LRS (Leutika Reading Society)

633

633 - LRS (Leutika Reading Society)


Nomor:
633

Inisiator:
Leutika

Organisasi:
leutika

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Yogyakarta

Dana:
750 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Januari 2013 (1 tahun) dan berkelanjutan secara mandiri

Deskripsi Proyek:
LRS (Leutika Reading Society) awalnya adalah program CSR (Corporate Social Responsibilities) dari Leutika, sebuah penerbit buku di Yogyakarta. Sejak berdiri penerbit ini memang fokus mengembangkan basis komunitas online dalam berbagai aktivitasnya. Dan hasilnya terlihat dari tingkat partisipasi yang tinggi dari komunitas.<br /> <br /> Tujuan membentuk LRS adalah meningkatkan atensi masyarakat terhadap aktivitas membaca dan diharapkan berlanjut ke aktivitas menulis. Dengan berkembangnya bentuk media, maka menulis di media internet adalah cara yang mudah, murah dan sangat cepat diakses pembaca untuk berbagi pemikiran, berita atau konten bermanfaat lainnya.<br /> <br /> Saat ini LRS sudah ada di lebih dari 20 kota se-Indonesia, dengan anggota mulai dari 5 hingga50 orang di tiap chapter (istilah untuk cabang LRS) dan dikoordinir 1 orang yang bekerja sukarela. Potensi yang jelas terbaca dari komunitas LRS ini adalah:<br /> 1) Jangkauan wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia, mewakili unsur lokalitas. 2) Anggota komunitas adalah para penikmat buku/ pembaca media dan pecinta dunia menulis. 3) Pemahaman akan lokalitas (dengan aktivitas membaca dari berbagai media atau mengalami langsung) dan kemampuan dalam menulis akan menjadi kekuatan besar agar konten media internet secara keseluruhan akan menjadi beragam dan kaya warna.

Masalah yang ingin diatasi:
Keterbatasan sumber daya dan sumber dana membuat potensi LRS belum tergali maksimal. LRS di tiap chapter belum mendapat dukungan untuk bisa mengakses internet dengan mudah. Yang sudah dilakukan adalah mengirimkan buku-buku gratis untuk dibaca kemudian berbagi tentang isi buku lewat facebook atau blog.<br /> Berbagai bentuk kegiatan lanjutan seperti pelatihan kepenulisan, jurnalistik, penulisan buku tentang budaya setempat dan sebagainya masih menjadi agenda yang belum terlaksana. Penyebaran LRS harusnya bisa lebih merata jika para koordinator mendapat insentif dan dukungan yang cukup sehingga banyak yang bersedia bergabung.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Membuat website lrs.org untuk kepentingan komunikasi antar LRS sekaligus membentuk jaringan yang masif dan menyediakan wadah untuk menulis hal yang berkaitan dengan konten lokalitas, termasuk di dalamnya tulisan tentang kritik media lokal. Kemudian menyediakan akses internet untuk tiap LRS dan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan baik online maupun offline akan membuat masyarakat makin antusias bergabung dalam LRS.<br /> <br /> Masyarakat khususnya pecinta baca dan menulis (dalam media apapun) di seluruh Indonesia.

Ukuran kesuksesan:
1) Secara kuantitatif adalah berdirinya LRS di 100 kota di seluruh Indonesia dan secara kualitatif adalah berhasilnya berbagai program kerja untuk memaksimalkan LRS. Sekaligus berkembangnya LRS di tiap chapter sehingga mampu memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki untuk terus melakukan kegiatannya tanpa bantuan dari pihak lain. Mereka bisa menjadi “rumah naskah” bagi para penerbit buku, menjadi “content writer” bagi situs berita online dsb. 2) LRS akan menjadi perpaduan gerak offline dan online yang sinergis bagi berkembangnya media yang beragam dan kaya dengan konten lokal.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas