Jurnalisme Multimedia Warga: Kritis Mengupas, Cerdas Menggagas

780

780 - Jurnalisme Multimedia Warga: Kritis Mengupas, Cerdas Menggagas


Nomor:
780

Inisiator:
Achmad Choirudin

Organisasi:
Society Education Centre

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Bojonegoro, Jawa Timur

Dana:
350 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Desember 2012

Deskripsi Proyek:
Proyek ini diselenggarakan sebagai inisiatif peningkatan literasi bermedia masyarakat daerah Bojonegoro dan sekitarnya. Seiring berjalanannya eksploitasi migas Blok Cepu beberapa tahun terakhir, pertumbuhan media massa lokal di Bojonegoro tampak signifikan. Ibarat miniatur negara—seiring otonomi dareah—media-media lokal belum tentu mengusung kepentingan publik. Di balik informasi yang disampaikan, sarat kepentingan ekonomi politik kalangan tertentu. Untuk itu, warga perlu pendidikan literasi media agar bisa memilih, memilah, mengontrol, memproduksi dan mendistribusikan informasi secara mandiri dan benar-benar mengusung kepentingan publik lokal. Jurnalisme Multimedia Warga bermaksud menciptakan pelopor-pelopor produsen informasi melalui pelatihan dan pendampingan jurnalistik berbasis multimedia dengan nilai-nilai jurnalisme, terhadap mahasiswa daerah, siswa SMA, taman bacaan masyarakat, dan organisasi-organisasi masyarkat sipil yang bergerak di level akar rumput seperti kelompok tani dan pemuda. Media utama yang digunakan sebagai wadah distribusi informasinya berbentuk tulisan, foto, dan audio visual melalui internet. Tak bergerak sendiri, untuk memassifkan distribusi informasinya, Jurnalisme Multimedia Warga akan membangun jejaring dengan media-media lokal, baik cetak (harian Radar Bojonegoro, tabloid Suara Banyuurip dan tabloid Blok Bojonegoro), radio yang tersebar di setiap kecamatan, televisi-televisi lokal (B-One Tv dan JTV Bojonegoro) maupun media daring (suarabanyuurip.com dan blokbojonegoro.com). Dengan begitu, diharapkan tercipta sinergi antara media massa lokal, kepentingan publik, serta kesadaran literasi bermedia audiensnya.

Masalah yang ingin diatasi:
Perang informasi yang sarat kepentingan ekonomi-politik elit lokal di era otonomi daerah ini—khususnya di daerah Bojonegoro sebagai daerah industri Migas—kerap tidak memaparkan informasi secara komprehensif dan benar-benar mengusung kepentingan publik lokal. Tanpa kesadaran literasi bermedia, masyarakat lokal haya akan menjadi konsumen pasif atas informasi yang sudah dibingkai sedemikian rupa sesuai kepentingan elit-elit lokal. Apalagi perkembangan teknologi komunikasi dan layanan informasi seperti internet melalui komputer dan ponsel yang kian pesat dan sudah dimiliki masyarakat hingga pelosok desa dewasa ini. Padahal, apabila kesadaran literasi media masyarakat sudah memadai, mereka bisa memanfaatkan teknologi tersebut sebagai media penyalur partisipasi publik dan kreativitas yang massif. Selain itu, dengan Jurnalisme Multimedia Warga, massifnya informasi televisi nasional yang kerap tidak mendidik bisa disadari dan dihindari agar warga lokal bisa menjadi masyarakat yang kritis dalam mengupas dan cerdas dalam menggagas informasi sesuai kepentingan publik.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Ada tiga kegiatan pokok dalam Jurnalisme Multimedia Warga:<br /> <br /> 1. Pelatihan dan pendampingan jurnalitik berbasis multimedia dengan nilai-nilai jurnalisme, bagi kalangan potensial di daerah Bojonegoro dan sekitarnya, yakni mahasiswa, siswa SMA sederajat, anggota/pengurus taman bacaan masyarakat(TBM), organisasi masyarakat sipil (OMS) di level akar rumput seperti kelompok tani dan pemuda. Masing-masing kelompok sasaran akan dilatih bagaimana memproduksi informasi sesuai kaidah jurnalisme baik dalam bentuk tulis, foto, maupun audio visual selama satu bulan secara bergiliran.<br /> 2. Pendampingan jejaring distribusi hasil kegiatan jurnalistik mereka selama 10 bulan melalui penayangan media daring.<br /> 3. Menjalin jejaring untuk distribusi informasi dengan media-media lokal.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah kelompok sasaran, yakni mahasiswa 7 perguruan tinggi di Bojonegoro, 15 SMA di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, 10 taman bacaan masyarakat, 10 kelompok tani, 10 organisasi kepemudaan, dan 10 organsisai masyarakat sipil lain di Bojonegoro dan sekitarnya. Melalui kemitraan dengan Jurnalisme Multimedia Warga, media-media lokal juga akan diuntungkan karena bisa memperkaya muatan informasi yang mereka publikasikan. Terlebih, masyarakat umum bisa mengakses informasi yang beragam seputar Bojonegoro dan sekitarnya.

Ukuran kesuksesan:
1. Terbentuknya kelompok jurnalisme warga berbasis multimedia di kalangan mahasiswa, siswa SMA sederajat , anggota/pengurus TBM, organisasi masyarakat sipil di level akar rumput seperti kelompok tani dan pemuda;<br /> 2. Terampilnya kelompok jurnalisme multimedia warga dalam memproduksi informasi berbasis jurnalisme dalam bentuk tulis, foto, dan audio visual, sekaligus mengunggahnya di media daring yang akah dibentuk;<br /> 3. Terpublikasikannya ragam informasi berbasis multimedia yang benar-benar mengusung kepentingan publik lokal, terutama dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan Migas;<br /> 4. Terbagunnya jejaring yang rekat antara kelompok-kelompok jurnalisme multimedia warga secara internal maupun dengan media-media lokal.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas