One Stop Community Media

755

755 - One Stop Community Media


Nomor:
755

Inisiator:
Yohanis Balla Djawarai

Organisasi:
Perkumpulan Penyiaran Komunitas Maraga FM

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Waikabubak, NTT

Dana:
900 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Oktober 2012 (10 bulan)

Deskripsi Proyek:
Untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi masyarakat di Sumba Barat, dapat dilakukan dengan membangun One Stop Community Media melalui pembangunan Resource Center, Penyediaan Akses Internet, Penyiaran Radio Komunitas, dan SMS Center.

Masalah yang ingin diatasi:
Masyarakat di Sumba Barat sangat membutuhkan informasi yang tidak hanya berguna, namun juga relevan dengan kebutuhan mereka dalam mengembangkan kapasitas dan meningkatkan daya lenting masyarakat menghadapi tantangan hidup sehari-hari. Namun akses terhadap informasi masih sangat terbatas. Media konvensional seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi masih sulit diakses. Kalaupun dapat diakses, kebanyakan informasi yang mereka dapatkan kurang relevan karena disajikan oleh media arus utama (mainstream media) yang memiliki ruang terbatas untuk konten lokal maupun informasi yang mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Komunitas Penyiaran Maraga FM telah mengelola radio komunitas yang menyebarluaskan informasi dengan konten lokal yang sangat relevan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun aksesibilitas masyarakat terhadap informasi perlu ditingkatkan dengan membangun media center, di mana orang bisa mengakses buku, majalah, kliping koran, maupun film berisi informasi mengenai pertanian, perkebunan, peternakan dan konservasi alam. Aksesibilitas ini juga dapat ditingkatkan dengan membuka akses internet untuk mendapatkan sumber informasi yang lebih.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah masyarakat di 49 desa dan 11 kelurahan di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Sumba Barat yang dapat mengakses informasi mengenai pertanian, perkebunan, peternakan dan konservasi alam serta informasi pembangunan.

Ukuran kesuksesan:
Survei kuesioner dilaksanakan di desa-desa terpilih sebagai cuplikan di awal dan di akhir proyek untuk menilai perubahan secara kuantitatif mengenai aksesibilitas terhadap informasi, manfaat yang didapat dari peningkatan akses informasi dan perubahan yang dicapai dalam aktivitas keseharian. Diskusi kelompok terfokus untuk menilai secara kualitatif perubahan yang dicapai serta manfaat yang dirasakan.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas