Literasi Media menggunakan Metode Kreatif (Kolase Foto dan Gambar) untuk Remaja

734

734 - Literasi Media menggunakan Metode Kreatif (Kolase Foto dan Gambar) untuk Remaja


Nomor:
734

Inisiator:
Rumah Sinema

Organisasi:
Rumah Sinema

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Yogyakarta

Dana:
295 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Februari – Juli 2012 (6 bulan)

Deskripsi Proyek:
Program ini bertujuan melatih remaja agar memiliki ketrampilan literasi media dengan memperkenalkan moda produksi media sebagai upaya memahami pesan dan motif media, sehingga remaja mampu mengambil sikap kritis saat berhadapan dengan media. Keterlibatan remaja dalam program ini tidak hanya dalam bentuk “mendengarkan” namun secara aktif mengajak remaja untuk berkreasi menciptakan karya kolase (potong, susun, dan tempel) foto dan gambar yang menjadi unsur-unsur utama dalam sebagian besar media saat ini. Proses kreatif ini menjadi jembatan bagi remaja untuk berbagi pengalaman sehari-hari mereka dalam bermedia, membaca unsur-unsur pesan dalam media, memahami moda produksi media, sekaligus memanfaatkannya untuk menyampaikan gagasan kritis remaja terhadap media. Hasil karya kolase ini nantinya dipublikasikan melalui pameran karya dan presentasi, serta membangun jaringan komunitas remaja peduli media yang dilakukan secara berkelanjutan. Penggunaan metode kreatif untuk remaja ini kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan Rumah Sinema selama dua tahun terakhir di 3 sekolah menengah atas di Yogyakarta. Berikutnya program ini akan dilaksanakan di 8 sekolah menengah atas di Yogyakarta, Solo, Bandung dan Malang.

Masalah yang ingin diatasi:
Remaja terpapar oleh media dalam intensitas yang tinggi tanpa memiliki bekal pengetahuan dan ketrampilan yang cukup untuk menghadapinya. Salah satu pemicunya adalah mudahnya akses media dalam kehidupan sehari-hari remaja terutama internet dan televisi. Sekolah yang diharapkan mampu memberikan bekal pendidikan media sudah terlalu penuh dengan tuntutan kurikulum dasar, sedangkan pendidikan media dalam keluarga belum lagi bisa diharapkan. Selain itu, remaja tidak terbiasa mengakses sumber informasi yang beragam dan sesuai. Penelitian pendahuluan yang dilakukan Rumah Sinema menunjukkan bahwa remaja belum sepenuhnya mampu memahami bahwa realitas media berbeda dengan realitas sehari-hari hidup mereka. Ini mengakibatkan remaja cenderung mudah terpengaruh oleh beragam tayangan tentang gaya hidup dan perilaku sehari-hari yang banyak diumbar dalam jenis-jenis media yang dikonsumsi oleh remaja. Pemanfaatan media oleh remaja saat ini memang menunjukkan angka yang positif namun secara kualitas masih sangat kurang.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Remaja akan diajak untuk melihat secara lebih jauh bagaimana pengaruh media dalam kehidupan sehari-hari mereka dan belajar mengenai moda produksi dan motif media dalam menyampaikan pesan. Keterlibatan remaja dalam program ini tidak hanya dalam bentuk “mendengarkan” namun juga terwujud dalam kegiatan berbagi pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan media, pelatihan membaca unsur-unsur visual dan produksi media. Berawal dari pengalaman bermedia tersebut, remaja diberi kesempatan untuk bertemu/mencari narasumber yang kompeten/relevan untuk menggali informasi pembanding dengan apa yang disampaikan oleh media. Selanjutnya remaja merefleksikan pengalaman tersebut dalam bentuk kegiatan kreatif membuat karya kolase (potong-susun-tempel) foto dan gambar (diambil dari media yang diambil sebagai tema) sebagai bentuk ekpresi kritis mereka terhadap media saat ini. Karya kolase ini nantinya akan dipublikasi dan dipresentasikan baik melalui pameran di ruang-ruang umum maupun dalam jaringan (on-line) sehingga informasi di dalamnya bisa diakses lebih banyak orang.<br /> <br /> Pihak yang diuntungkan adalah remaja yang menjadi peserta dalam program ini yakni pelajar sekolah menengah atas dari 8 sekolah yang tersebar di Yogyakarta, Solo, Bandung, Gresik, dan Malang, dengan peserta 25 orang dari setiap sekolah. Total peserta pelatihan ini berjumlah 200 peserta. Pihak yang akan mendapat manfaat secara tidak langsung dari progam ini setidaknya seluruh siswa di sekolah masing-masing, karena nantinya peserta akan mempresentasikan hasil mereka di depan teman-temannya. Secara lebih luas, masyarakat umum yang menyaksikan presentasi dan publikasi karya peserta juga akan menjadi pihak yang menerima manfaat atas progam ini.

Ukuran kesuksesan:
Peserta mampu menyampaikan gagasan kritis mereka berkaitan dengan media melalui karya visual kolase dan menyampaikannya dalam presentasi baik tertulis maupun lisan. Terbentuknya jaringan komunitas remaja peduli media yang saling berinteraksi secara aktif dan mampu melibatkan remaja lainnya di luar komunitas tersebut.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas