Menuju Masyarakat Peduli Media

642

642 - Menuju Masyarakat Peduli Media


Nomor:
642

Inisiator:
Romi Mardela

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Padang, Sumatera Barat

Dana:
50 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Januari-Desember 2012 (12 Bulan)

Deskripsi Proyek:
Media massa saat ini telah memiliki kebebasan yang seluas-luasnya, sehingga terciptanya informasi tanpa batas. Namun persoalan kemudian yang muncul adalah kurangnya pengawasan terhadap media itu sendiri, karena pimpinan di media tersebut terkadang luput, atau tertekan persaingan pasar maupun pemilik media. Dan juga sering melakukan (swasensor) sensor ganda terhadap terbitan (berita) di medianya sendiri. Hal ini menimbulkan kesewenangan, kesembronoan, bahkan kecenderungan media (pemberitaan) yang tidak mendidik masyarakat. Selain itu juga belum adanya riset (kajian) yang khusus mengenai pemberitaan media sebagai bentuk kontrol informasi yang disajikan kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah.<br /> Proyek ini mencoba menawarkan dan mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa masyarakat juga memiliki tanggung jawab serta hak terhadap–berita dari–media yang mereka baca. Selain itu juga belum bisa sepenuhnya menggantungkan pengawasan kepada institusi yang telah ada, seperti Dewan Pers–karena terbatasnya jangkauan serta anggota. Sehingga hal ini menimbulkan kewajiban bagi masyarakat untuk mengawasi media yang ada, terutama media arus utama di daerah setempat. Di samping itu, juga mengingatkan kembali bahwa orientasi media (pemilik, pimpinan) adalah sebagai pelayanan dan penyebar informasi kepada masyarakat bukan untuk kepentingan sendiri ataupun kelompok.

Masalah yang ingin diatasi:
Mengurangi/merevisi/memberi masukan terhadap media yang memuat: berita info (kegiatan pejabat yang kurang menyentuh kepentingan masyarakat), pemberitaan yang cenderung cabul, penulisan berita kriminal yang terlalu vulgar, berita headline terutama pada berita di media cetak yang tidak ada kedalaman berita dan bahkan sama dengan berita di media online yang publikasinya sudah jelas lebih dulu.<br /> Hal-hal tersebut di atas cenderung merugikan kepentingan masyarakat, karena mereka tidak mendapatkan informasi yang layak dan patut mereka dapatkan. Padahal masyarakat sekarang sudah semakin cerdas dengan ‘meluapnya’ sumber informasi dan seharusnya bisa lebih kritis (tidak menerima begitu saja) dalam menyikapi pemberitaan media arus utama.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Melakukan riset terhadap berita (terutama media cetak) harian yang terbit di daerah (Sumatera Barat/Kota Padang) selama sekitar satu tahun. Ada empat koran harian yang terbit di Sumbar. Melakukan riset (mengkaji) lebih dalam serta memetakan persoalan pemberitaan pada media tersebut. Sehingga mendapatkan rekomendasi yang pas dan tepat, guna perbaikan pemberitaan media ke arah yang lebih baik. Serta juga mempublikasikan hasil riset (kajian) tersebut kepada masyarakat, sehingga diharapkan munculnya (awareness) sikap kepedulian masyarakat terhadap media. Tidak sekedar pembaca, tapi juga sebagai pengontrol.<br /> Kegiatan yang dilakukan: berupa pengklipingan berita di koran daerah secara acak sesuai keperluan (tujuan) riset yang akan dilakukan. Pembagiannya diutamakan berdasarkan “bangun berita”. Kemudian dikelompokkan lagi sesuai kategori/jenis berita yang dibutuhkan.<br /> <br /> Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah<br /> 1. Masyarakat, terutama pembaca/pelanggan media bersangkutan, serta juga diharapkan bagi pembaca potensial lainnya usia 17-50 tahun (Guna menimbulkan kesadaran, dan kepedulian masyarakat)<br /> 2. Pimpinan Media Massa di Sumbar (terkait perhatian masyarakat terhadap medianya, dan perbaikan media ke arah yang lebih baik, sehingga juga meningkatkan kualitas bawahannya)<br /> 3. Pemegang Kebjikan (di pemerintah/non-pemerintah sebagai penyebaran informasi yang lebih luas)<br /> 4. Lembaga Swadaya Masyarakat (Sebagai penggerak/motor di masyarakat)<br /> 5. Mahasiswa (sebagai Social Control)

Ukuran kesuksesan:
1. Hasil Riset diterbitkan (dipublikasikan secara luas)<br /> 2. Hasil Riset dapat dilanjutkan (diteruskan), sehingga benar-benar munculnya kepedulian masyarakat terhadap media yang dibacanya, ditandai dengan: munculnya berbagai masukan, kritikan, dan pembahasan terkait di media bersangkutan.<br /> 3. Pemilik/Pimpinan media menerima/memperbaiki/serta mengakomodir hasil riset (kajian) ini terhadap terbitan medianya. Pimpinan media yang lebih mengakomodir serta mengerti dan melayani kepentingan (kebutuhan) informasi yang berorientasi pembaca.<br /> 4. Riset (kajian) ini dapat diterapkan di derah lain.<br /> 5. Riset (kajian) ini dapat dilakukan pada media yang lebih luas terutama terhadap media cetak yang terbit lebih luas (nasional) dan media elektronik (tv, radio, website).

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas