Digitalisasi Media Berbahasa Daerah (Sunda) Tahun 1912 – Sekarang

778

778 - Digitalisasi Media Berbahasa Daerah (Sunda) Tahun 1912 – Sekarang


Nomor:
778

Inisiator:
Dadan Sutisna

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Bandung

Dana:
500 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Oktober 2011 – September 2012

Deskripsi Proyek:
Media cetak berbahasa daerah mengalami kemunduran sejak media elektronik tumbuh pesat di masyarakat. Demikian pula media cetak berbahasa Sunda, meski masih ada yang terbit hingga sekarang, tetapi tidak begitu berkembang. Padahal, media Sunda sempat mengalami kejayaan sampai tahun 1970-an. Hal ini terbukti, dengan maraknya penerbitan media Sunda yang jumlahnya lebih dari 50.<br /> Hingga kini, media Sunda yang bertahan terbit yaitu Manglé, Cupumanik, Galura, Balebat, Bina Dakwah, Seni Budaya, Ujung Galuh, dan Sunda Midang. Media-media tersebut hanya dibaca kalangan tertentu yang jumlahnya kurang dari 1% dari total penduduk Jawa Barat yang menggunakan bahasa Sunda.<br /> Adapun media Sunda yang pernah terbit, kini tidak lagi dikenal oleh masyarakat, karena terbatasnya dokumentasi. Sebagai contoh, di Tatar Sunda pernah terbit koran harian Sipatahoenan antara tahun 1923 sampai 1970-an. Tetapi dokumentasinya hanya ada di Perpustakaan Nasional RI dan perpustakaan KITLV Belanda dalam bentuk microfilm.<br /> Oleh karena itu, perlu upaya untuk menyebarkan kembali konten lokal media Sunda kepada masyarakat luas melalui berbagai piranti teknologi digital.

Masalah yang ingin diatasi:
Dengan digitalisasi media Sunda, terutama media cetak yang sulit ditemui dokumentasi, diharapkan dapat tersebar secara luas melalui teknologi digital terutama internet. Sehingga dengan demikian, konten lokal di masa lampau dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Apalagi, konten-konten tersebut mengandung informasi penting tentang perkembangan literasi, dan sosial budaya masyarakat.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Tim kami akan melakukan inventarisasi dan digitalisasi konten media berbahasa Sunda yang terbit dari tahun 1912 hingga sekarang. Hasilnya kemudian disebar ke masyarakat melalui pembuatan data center media media Sunda, yang dapat diakses melalui internet dan perangkat digital lainnya.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah masyarakat luas secara umum, terutama kalangan pendidikan mulai siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan para peneliti kebudayaan secara global.

Ukuran kesuksesan:
Sistem data center yang kami buat, akan mencatat jumlah pengakses, beserta berbagai tanggapan dari pengunjung web. Kemudian dibuatkan statistik untuk meninjau perkembangan jumlah pengunjung. Dari situ kami dapat mengetahui respon masyarakat terhadap proyek yang kami buat.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas