Meningkatkan Kesadaran Kritis Komunitas terhadap Akses Informasi dan Media untuk Keadilan dalam Pengelolaan SDA

753

753 - Meningkatkan Kesadaran Kritis Komunitas terhadap Akses Informasi dan Media untuk Keadilan dalam Pengelolaan SDA


Nomor:
753

Inisiator:
Ina Nisrina

Organisasi:
Bingkai Indonesia

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
464 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari – Desember 2012 (satu tahun)

Deskripsi Proyek:
Proyek ini menginisiasi adanya sebuah media alternatif bagi komunitas yang memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi. Serta menginisiasikan pembangunan kesadaran kritis terhadap hak warga Negara atau hak asasi khususnya oleh penyelenggara Negara. Media alternatif yang akan digunakan untuk memenuhi hak atas informasi tersebut adalah membangun dan mengelola radio komunitas dan Koran desa. Kedua media tersebut akan dikelola oleh komunitas secara mandiri dan independent untuk kepentingan komunitas itu sendiri.<br /> Untuk mencapai hal tersebut juga akan dilakukan pembentukan dan penguatan kelembagaan, serta membangun jejaring untuk pengelolaan keuangan bagi keberlanjutan proyek yang diinisasi. Dan untuk mempercepat proses kesadaran kritis dan keterlibatan komunitas secara massif dan sebagai media kampanye, sebuah film fiksi kolosal akan dibuat dengan melibatkan banyak komunitas wilayah proyek. Proses pembuatan film tersebut akan melibatkan komunitas sejak pengumpulan gagasan, penyusunan perencanaan, pambagian peran sampai produksi dan penyelesaiannya. Untuk mendapatkan dukungan, tokoh-tokoh publik yang<br /> sudah terbukti keberpihakannya kepada masyarakat dan lingkungan akan dilibatkan sebagai sebagai bagian dari aktor film fiksi komunitas tersebut.

Masalah yang ingin diatasi:
Di banyak wilayah di Indonesia, persoalan pengelolaan SDA banyak berujung pada kerusakan ekologis, pelanggaran HAM dan konflik. Hal ini tidak lepas dari terbatasnya akses informasi komunitas sebagai hak mendasar atas kebijakan, sistem kelola SDA serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan. Ketidak tahuan komunitas justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkepentingan untuk mewujudkan rencana-rencana yang ada. Bahkan tidak jarang dilakukan manipulasi data, informasi bahkan manipulasi dukungan. Masih kuatnya budaya menyerahkan segala urusan kepada sedikit orang (tokoh masyarakat) atau merasa tidak berdaya menghadapi pemerintah/pemerintah daerah sehingga harus ikut seluruh keputusan yang dibuat atau kebijakan, memposisikan hak-hak warga Negara semakin terpinggirkan. Tanpa adanya kontrol yang memadai, khususnya dari komunitas dan pemerintah daerah kerusakan ekologis akibat eksploitasi SDA akan berdampak jangka panjang bahkan menggadaikan kehidupan di masa depan. Gab antara kekayaan SDA di tingkat komunitas, tingginya eksploitasi SDA dan keterbatasan akses informasi serta rendahnya kesadaran kritis komunitas akan menjadi fokus project.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan yang akan dilakukan adalah<br /> • Peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan komunitas<br /> – Pelatihan pengelolaan media komunitas; radio komunitas dan Koran desa<br /> – Pelatihan manajemen organisasi<br /> – Pelatihan HAM dan Paralegal<br /> – Workshop strategi advokasi untuk keadilan pengelolaan SDA berbasis komunitas<br /> <br /> • Pembuatan Media komunitas untuk mendapatkan hak atas informasi<br /> – Pengadaan dan pengelolaan radio komunitas di tiga wilayah<br /> – Pembuatan dan pengelolaan Koran desa di tiga wilayah<br /> <br /> • Pembuatan film fiksi komunitas sebagai upaya percepatan pengorganisasian dan tumbuhnya kesadaran kritis kolektif komunitas.<br /> <br /> • Disiminasi proses dan hasil-hasil kerja project untuk membangun kekuatan kolektif dan dukungan<br /> – Pemutaran film keliling dari kampong ke kampong (layar tancep)<br /> – Ikut serta dalam festival film nasional<br /> – Pemutaran dan dialog film di kampus-kampus<br /> – Distribuasi film ke pemangku kepentingan.<br /> <br /> Project ini akan dilakukan di dua desa dan setingkat Kabupaten di Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Tengah untuk advokasi kebijakan. Secara umum atau tidak langsung, kegiatan ini akan menguntungkan seluruh warga masyarakat Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Tengah, pemerintah daerah maupun sector swasta. Secara khusus, penerima manfaat secara langsung adalah komunitas dua desa;<br /> 1. Desa Prai Bakul, Kecamatan Matawai La Pawu ( Sumba Timur )<br /> 2. Desa Prai Karoku Jangga, Kecamatan Umbu Ratu Nggay ( Sumba Tengah )<br /> Kedua desa tersebut merupakan wialayah yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Laiwanggi-Wanggameti dan Taman Nasional Manupeu-Tanadaru. Pada kedua taman nasional tersebut berlangsung ekploitasi pertambangan emas secara legal. Akibat operasional pertambangan, sumber-sumber penghidupan masyarakat terganggu. Kegiatan ini akan mendorong daya kritis masyarakat untuk menyelamatkan kawasan konsevasi sebagai sumber penghidupan masyarakat setempat.

Ukuran kesuksesan:
– Seluruh kegiatan dapat dilakukan sesuai dengan rencana. waktu yang ditentukan dan sesuai dengan capaiannya masing-masing<br /> – Ada dan terkelolanya radio komunitas dan Koran desa.<br /> – Ada struktur pengelola dan rencana kerja selama satu tahun, deskripsi kerja, SOP dan rencana anggarannya<br /> – Terdisimimasimya berbagai data dan informasi kepada warga melalui radio dan Koran komunitas<br /> – Adanya rencana strategis komunitas dalam pengelolaan SDA berbasis rakyat<br /> – Adanya rencana kerja (workplan) komunitas dalam pencapaian visi dan misi komunitas<br /> – Adanya konsep strategis pengelolaan SDA yang disusun secara partisipatif dan disampaikan kepada pemerintah daerah.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas