Media Eksistensi LGBT

678

678 - Media Eksistensi LGBT


Nomor:
678

Inisiator:
Hartoyo

Organisasi:
Lembaga Ourvoice

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
Rp 786,805,000

Topik hibah:
Meretas batas - kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Maret 2012 - Agustus 2013

Deskripsi Proyek:
"Program ini akan memfokuskan pada beberapa aspek ; 1. Pendidikan (skill dan kesadaran kritis) komunitas, 2. Pengorganisasian komunitas, 3.Kemandirian kelompok (fundraising) dan 4. Kampanye publik untuk isu LGBT. Aktor yang melakukan kegiatan itu melalui pemberdayaan LGBT, yang masing-masing akan dibagi dalam kelompok penulisan artikel, photografi, film dokumenter dan reportase audiovisual. <br /> <br /> Tahapannya; penguatan 4 kelompok (photografi, film dokumenter, reportase audiovisual dan penulisan artikel) melalui pertemuan rutin bulanan, masing-masing kelompok akan didampingi satu orang mentor selama 18 bulan. <br /> <br /> Selain peningkatan skill juga dibangun soal kemandirian komunitas dan pengembangan program pada wilayah lain. <br /> <br /> Untuk pengembangan skill pada wilayah lain, fasilitator akan lebih melibatkan komunitas LGBT untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang telah didapat selama ini. Sehingga harapannya diwilayah lain akan “lahir” komunitas LGBT untuk media, dan proses ini juga terjadi sharing pengalaman secara kontiyu dan memperkuat jaringan sesama komunitas LGBT. <br /> <br /> Berita yang ada di website tidak hanya berhenti di website ourvoice saja tetapi juga akan dilink kan melalui media lain seperti groups facebook, twitter, website jurnalisme warga (seperti kompasiana dan politikana), broadcast BBM, millis maupun dalam bentuk cetak(Zine).<br /> <br /> Program ini merupakan keberlanjutan dari program awal Ourvoice yang didukung oleh lembaga Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PKM)."

Masalah yang ingin diatasi:
"1. Penerima manfaat langsung LGBT, 100 orang di wilayah Jabodetabek, secara kontiyu mendapatkan penguatan (baik skill maupun perspektif). Kelompok ini menjadi aktor yang menghasilkan produk kampanye, pendidikan dan advokasi untuk LGBT, masyarakat dan negara.<br /> <br /> 2. Penerima tidak langsung LGBT, LSM, Universitas, masyarakat diseluruh Indonesia khususnya yang mengakses internet, BBM dan Handphone.<br /> <br /> 3. Kelompok LGBT yang tidak mengakses internet khususnya wilayah Jabodetabek melalui distribusi media cetak Zine bulanan."

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
"1. Marjinalisasi dan justifikasi LGBT yang banyak dilakukan oleh media-media mainstream (stigma negatif, diskriminasi, tidak berpihak). <br /> <br /> Pemberitaan LGBT misalnya berkaitan dengan tindakan kriminal selalu mengkaitkan identitas seksualitasnya. Selain itu keberadaan LGBT dimedia jikapun dibutuhkan menjadi bahan lucu-lucuan saja.<br /> <br /> 2.Minimnya promosi penegakkan hak asasi manusia untuk kelompok LGBT.<br /> <br /> Media jarang sekali menyampaikan tentang hak-hak LGBT kepada publik. Pembungkaman pada hak atas orientasi seksual dan identitas gender jadi isu pinggiran dalam pelanggaran HAM.<br /> <br /> 3. Tidak terakomodirnya cerita-cerita human interest LGBT melalui media-media<br /> Frame berpikir media bahwa LGBT adalah sesuatu yang salah. <br /> <br /> Kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia; Pedoman Prilaku Penyiaran Dan Standard Program Siaran Tahun 2009, pasal 23: <br /> <br /> Pemberitaan yang membahas atau mengandung muatan homoseksualitas dan lesbian tidak mempromosikan dan menggambarkan bahwa homoseksualitas dan lesbian adalah suatu kelaziman. <br /> <br /> 4. Masih sedikit LGBT yang berani terbuka ke publik, media internet menjadi satu media yang efektif dan aman bagi LGBT untuk berinteraksi secara sosial sesama LGBT."

Ukuran kesuksesan:
"Website :<br /> 1. Adanya website multimedia.<br /> <br /> 2. Adanya update berita, feature, view, foto, dan video di website.<br /> <br /> 3. Adanya progres pengunjung web yang dilihat dari Traffic Sources.<br /> <br /> 4. Adanya komentar-komentar dan diskusi dari pembaca sebagai feedback.<br /> <br /> 5. Adanya kontribusi tulisan dan foto dari komunitas LGBT.<br /> <br /> 6. Adanya rapat redaksi.<br /> <br /> Media Sosial<br /> 1. Adanya Twitter dengan pengikut yang semakin meningkat dan menjadi media sosial informasi yang efektif.<br /> <br /> 2. Adanya facebook sebagai media sosial informasi yang menguatkan komunitas.<br /> <br /> 3. Adanya media sosial informasi dengan menggunakan seluler.<br /> <br /> 4. Adanya komentar-komentar dan diskusi dari komunitas sebagai feedback <br /> <br /> Media Cetak<br /> 1. Adanya zine bulanan yang menjangkau komunitas yang tidak bisa mengakses internet sejumlah 4 rim.<br /> <br /> 2. Adanya rapat redaksi.<br /> <br /> 3. Adanya kontribusi tulisan <br /> <br /> Kelembagaan<br /> <br /> 1. Adanya kelompok relawan LGBT yang kuat (photografi,film dokumenter,reportase audiovisual, artikel tulisan dan radio).<br /> <br /> 2. Ourvoice menjadi lembaga acuan narasumber bagi maedia mainstrem untuk pemberitaan LGBT"

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas