Report2DewanPers untuk Media Siber Indonesia

713

713 - Report2DewanPers untuk Media Siber Indonesia


Nomor:
713

Inisiator:
Dewan Pers

Organisasi:
Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL)

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
DKI Jakarta

Dana:
600 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Januari – Juli 2012 (tujuh bulan)

Deskripsi Proyek:
Report2DewanPers adalah sistem pelaporan ke Dewan Pers yang diintegrasikanke seluruh media siber (website berita) di Indonesia, baik nasional maupun lokal. Dengan sistem ini, maka dalam setiap halaman berita website berita akan terdapat tombol “Lapor ke Dewan Pers” (report2dewanpers). Mirip seperti tombol Facebook atau Twitter yang tersebar di berbagai macam website.<br /> Pembaca yang ingin mengadukan berita yang sedang dibacanya atau berita lainnya tinggal mengklik tombol itu untuk kemudian mengisi formulir pengaduan. Setelah pengaduan mengirimkan pengaduan, admin Dewan Pers dapat melihat pengaduan tersebut secara langsung untuk segera direspon.<br /> Pengelola website berita yang tergabung dalam sistem ini juga dapat melihat daftar aduan terhadap mereka, statistik aduan serta mengirim klarifikasi ke pengadu dan Dewan Pers atas setiap aduan terhadap mereka. Sedangkan pengadu dapat mengecek proses penanganan pengaduannya.

Masalah yang ingin diatasi:
Keberadaan dan perkembangan media siber tentu harus disambut, karena memberikan dampak positip bagi demokratisasi, kebebasan informasi, dan perwujudan ruang publik yang lebih terbuka. Namun, perkembangan itu memerlukan antisipasi yang segera dan memadahi terkait dengan potensi maupun fakta tentang dampak ikutannya. Kita dihadapkan pada satu kondisi: orientasi mengejar kecepatan dapat menimbulkan masalah keakurasian, keberimbangan, kelengkapan, dan ketentuan etik jurnalistik lainnya.<br /> Dalam beberapa bulan terakhir ini, data pengaduan masyarakat ke Dewan Pers menunjukkan adanya peningkatan pengaduan terhadap berita media siber.<br /> Semua media siber (website berita) menyediakan fasilitas komentar pembaca sebagai umpan balik. Pembaca media siber telah banyak yang menggunakan fasilitas itu untuk berkomentar tentang persoalan yang diberitakan hingga kualitas dari berita bersangkutan. Pembaca media siber perlu diarahkan untuk menjadi pemantau media yang kritis dan massif dengam cara menyediakan perangkat/fasilitas yang memudahkan mereka untuk menyampaikan keluhan atau pengaduannya kepada lembaga yang berwenang seperti Dewan Pers.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Jumlah media siber yang terus bertambah banyak harus disertai pelibatan publik yang lebih intensif untuk memantaunya. Melalui program Report2DewanPers ini, pembaca media siber akan mudah untuk melaporkan berita yang dinilainya bermasalah ke Dewan Pers.<br /> <br /> Pembaca media siber yang ingin mengadukan berita yang sedang dibacanya atau berita lainnya tinggal mengklik tombol “report2dewanpers” yang tersedia di setiap halaman media siber yang telah terintegrasi dengaan server Dewan Pers.<br /> Sistem “report2dewanpers” menyediakan 3 tipe user yaitu pembaca, media siber dan admin (Dewan Pers).<br /> <br /> Pengadu, misalnya, akan dapat melihat status aduannya. Sementara media yang tergabung dalam sistem ini akan dapat melihat Script Report2DewanPers, daftar aduan terhadap mereka, statistik aduan terhadap mereka, sekaligus dapat langsung mengirim klarifikasi atas setiap aduan yang diajukan pada mereka. Sedangkan Admin dapat melihat seluruh aduan, respon atas aduan, dan statistik aduan secara keseluruhan.<br /> <br /> Tahap awal dari program ini adalah pembuatan sistem di server Dewan Pers (yang diberi nama DewanPers ReportNet). Kemudian, media siber yang telah dipilih atau diverifikasi oleh Dewan Pers diberikan username dan password untuk login ke sistem tersebut. Mereka diharuskan untuk mengkopi dan memasang script yang disediakan di DewanPers ReportNet ke dalam sistem media (website) mereka. Apabila mereka telah memasangnya, maka akan muncul ikon “report2dewanpers” di setiap halaman berita media mereka.<br /> <br /> Media<br /> – Bukti bahwa media tersebut sudah terverifikasi oleh Dewan Pers.<br /> – Menunjukkan integritas dan kualitas media terkait.<br /> – Menambahkan fitur kemudahan bagi pembacanya.<br /> <br /> DewanPers<br /> – Mengenalkan Dewan Pers secara masif ke masyarakat.<br /> – Menunjukkan keunggulan Dewan Pers (Sampai saat ini belum ada satupun lembaga pers di seluruh dunia yang menggunakan sistem seperti ini).<br /> – Memudahkan pengaduan dan mempercepat proses penanganan.<br /> <br /> Masyarakat<br /> – Memudahkan masyarakat mengadu ke DewanPers.<br /> – Memudahkan masyarakat untuk mendapatkan klarifikasi dari pengelola media siber.<br /> <br /> Pers Indonesia<br /> – Mendorong peningkatan kualitas pemberitaan.<br /> – Terbangunnya dunia pers Indonesia yang lebih transparan dan terkoneksi.<br /> – Menunjukkan keunggulan industri pers (media siber) Indonesia dibandingkan negara lain.

Ukuran kesuksesan:
Ukuran keberhasilan program ini:<br /> – Tersedia sistem yang bernama “DewanPers ReportNet” meliputi infrastrukturnya dan sumber daya manusia sebagai pengelolanya.<br /> – Sejumlah media siber terbesar di Jakarta dan daerah bersedia bergabung dengan sistem ini dengan memasang fasilitas/ikon “report2dewanpers” di dalam setiap berita mereka.<br /> – Masyarakat/pembaca media siber menggunakan fasilitas/ikon “report2dewanpers” untuk memantau media siber dengan mengadukannya ke Dewan Pers. Program ini belum pernah dibicarakan dengan organisasi wartawan (seperti AJI, IJTI, PWI) maupun pengelola media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers. Karena itu, lobi untuk kesediaan mereka mendukung program/sistem ini menjadi hal yang sangat kami perhatikan untuk kesuksesan program ini.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas