Program Penulisan Khazanah Kearifan Islam Nusantara Berbasis SEO (Search Engine Optimization) “Membumikan Nilai Luhur Islam dalam Kemajemukan Masyarakat Indonesia”

738

738 - Program Penulisan Khazanah Kearifan Islam Nusantara Berbasis SEO (Search Engine Optimization) “Membumikan Nilai Luhur Islam dalam Kemajemukan Masyarakat Indonesia”


Nomor:
738

Inisiator:
The Creative Institute

Organisasi:
The Creative Institute

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Garut, Jawa Barat

Dana:
862 Juta Rupiah

Topik hibah:
Kebebasan dan etika bermedia

Masa Aktivitas:
Januari – Desember 2012

Deskripsi Proyek:
Memberikan informasi positif, solutif dan continue kepada masyarakat Indonesia tentang khazanah kearifan Islam Nusantara demi membumikan nilai luhur Islam dalam kemajemukan masyarakat Indonesia melalui fasilitas website berbasis SEO dan buku cetak.<br /> Hal ini penting diperjuangkan untuk memberikan pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip toleransi dan non-diskriminasi sehingga masyarakat Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku, etnis, agama, kepercayaan, dan kebudayaan, dapat saling menghargai setiap perbedaan yang ada dan menghormati hak-hak minoritas.<br /> Maka sebagai langkah awal untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih toleran dan menghargai hak-hak minoritas, Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) memiliki gagasan untuk terjun dalam perhelatan religious blankspot di dunia Internet. Semangat ini terumuskan dalam penyelenggaraan program “Penulisan Khazanah Kearifan Islam Nusantara Berbasis SEO (Search Engine Optimization)” dengan tema “Membumikan Nilai Luhur Islam dalam Kemajemukan Masyarakat Indonesia”.

Masalah yang ingin diatasi:
1. Penyajian media informasi positif, solutif dan continue kepada masyarakat Indonesia, berupa website/kontens keagamaan yang menyuguhkan pemikiran-pemikiran Islam yang penuh nilai kearifan dalam menata kemajemukan masyarakat Indonesia.<br /> 2. Penerbitan buku “Khazanah Kearifan Pemikiran Islam Nusantara”, yang mengedepankan dialog, saling menghargai, non diskriminatif, dan menciptakan suasana penuh kedamaian dalam tatanan kemajemukan masyarakat Indonesia.<br /> 3. Para penulis, aktivis, dan pemikir Islam memiliki persepsi, sikap, dan tindakan serta keterampilan menggali dan menghidupkan nilai-nilai luhur dan kearifan Islam menciptakan masyarakat Indonesia yang damai dan saling menghargai.<br /> 4. Meningkatnya partisipasi, inisiatif, dan kreativitas para penulis, pemikir, dan aktivis Islam dalam menghadapi kemajemukan masyarakat Indonesia untuk menciptakan keharmonisan bermasyarakat dan bernegara.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Developing Sistem Website berbasis SEO (Search Engine Optimization). Tahapan awal membangun website yang menampung gagasan, informasi, pemikiran Islam yang positif, solutif.<br /> 2. Rekuitment Penulis, Pemikir, Aktivis Islam. Tahapan kedua, penjaringan para penulis, pemikir, dan aktivis Islam yang memiliki spirit untuk menciptakan perdamaian, rasa respect, dan non diskriminatif.<br /> 3. Launching Program dan Training LVE untuk Penulis Khazanah Kearifan Islam Nusantara Berbasis SEO.<br /> 4. Penulisan Artikel Online Berbasis SEO. Kegiatan ini dilaksanakan selama program berjalan, penulisan 6000 artikel online oleh para penulis, editing dan checking plagiat di copyspace.com.<br /> 5. Meeting Koordinasi Antar Penulis dan Perumusan Buku.<br /> 6. Penerbitan Buku. Mulai dikerjakan minimal telah ada 75% artikel yang telah diposting. Sehingga, tiga bulan sebelum program berakhir, buku “Khazanah Kearifan Islam Nusantara: Membumikan Nilai Luhur Islam dalam Kemajemukan Masyarakat Indonesia” selesai cetak.<br /> 7. Launching Buku dan Website Khazanah Kearifan Islam Nusantara di Jakarta, Garut, Yogjakarta.<br /> 8. Monitoring dan Evaluasi<br /> 9. Review Overall.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah masyarakat Indonesia secara umum, masyarakat Indonesia yang consent sebagai penulis, pemikir, aktivis Islam di berbagai bidang yang memberikan sumbangsih pemikiran dan gerakan untuk menegakkan konstitusi Negara, turut andil memperjuangkan hak asasi manusia, mengatasi kemajemukan masyarakat Indonesia, serta pengayaan khazanah pemikiran Islam di Indonesia untuk menjadi garda depan dan rujukan utama dalam kemajuan konstitusi dan penegakkan hak-hak dasar manusia.

Ukuran kesuksesan:
1. Adanya media informasi (website) positif, solutif dan continue kepada masyarakat Indonesia yang menyuguhkan pemikiran-pemikiran Islam yang penuh nilai kearifan dalam menata kemajemukan masyarakat Indonesia.<br /> 2. Adanya metode SEO dan LVEP yang digunakan untuk mensosialisasikan dan menghidupkan nilai-nilai luhur kearifan Islam dalam pemikiran Islam di Indonesia.<br /> 3. Adanya komunitas penulis, pemikir, aktivis Islam (minimal 50% dari target 100 penulis) yang memiliki keterampilan menggali dan menghidupkan spirit atau nilai-nilai luhur Islam untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.<br /> 4. Adanya peningkatan partisipasi, inisiatif, dan kreativitas para penulis, pemikir, dan aktivis Islam di berbagai media informasi dalam menghadapi kemajemukan masyarakat Indonesia dengan terbangunnya persepsi, sikap, dan tindakan yang berbasis pada nilai-nilai luhur dan kearifan Islam untuk menciptakan keharmonisan bermasyarakat dan bernegara.<br /> 5. Adanya minimal 75% artikel yang diposting di website program.<br /> 6. Adanya koordinasi antar penulis yang merefleksikan perkembangan program di dunia maya dan dampaknya pada iklim pemikiran Islam di Indonesia. Serta koordinasi untuk merumuskan naskah buku yang diambil dari artikel online pilihan.<br /> 7. Adanya penerbitan buku “Khazanah Kearifan Islam Nusantara: Membumikan Nilai Luhur Islam dalam Kemajemukan Masyarakat Indonesia”, yang mengedepankan semangat perdamaian, mengutamakan dialog dan musyawarah, saling menghargai, non diskriminatif dalam tatanan kemajemukan masyarakat Indonesia.<br /> 8. Adanya monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dalam kurun waktu 2 bulan sekali.<br /> 9. Adanya rekomendasi tindak lanjut untuk peningkatan program, pengembangan dan konsolidari jejaring, dan strategi advokasi dan aksi selanjutnya.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas