KIDIA (KRITIS MEDIA)

750

750 - KIDIA (KRITIS MEDIA)


Nomor:
750

Inisiator:
Amelia Virginia

Organisasi:
YAYASAN PENGEMBANGAN MEDIA ANAK (YPMA)

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
350 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
April 2012 – Desember 2015 [tiga tahun]

Deskripsi Proyek:
Kidia atau Kritis Media, merupakan sebuah program pemberdayaan masyarakat—terutama anak dan keluarga—dalam mengonsumsi media, terutama televisi. Program ini merupakan integrasi dari beberapa kegiatan yang bereksinambungan: community building, produksi panduan, pembuatan website, dan family gathering para pengurus dan anggota community building. Tujuan utama dari program ini adalah membentuk masyarakat (keluarga) yang media-savvy. Mereka diharapkan dapat memiliki berbagai macam strategi untuk berhadapan dengan media, sehingga terhindar dari dampak negatif media. Program ini juga merupakan implementasi dari gerakan literasi media yang sudah dijalankan oleh negara-negara seperti Kanada atau Amerika

Masalah yang ingin diatasi:
Anak, sebagai anggota masyarakat termuda seringkali menjadi korban dari dampak negatif televisi. Imajinasi mereka yang aktif membuat dirinya ingin menirukan aksi-aksi yang ditontonnya melalui televisi. Sayang, daya berpikirnya belum mampu untuk menganalisis dampak dari aksi yang dilakukan. Akibatnya, dalam beberapa kasus, aksi tersebut berujung pada maut. Hal di atas menggambarkan betapa tidak pekanya industri media terhadap kepentingan anak. Mereka telah memberikan tayangan – seperti kartun yang begitu banyak. Tetapi mereka lupa bahwa tidak semua kartun cocok untuk ditonton anak—contoh Naruto. Bahkan, penempatan program dengan kategori non anak di jam-jam tayang anak, membuat program tersebut dapat dengan mudah ditonton oleh anak. Masyarakat belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai dampak media. Oleh karena itu, yang terjadi adalah pembiaran terhadap pola konsumsi media. Hal ini harus diubah sehingga masyarakat memiliki ketahanan yang baik terhadap<br /> dampak negatif media.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Community Building (Pendekatan)<br /> Pembuatan komunitas orangtua. Mereka diajak untuk berbagi pengalaman bermedia di keluarga masing-masing. Selain itu, kegiatan ini ditujukan juga untuk anak-anak (mewarnai, menggambar, senam, mendongeng, dll) di tempat umum, seperti Monas.<br /> <br /> 2. Produksi Panduan (Pemantauan)<br /> Memproduksi sebuah panduan yang berisi analisis kualitataif terhadap program televisi dengan rating Anak dan Remaja, games, dan jenis media lain yang digunakan anak. Panduan ini akan dibagikan pada kegiatan Community<br /> Building.<br /> <br /> 3. Media Online (Website/Pemantauan)<br /> Pembuatan media online ini berguna untuk para orangtua yang dekat dengan fasilitas Internet dan lebih banyak menghabiskan waktu di Internet. Di dalam website ini juga akan menyediakan kolom khusus anak dan remaja.<br /> <br /> 4. Family Gathering (Pemantauan oleh Masyarakat)<br /> Mengadakan pertemuan dengan para orangtua yang tergabung di dalam<br /> <br /> 5. Komunitas Kidia.<br /> Di dalam pertemuan ini orangtua diberikan seminar kecil tentang media dan dampaknya. Orangtua diajakan untuk memantau konten media dan menjadi monitoring serta evaluasi keberhasilan pembentukan komunitas.<br /> <br /> Pihak yang diuntungkan adalah masyarakat, terutama anak, kota Jakarta dan sekitarnya dari level menengah.

Ukuran kesuksesan:
Program ini dapat diukur dengan melihat ketahanan komunitas yang sudah terbentuk. Jika komunitas ini dapat terus melaju dengan anggota semakin banyak dan kegiatan positif yang semakin banyak, maka program ini dapat dikatakan<br /> berhasil. Sebaliknya, jika komunitas terhenti di tengah jalan maka program ini tidak berjalan dengan baik.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas