Inovasi Desain Layangan 3 Dimensi, Sebagai Media Edukasi, Rekreasi dan Promosi.

769

769 - Inovasi Desain Layangan 3 Dimensi, Sebagai Media Edukasi, Rekreasi dan Promosi.


Nomor:
769

Inisiator:
Jatmiko Yo Jatkomik

Organisasi:
Komunitas ALAY

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jawa Timur

Dana:
200 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
6 bulan (saat musim panas)

Deskripsi Proyek:
Sebagai negara tropis, Indonesia dengan potensi musim kemarau yang lamanya hampir 6 bulan, serta ribuan pulau dengan deretan pantai indahnya, sangat potensial untuk pengembangan layang-layang sebagai olahraga ataupun sebagai obyek wisata. Namun apa yang terjadi industri layang-layang kita banyak disuplai oleh negara lain. Maka kiranya perlu menggalakan permaianan layang-layang dan mengembangkan inovasi desain dengan tetap memperhatikan potensi dan kemampuan kita. Oleh karenanya, Proyek yang kami usulkan adalah pengembangan inovasi desain layang-layang 3-dimensi berbasis bahan sampah industri, sebagai mainan kreatif yang ramah lingkungan, serta menggalakannya sebagai media edukasi, rekreasi dan promosi.

Masalah yang ingin diatasi:
1. Memberi warna baru untuk merangsang perkembangan desain layang-layang sebagai pembelajaran kreatifitas pada pengrajin layang-layang.<br /> 2. Menjadikan permainan layang-layang sebagai pembelajaran kreatifitas dan ilmu pengetahuan bagi anak-anak.<br /> 3. Memanfaatkan atau eksplorasi material-materia sampah industri sebagai bagian usaha menciptakan semangat cinta lingkungan.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Mengundang anak-anak muda (terutama karang taruna) untuk merasakan pengalaman bagaimana caranya menerbangkan layangan 3D.<br /> 2. Membuat workshop desain layangan 3-D versi yang mudah dikerjakan<br /> 3. Membuat kegiatan dengan melibatkan pemda setempat, dan tujuan memanfaatkan daya tarik layang-layang itu untuk menarik perhatian publik sehingga dapat lebih menghidupkan area publik tersebut.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah<br /> <br /> 1. Masyarakat sekitar lokasi tempat wisata. khususnya anak-anak dan keluarga.<br /> 2. Pemda setempat khusunya Dinas Pariwisata dan Dinas Olah raga dan Pemberdayaan Kepemudaan.<br /> 3. Pengrajin Layang-layang (UKM) (Gresik, Sidoarjo, Tulungagung, Madura, Malang) terutama daerah jatim yang mempunyai wisata pantai.<br /> 4. Mahasiswa desain produk mendapat tantangan riil untuk proyek desainnya. (terutama Despro ITS dan Ubaya Surabaya).

Ukuran kesuksesan:
1. Meningkatnya animo masyarakat yang ditunjukan dengan jumlah orang yang tertarik untuk mencoba, menghadiri, dan mengikuti workshop.<br /> 2. Meningkatnya hubungan kerjasama antara institusi akademis, pemerintahan, dan masyarakat. yang ditunjukan dengan memasukan event layangan dalam program-program pelatihan maupun program penggalangan masyarakat.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas