Gerakan Jurnalisme Kampung Masyarakat Dayak

704

704 - Gerakan Jurnalisme Kampung Masyarakat Dayak


Nomor:
704

Inisiator:
Mata Enggang

Organisasi:
Mata Enggang

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Pontianak

Dana:
250 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari – Agustus 2012 (6 bulan)

Deskripsi Proyek:
Untuk memperjuangkan kedaulatan dan hak-hak masyarakat adat Dayak Kanayatatn/Salako atas tanah dan wilayah adatnya di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, perlu sebuah strategi perjuangan agar suara mereka yang terpinggirkan bisa keluar.<br /> Strategi ini kami sebut gerakan Jurnalisme Kampung yaitu adaptasi dari jurnalisme warga ke dalam konten lokal, di mana orang-orang kampung yang pernah mengenyam pendidikan bisa menulis, mendokumentasikan dan mempromosikan adat budaya dan kearifan lokal mereka dengan mudah dan praktis. Gerakan ini juga akan menyelamatkan eksistensi masyarakat adat ini sekaligus melestarikannya<br /> selain menjadi bagian dari bentuk perjuangan untuk memperoleh hak mereka yang terampas akibat kebijakan tata ruang yang salah. Intervensi program ini berupa pelatihan citizen journalism (menulis, photography dan multi media),<br /> pendokumentasian tempat-tempat keramat, budaya Topeng Loncek, weblog kampung.

Masalah yang ingin diatasi:
Status Hutan Produksi (HP) dan ekspansi pertambangan dan perkebunan sawit sekala besar di Desa Teluk Bakung, menyebabkan masyarakat Adat Dayak Salako/Kanayatn di sana tidak dapat lagi mengakses terhadap kawasan adat, tanah ulayat dan warisan mereka jauh sebelum Negara Indonesia ada. Akibatnya mereka tidak bisa mensertifikasi tanah-tanah mereka, kehilangan tempat-tempat keramat<br /> maupun SDA yang menjadi basis kehidupan mereka selama ini. Keadaan ini menyebabkan mereka miskin dan termarginalkan, anak-anak mereka putus sekolah dan menjadi penjarah hutan di sekitar kawasan, melakukan tindak kriminal dan kegiatan patologi sosial lainnya.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Dengan gerakan yang menggunakan tools Jurnalisme Kampung maka akan menghasilkan kaum muda, petani, buruh, pengurus adat, ibu rumah tangga pun bisa menulis, memotret, merekam , memanfaatkan multimedia dan mempublikasikannya secara offline maupun online, terutama berupa buku, webblog serta jejaring sosial lainnya. Gerakan ini akan melahirkan para jurnalis (wartawan) kampung, yang tidak saja menulis pada portal atau weblog Kampung, tetapi juga ke media-media lokal baik lokal maupun nasional.<br /> <br /> Yang diuntungkan: Masyarakat adat Dayak Desa Teluk Bakung

Ukuran kesuksesan:
1. Terpublikasinya minimal dua buku tentang kebudayaan dan kearifan lokal target grup.<br /> 2. Terpublikasinya minimal satu webblog kampung dan 30 weblog personal warga Teluk Bakung di<br /> internet.<br /> 3. Terlatihnya 15 wartawan kampung yang pandai dan aktif menulis di webblog kampung maupun<br /> media massa lokal di Kalimatan Barat maupun nasional.<br /> 4. Minimal ada 100 tulisan, foto dan video karya wartawan kampung.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas