GENERASI BERSIH Lomba Video HP: Pidato Anti Korupsi Remaja untuk Para Pejabat

708

708 - GENERASI BERSIH Lomba Video HP: Pidato Anti Korupsi Remaja untuk Para Pejabat


Nomor:
708

Inisiator:
Sutrisno Bandu

Organisasi:

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Makassar

Dana:
166 Juta Rupiah

Topik hibah:
Kebebasan dan etika bermedi

Masa Aktivitas:
Hari Anti Korupsi 9 Desember 2011 – 9 Maret 2012 (tiga bulan)

Deskripsi Proyek:
Penggunaan handphone (HP) di kalangan pelajar sudah meluas, termasuk penggunaan fasilitas kamera pada HP. Perluasan teknologi komunikasi ini harus diterima sebagai kemajuan, bahkan perlu diberi dukungan agar para pelajar memanfaatkannya untuk hal positif bagi masa depannya. Di satu sisi, para pejabat negara Indonesia sampai hari ini bukannya terlibat mendukung kemajuan generasi muda, malah sebaliknya, rame-rame melakukan kejahatan luar biasa: korupsi. Maka sebaiknya sekarang dibalik, biarlah para remaja Indonesia sekarang mengajari para pejabat negara, untuk Indonesia bersih dari korupsi.<br /> <br /> Proyek GENERASI BERSIH memberikan dorongan kepada para remaja di Indonesia bagian timur, untuk berani protes dan menasihati para pejabat Indonesia tentang jahatnya korupsi dan kepentingan membangun Indonesia bebas korupsi. Mendorong para remaja berani berpidato untuk didengar para pejabat negara di nasional dan daerah. Apalagi ekonomi Indonesia bagian timur terus dikembangkan dari kekayaan sumber alamnya. Media yang digunakan adalah HP, yaitu video pidato anti korupsi dengan kamera HP, berdurasi 1-3 (satu sampai dua) menit.<br /> <br /> Video pidato GENERASI BERSIH ini dilombakan dan dipilih 5 (lima) terbaik yang akan diberi hadiah. Seluruh video GENERASI BERSIH yang masuk akan dipublikasikan luas dengan website, facebook dan twitter. Pengumuman pemenang juga dilakukan dengan press conference. Program berjalan tiga (3) bulan, dengan waktu lomba dua (2) bulan.

Masalah yang ingin diatasi:
Korupsi merajalela dari lembaga negara di nasional hingga ke sekolah-sekolah. Kejahatan luar biasa ini berlangsung di depan mata para remaja Indonesia, dari yang diekspos media maupun tidak. Bagi remaja yang sedang tumbuh berkembang, budaya korupsi ini bukan hanya merusak ekonomi, tapi juga bisa merusak beragam tatanan bernegara dan bermasyarakat. Pemberantasannya perlu dimulai dari penangkapan para koruptor di tingkat atas, di mulai dari para pejabat. Semua rakyat perlu memberi dukungan untuk pemberantasan pejabat korup ini, juga kaum remaja. Sekaligus terbangun kesadaran anti korupsi di kalangan remaja, sebagai GENERASI BERSIH untuk Indonesia Bersih di masa depan.<br /> <br /> Potensi kemajuan ekonomi di Indonesia bagian timur sedang didorong hebat saat sekarang, karena sumber alam yang luar biasa. Agar tidak menjadi lahan korupsi, maka masyarakat ke depan di Indonesia bagian timur penting menyatakan anti korupsi sejak awal. Sekaligus saling memberi inspirasi anti korupsi dengan masyarakat Indonesia keseluruhan.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Para koruptor harus dijerat hukum, juga dan dibuat malu bukan dengan pidato para ahli atau nasihat orang tua, tapi sekarang oleh para remaja.<br /> <br /> Publikasi program GENERASI BERSIH dibuat melalui radio dan koran lokal, mengajak para remaja berani berpidato anti korupsi untuk para pejabat, merekam dengan kamera HP dan mempublikasikannya dengan ikut lomba GENERASI BERSIH.<br /> <br /> Pidato anti korupsi remaja untuk para pejabat diarahkan untuk berisikan penjelasan kerugian ekonomi, budaya (termasuk pendidikan), sosial masyarakat dan politik. Para remaja peserta lomba bisa memilih sendiri salah satu tema tersebut. Tema atau persepsi yang dipilih sendiri oleh peserta juga boleh. Asalkan pidato tidak bersifat SARA, cerdas, dan bukan sumpah serapah (berisi kata-kata kotor).<br /> <br /> Program ini mulai dicanangkan ketika Hari Anti Korupsi 9 Desember, untuk secara luas diketahui para remaja.<br /> Remaja atau pelajar usia 13 – 17 tahun di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Ukuran kesuksesan:
1. Terlaksananya publikasi program, minimal di 10 kota (melalui jejaring sosial, poster, koran dan radio lokal).<br /> 2. Banyaknya kiriman video GENERASI BERSIH yang masuk<br /> 3. Terbangunnya jaringan remaja anti korupsi di media jejaring sosial, minimal diantara peserta<br /> 4. Kampanye luas hasil akhir perlombaan.<br /> 5. Adanya persiapan pelaksanaan Grafiti Pelajar di Tembok Kota, sebagai tindak lanjut program GENERASI BERSIH.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas