Pelatihan Videomaking dan Pembuatan Dokumentasi Audiovisual Kesenian Papua

765

765 - Pelatihan Videomaking dan Pembuatan Dokumentasi Audiovisual Kesenian Papua


Nomor:
765

Inisiator:
A.F. Alves Fonataba

Organisasi:
Videomaker Papua

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Sorong, Papua

Dana:
750 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari – Oktober 2012 (10 bulan)

Deskripsi Proyek:
Menyediakan arsip/dokumen audiovisual tentang Papua yang di masa depan dapat diakses oleh setiap orang. Arsip dan dokumentasi dapat menyediakan informasi yang lebih kaya tentang kebudayaan, tradisi, dan cara pikir masyarakat Papua. Data dan informasi audiovisual ini dapat digunakan oleh para perencana kebijakan, dan terutama kepada masyarakat Papua generasi selanjutnya.

Masalah yang ingin diatasi:
Videomaker Papua percaya bahwa membangun masyarakat tidak selalu dalam konteks ekonomi tetapi juga dalam bidang kebudayaan. Memahami kebudayaan akan membantu proses identifikasi diri (masyarakat), identifikasi persoalan sosial, membantu proses merumuskan kebijakan yang leih baik dan tepat, dan pada gilirannya membuat kita lebih jernih melangkah karena kita tahu ke arah mana tujuan kita. Kekayaan tradisi, kesenian, sistem sosial dalam banyak suku di Papua, perlahan-lahan bergeser. Saat ini misalnya sedikit dari kalangan muda yang mengerti cara membuat Tifa yang baik; seni pahat, memilih jenis kayu/pohon dan juga makna hutan bagi orang Papua. Tradisi ini semakin terlindas oleh ideologi pasar yang mendewakan uang.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Membuat pelatihan videomaking dengan standar yang baik dengan jaringan kaum muda yang sudah ada di Papua, pembuatan sistem dokumentasi audiovisual, penguatan kapasitas organisasi untuk menyiapkan pembentukan pusat Audiovisual di kota Sorong. Dalam jangka panjang pusat audiovisual ini dapat berkontribusi terhadap keragaman informasi dan sumber pengetahuan di Bumi Papua.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah 10 orang videomaker terlatih (shot, standard etiting, dan archiving material), masyarakat Papua (arsip audiovisual ini sebagai sumber pengetahuan mengenai kebudayaannya), peneliti sosial (arsip sebagai sumber rujukan), pemerintah lokal, Media, dan masyarakat umum yang ingin melihat lebih jauh kebudayaan Papua.<br /> Cat: Selama project berlangsung tim akan mendistribusikan bulletin multimedia secara reguler di website engagemedia.org tentang kesenian Papua di mana masyarakat dapat mengunduh beberapa informasi dasar (video clips, audio clips, artikel).

Ukuran kesuksesan:
1. Adanya tim dokumentasi yang memiliki keahlian pendokumentasian audiovisual (riset sampai teknis pengarsipan)<br /> 2. Tersedianya (min.) 300 jam footages tematik tentang kesenian Papua<br /> 3. Tersedianya sistem pengarsipan audiovisual sebagai rintisan untuk sistem online

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas