Mengembangkan /Merawat bahasa daerah di 5 lokasi di Indonesia lewat radio komunitas dan media internet.

674

674 - Mengembangkan /Merawat bahasa daerah di 5 lokasi di Indonesia lewat radio komunitas dan media internet.


Nomor:
674

Inisiator:
JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia)

Organisasi:
JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia)

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jawa Tengah

Dana:
325 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
JUni 2011- Juni 2012

Deskripsi Proyek:
Ciri utama sebuah bangsa beradab adalah bahasa. dan Indonesia mempunyai kekayaan bahasa daerah yang dengan kehadirannya bisa dijadikan alat untuk menumbuhkan sikap menghargai perbedaan.

Masalah yang ingin diatasi:
Menurut penelitian UNESCO, beberapa bahasa ibu di sejumlah negara akan hilang dalam 100 tahun. Sementara sejumlah bahasa ibu di Indonesia yang sudah hilang, kebanyakan terdapat di Papua, seperti bahasa Bapu, Darbe, Waris, dan sebagainya. Dari hasil penelitian Pusat Bahasa, jumlah bahasa daerah di Indonesia mencapai 462. Sedangkan menurut UNESCO, bahasa daerah di Indonesia sebanyak 746 bahasa. “Jumlah bahasa daerah yang berhasil didata Pusat Bahasa mencapai 462 bahasa di luar bahasa daerah di Papua dan Maluku (Galamedia,19 Februari 2010). Berarti dalam beberapa tahun ke depan, pemakai bahasa lokal akan berkurang jumlahnya sedikit demi sedikit, apabila dimulai dari sekarang tidak diperhatikan, maka ketika 100 tahun ke depan, bahsa lokal tersebut hilang.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Radio komunitas yang ciri utamanya siaran dengan bahasa lokal dijadikan media untuk menumbuhkan kembali bahasa lokal ini. Kita akan mencoba dengan percontohan di 5 lokasi yang ada radio komunitasnya dan mencirikan bahasa daerah-nya berbeda-beda.<br /> Memproduksi konten (Berita, ILM, Talkshow, Buletin dll) dengan konten lokal dan disampaikan dengan bahasa lokal. di tingkat Nasional akan ada portal tentang produk produk ini.<br /> Yang diuntungkan:<br /> yang paling utama akan diuntungkan adalah penduduk di area layanan radio komunitas yang dijadikan pilot project. yakni di Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan NTB. pemilihan lokasi dan radio komunitasnya lebih detail ada dalam proposal lanjutan.

Ukuran kesuksesan:
NA

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas