Menembus Batas Dunia Melalui Kampung Bahasa Asing

626

626 - Menembus Batas Dunia Melalui Kampung Bahasa Asing


Nomor:
626

Inisiator:
Anton Setyo Nugroho

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jawa Tengah

Dana:
500 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Oktober 2012 – September 2014

Deskripsi Proyek:
Bangsa Indonesia yg berbineka tunggal ika ini layak diperhitungkan dijajaran dunia. Untuk menembus batas dunia itu diperlukan kesiapan dan strategi yang dasyat. Salah satu senjata ampuh yg wajib dikuasai adalah media bahasa asing. Kami ingin membentuk replika dunia dengan mewujudkan kampung bahasa asing dengan menumbuhkan pusat kursus murah. 4 Bahasa asing dunia yg layak dikuasai yaitu bahasa Inggris, Jepang, Arab dan China. Ide ini akan menembus batas kebinekaan karena kedepan akan banyak masyarakat dari berbagai macam suku bangsa bersatu padu belajar bahasa di kampung ini. Visi kami adalah meretas kebhinekaan, menembus dunia.

Masalah yang ingin diatasi:
1. Masalah penguasaan bahasa asing bagi masyarakat Indonesia masih sangat lemah untuk itu diperlukan media murah meriah dan cepat untuk meningkatkan penguasaan bahasa mereka. 2. Mempermudah penguasaan bahasa karena mereka akan hidup seperti di luar negeri. 3. Meretas batas kebhinekaan karena semua orang suku ras dgn segala tingkatan akan bertemu disini.”

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Langkah-langkah yang dijalankan yaitu: 1. Menyadarkan masyarakat dan membuat kesepakatan bersama. 2. Membentuk kursus gratis selama 2 tahun untuk menarik generasi muda kampung belajar bahasa asing secara intensif. 3. Promosi media dan menggalang dukungan luar negeri untuk mencari volunter bahasa native untuk datang ke kampung ini. Target awal adalah anak-anak (8 – 10 thn), remaja (10 – 15 thn) dan generasi muda (16 – 30 thn). Lokasi awal Kec. Sukorejo, Kabupaten Kendal

Ukuran kesuksesan:
Tahun pertama: 1. Mencari formula belajar bhs asing secara cepat. 2. Merangsang generasi muda untuk aktif belajar bahasa dgn target kecamatan. 3. Menyiapkan tenaga pendidik lokal. Tahun kedua: 1. Menjamurnya kursus-kursus lain di kampung ini dengan binaan kami. 2. Semakin menarik masyarakat luar kecamatan utk datang ke tempat ini berlatih bahasa. 3. Promosi media sudah mulai merambah ke luar. 4. Mampu menerobos kerjasama dgn volunter bahasa luar negeri. Target setelah 10 tahun kampung ini akan menjelma menjadi kampung bahasa asing.”

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas