Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP)

641

641 - Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP)


Nomor:
641

Inisiator:
Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP)

Organisasi:
Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP)

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Sleman, Yogyakarta

Dana:
300 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Aktivitas ini akan dilakukan selama satu tahun, yakni Januari 2012-Desember 2012.

Deskripsi Proyek:
Program ini merupakan monitoring atau media watch khusus untuk jurnalisme online. Situs yang akan dimonitoring di antaranya adalah kompas.com, vivanews.com. detik.com, mediaindonesia.com, tempo.com, dan republika.com. Program monitoring ini, sebagai proyek perdana, akan dilakukan selama 12 bulan. Setiap bulan akan dibuat laporan dalam dua versi, versi cetak dan online. Pada tahap pertama, akan dibuat instrumen monitoringnya, kemudian dilakukan monitoring berdasarkan instrumen yang sudah dibuat. Baik instrumen maupun hasil monitoring akan di-release melalui website. Dengan begitu, orang lain bisa melakukan hal yang sama (pemantauan berdasarkan instrumen yang ada) dan membaca hasil-hasil pemantauan. Selain itu, setiap hasil pemantauan akan dikirim ke media online bersangkutan. Standar pemantauan akan menggunakan standar jurnalisme profesional yang pernah dirumuskan oleh PKMBP dengan penyesuaian untuk media online.

Masalah yang ingin diatasi:
Keberadaan berbagai portal/situs berita kini menjadi sumber utama masyarakat Indonesia dalam mengakses informasi selain televisi. Penelitian Pustlibangdiklat LPP RRI dan PKMBP (2011) menemukan bahwa 20-30% responden menempatkan media online sebagai sumber informasi utama. Latar belakang inilah yang kemudian mendorong klaim sebagai era jurnalisme online. Sayangnya, dalam menjawab kebutuahan aktualitas informasi ini, para pekerja media online lebih banyak memenuhi tuntutan pola kerja yang cepat dan selalu mengejar aktualitas daripada mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik. Nilai berita yang mendasar seperti significance, prominance, dan magnitude, serta kaidah-kaidah jurnalisme seperti akurasi, keseimbangan, proporsionalitas, dan netralitas cenderung dinomorduakan. Berita online kerap hadir terpotong-potong, disusun tanpa proses matang dalam mekanisme rapat redaksi. Akibatnya, beritanya menjadi tidak penting dan kadang menyesatkan atau setidaknya membentuk opini tertentu, yang pada akhirnya menjadikan masyakat semakin kehilangan makna informasi meski jumlahnya melimpah.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Di tengah semakin menguatnya penggunaan media interaktif sebagai sumber informasi, maka menjadi tanggung jawab jurnalisme online untuk memperbaiki kinerjanya. Pemantauan ini diharapkan akan mendorong ke arah perbaikan kualitas jurnalisme online sehingga, pada akhirnya, jurnalisme online akan memenuhi standar jurnalisme profesional. Dengan terus-menerus dilakukan pemantauan, diharapkan akan muncul kesadaran pentingnya profesionalisme dalam jurnalisme online, terutama dalam menuliskan berita.<br /> Secara garis besar, ada dua pihak yang akan diuntungkan program ini, yakni pekerja jurnalisme online dan media online itu sendiri; dan kemudian masyarakat luas. Kemudian, oleh karena hasil-hasil monitoring ini akan direlease di internet, maka seluruh masyarakat Indonesia di manapun berada akan mendapatkan manfaat program ini.

Ukuran kesuksesan:
Keberhasilan program ini akan diukur dengan menggunakan indikator berikut:<br /> 1. Program pemantauan selama dua belas bulan berhasil dilakukan yang ditunjukkan oleh adanya laporan pemantauan sebanyak dua belas kali.<br /> 2. Respon positif dari masyarakat yang ditunjukkan oleh surat-surat yang masuk berkenaan dengan aktivitas monitoring<br /> 3. Respon dari media yang ditunjukkan oleh perbaikan-perbaikan terus-menerus yang didasarkan dari hasil pemantauan. Dengan demikian, program ini dikatakan berhasil jika dari hasil monitoring tersebut, kualitas jurnalisme online semakin bagus.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas