Indonesian Interfaith Weather Station (melalui Pemantauan dan Analisis Media)

727

727 - Indonesian Interfaith Weather Station (melalui Pemantauan dan Analisis Media)


Nomor:
727

Inisiator:
Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS-Yogya)

Organisasi:
Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS-Yogya)

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Yogyakarta

Dana:
750 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
2 tahun (Januari 2012 – Desember 2014)

Deskripsi Proyek:
Program ini bertujuan untuk membangun Interfaith Weather Station yang akan berfungsi sebagai platform atau instrumen dalam memonitor dan menganalisis pemberitaan di tingkat nasional maupun daerah mengenai hubungan antar umat beragama di Indonesia. Tujuan dari Interfaith Weather Station ini diharapkan akan menjadi early warning signal (alat pendeteksian dini) di Indonesia dalam proses memantau dan menganalis perkembangan hubungan agama di Indonesia. Objektif lain dari program ini adalah memberikan sensitization kepada para pegiat media, baik yang profesional maupun citizens’ journalism, dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas dalam pemberitaan mengenai isu-isu sensitif yang menyangkut hubungan intra maupun antar umat beragama.

Masalah yang ingin diatasi:
Bagi masyarakat Indonesia, agama menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan mereka. Pemberitaan di media menjadi salah satu acuan, termasuk via social media. Melihat kasus Ambon dan Poso, pemberitaan konflik agama yang kurang berimbang membuat konflik semakin memanas dan berkepanjangan. Perkembangan media dan kebebasan bermedia yang semakin luas menuntut para pegiat media untuk bersikap lebih arif dalam pemberitaan, terutama menyangkut isu-isu agama atau pun hubungan intra dan antar umat beragama. Di berbagai daerah, wartawan menjadi bagian dari korban konflik agama dan menjadi kurang berimbang dalam pemberitaan. Pimpinan Redaksi seringkali juga kurang memiliki pengetahuan dan sensitivitas yang cukup untuk membuat pemberitaan yang sejuk dan berimbang. Sementara tanggung jawab pemberitaan dan efek media massa semakin meningkat seiring dengan perkembangan media, termasuk di berbagai jaringan social media. Karenanya penting untuk menjaga keharmonisan hubungan intra dan antar umat beragama di Indonesia, diperlukannya sebuah platform yang dapat melakukan pendeteksian dini sebelum konflik agama itu terjadi.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
ICRS-Yogya akan membanguan sebuah platform yang bernama Indonesian Interfaith Weather Station, dimana data dan analisis melibatkan Jaringan Pemantau Media (JPM) di enam Wilayah di Indonesia: Jawa-Bali, Sumatra, Sulawesi, Papua Maluku, NTB-NTT. Di setiap wilayah tersebut akan dilakukan koordinasi para anggota JPM melalui institusi yang ditunjuk. Interfaith Weather Station ini akan didasari oleh sebuah sistem encoding dan decoding yang melibatkan lima kategori:<br /> <br /> Sunny/Cerah (1) : Hubungan agama baik<br /> Cloudy/Mendung (2) : Ada tensi hubungan<br /> Drizzling/Hujan Rintik (3) : Ada konflik<br /> Rainy/Hujan (4) : Ada konflik bersenjata<br /> Stormy/Badai (5) : Ada korban jiwa dalam konflik<br /> <br /> Sebagai contoh, Ambon sedang dalam keadaan “Badai”, sedangkan Yogyakarta dalam keadaan “/Cerah”(1). Interfaith Weather Station ini dapat diupdate setiap bulan berdasarkan hasil pemantauan dan analisis media dari tim JPM. Tim JPM akan bertemu untuk meningkatkan metodologi, teknik pengambilan data dan kapasitas analisis. Hasil Interfaith Weather Station kemudian akan dimuat di website portal ICRS dan disebarkan via newsletter, mailing list, facebook, twitter, website UGM dan para mitra.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah Venerable group atau kelompok masyarakat yang rentan menjadi korban konflik agama di Indonesia (Poso, Ambon, Solo, Jakarta) dan juga kelompok-kelompok minoritas agama (Ahmadiyah dan kelompok agama lokal). Indonesia Interfaith Weather Station ini juga akan membantu menciptakan Indonesia yang damai, pluralistik dan hubungan antar pemeluk agama yang harmonis.

Ukuran kesuksesan:
1. Terbentuknya Jaringan Pemantau Media minimal di 6 wilayah di Indonesia<br /> 2. Tersebarnya Hasil Pemantauan dan analisa Media ke lebih dari 10.000 orang/intansi<br /> 3. Lebih dari 100 institusi (aparatur keamanan, aparatur kenegaraan, organisasi agama, media dan peneliti) yang memanfaatkan hasil pemantauan dan analisis Indonesia Interfaith Weather Station.<br /> 4. Lebih dari 5.000 orang yang me “like” di fans page facebook dan 1000 orang yang memfollow di twitter.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas