Aku Bangga Jadi Anak Kampung

684

684 - Aku Bangga Jadi Anak Kampung


Nomor:
684

Inisiator:
NA

Organisasi:
Yayasan Pondok Rakyat

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Yogyakarta, DIY

Dana:
300 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari-Juni 2012

Deskripsi Proyek:
Kampung adalah wilayah yang dihuni oleh sebagian besar warga kota Yogyakarta. Kepadatan penduduk dan bangunan tinggi yang tinggi, minim fasilitas dan infrastruktur adalah ciri-ciri kampung. Ruang-ruang dalam kampung tidak terdefinisi dengan jelas, misalnya antara area publik dan privat, juga mempunyai fleksibilitas ruang yang tinggi. Kampung-kampung kota bergerak dinamis seiring dengan kebergerakan penduduknya, tak terkecuali bagi anak-anak dan remaja kampung yang hidup di dalamnya. Anak-anak dan remaja kampung merupakan generasi penerus kampung yang menggendong tugas masa depan untuk mewujudkan kampung yang lebih baik bagi seluruh penghuninya.<br /> Ironisnya, permasalahan anak dan remaja kampung adalah kurang dalamnya pengetahuan akan kampung baik identitas maupun potensinya, sehingga kurangnya keinginan untuk terlibat membangun kampung. Sebagaimana anak muda lainnya, anak kampung juga kalangan yang dengan mudah dapat mengakses perkembangan media sosial. Manfaat pendekatan pembuatan media informasi berbasis komunitas ada dua. Anak-anak dan remaja mengenali, mengangkat kebanggaan atas kampung sehingga dapat membangun semangat komunitas dan mau terlibat dalam pembangunan. Serta membangun jaringan dengan mitra kampung yang lainnya.

Masalah yang ingin diatasi:
1. Kurang dikenalnya sejarah kampung sendiri oleh anak muda kampung, serta berbagai potensi yang sesungguhnya ada.<br /> 2. Pengetahuan tentang kampung sendiri yang tidak dibahas terus menerus dan diangkat dalam lingkup yang lebih tinggi terkait pembangunan kota.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Mengadakan workshop menulis sejarah kampung, untuk mengenali sejarah kampung, mengajak warga yang berinteraksi dengan anak muda untuk bersama-sama menuliskannya kembali;<br /> 2. Mengadakan workshop menulis sejarah ruang kampung ruang, untuk mengenali potensi/permasalahan kampung dan memori warga Kampung terhadap ruang tersebut;<br /> 3. Mengajak anak muda kampung untuk merencanakan aksi meningkatkan kualitas berbagai<br /> ruang di kampung dengan memanfaatkan potensi yang ada.<br /> 4. Berbagai tulisan sejarah, memori kampung ditampilkan sendiri oleh anak muda kampung dalam berbagai media sosial untuk dapat dibahas dalam lingkup yang lebih luas.<br /> Yang diuntungkan:<br /> Kelompok anak muda kampung di tiga kampung di Kota Yogyakarta

Ukuran kesuksesan:
Sejarah kampung yang telah ditulis kembali dengan keterlibatan anak muda kampung, dan dapat ditampilkan dalam sebuah situs kampung. Yang secara terus-menerus dibahas dan dikembangkan.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas