyek penulisan kondisi-kondisi realitas lapangan yang terjadi di wilayah semburan lumpur lapindo secara panjang dan mendalam. Sebelumnya, pada tahun 2010 telah dilakukan penulisan masalah sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan yang telah menjadi buku: 29 Cerita Menentang Bungkam, diterbitkan atas kerjasama Walhi Jawa Timur, Jatam, dan Kanal Penerbit. Penulisan ini melibatkan 8 kaum muda korban lapindo dengan proses awal mengenalkan model penulisan, menguatkan teknik interview, melakukan investigasi, hingga penulisannya. Arus utama media jarang memberitakan persoalan-persoalan realitas secara mendalam dan panjang. Buku dan terbitan terkait kasus lumpur lapindo juga lebih banyak ditulis oleh berbagai pihak di luar korban dalam waktu singkat. Penulisan 29 Cerita merupakan paduan rangkuman riset mendalam dan panjang terkait realitas lapangan. Perpaduan hasil riset panjang dan penguatan budaya tutur dalam menggali informasi berbasis korban menyajikan realitas-realitas berbeda dari apa yang tersaji secara umum melalui media massa. Seri pertama 29 Cerita Menentang Bungkam berisikan cerita-cerita kondisi ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan politik warga. Ide penguatan lebih mendalam terkait cerita warga yang pernah dituliskan terlahir setelah penerbitan pertama. Penulisan dan pendokumentasian dalam bentuk visual yang dilakukan oleh kaum muda korban akan lebih menjamin proses pendokumentasian secara kontinyu dan berorientasi obyektivitas catatan kesejarahan kedepan.

Masalah yang Diangkat

Dinamika yang terjadi akibat dampak lumpur lapindo tidak terekam secara terus menerus. Pemberitaan kasus lumpur Lapindo di arus utama media tak cukup merangkum realita-realita yang terjadi secara mendalam. Belum banyak publikasi yang mengungkapkan sisi korban sebagai penuturnya. Kondisi realitas warga menjadi tersisihkan dengan kedangkalan penyajian. Empati dan solidaritas terkikis dengan pengarusutamaan sisi-sisi kasus yang parsial. Posisi warga korban lebih terjepit dengan kondisi berhadapan langsung dengan penguasa kapital yang luar biasa tangguh, bahkan menggurita dalam kapitalisasi media dan bentuk publikasi lainnya. Kaum muda korban lapindo menjadi kunci penting memerankan pendokumentasian dan peyuaraan meluas agar tidak terjadi pembelokan-pembelokan realita.

Solusi

Sebagai penguatan inisiatif di atas, kami akan melakukan: 1.Penguatan sumber daya penulis. Agar penggalian realita-realita melalui tutur korban semakin bisa terdokumentasi dan tersajikan dalam tulisan yang lebih renyah dibaca oleh publik. 2.Monitoring-riset mendalam terfokus kondisi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Agar tulisan bisa mendalam mencakup datail situasi yang ada. 3.Introduksi model pendokumentasian kreatif untuk penguatan publikasi bersperspektif korban 4.Membuat tulisan dan bentuk pendokumentasian kreatif yang dipublikasi terus menerus.

Yang akan mendapat keuntungan utama adalah korban lapindo yang berada di kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon yang selama ini tidak mendapatkan porsi layak penyuaraan kondisi yang dialami selama lebih dari lima tahun. Badan Publik di wilayah lokal Sidoarjo, di wilayah propinsi Jawa Timur, dan di pemerintahan pusat akan memiliki pemahaman yang lebih dalam dan bisa mengambil kebijakan strategis dari bacaan realitas yang dituliskan. Jurnalis akan mendapatkan referensi bahan tulisan untuk memahami kasus lumpur lapindo dan melakukan liputan. Publik secara luas akan mendapatkan informasi yang lebih obyektif atas situasi kasus.

Target

Yang akan mendapat keuntungan utama adalah korban lapindo yang berada di kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon yang selama ini tidak mendapatkan porsi layak penyuaraan kondisi yang dialami selama lebih dari lima tahun. Badan Publik di wilayah lokal Sidoarjo, di wilayah propinsi Jawa Timur, dan di pemerintahan pusat akan memiliki pemahaman yang lebih dalam dan bisa mengambil kebijakan strategis dari bacaan realitas yang dituliskan. Jurnalis akan mendapatkan referensi bahan tulisan untuk memahami kasus lumpur lapindo dan melakukan liputan. Publik secara luas akan mendapatkan informasi yang lebih obyektif atas situasi kasus.

Indikator Sukses

Terlibatnya minimal 15 penulis baru kaum muda korban lapindo dan 5 kaum muda diluar korban Terbitnya minimal dua seri buku 29 Cerita Menentang Bungkam Korban Lapindo, terkait keselamatan(kesehatan-lingkungan) dan bertahan dari keterpurukan ekonomi Terbitnya minimal 2 tulisan mendalam hasil riset terkait kondisi lingkungan dan hak informasi Adanya penerbit yang mau bekerjasama dalam penerbitan tulisan Adanya rencana aksi lanjutan yang digagas penulis korban lapindo di akhir proyek

Lokasi

Sidoarjo, Jawa TimurSidoarjo, Jawa Timur

Dana yang Dibutuhkan

215 Juta Rupiah

Durasi Proyek

15 bulan(Januari 2011 – Maret 2012)