Pelatihan Dan Pendidikan Komputer Serta Penggunaan Internet Sehat Bagi Masyarakat

812

812 - Pelatihan Dan Pendidikan Komputer Serta Penggunaan Internet Sehat Bagi Masyarakat


Nomor:
812

Inisiator:
Ditya Rama Swardana

Organisasi:
Microsoft User Group Indonesia Regional Surabaya

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Surabaya

Dana:
363 Juta Rupiah

Topik hibah:
Kebebasan dan etika bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Desember 2012

Deskripsi Proyek:
Kota – kota yang ada di Indonesia, memiliki keaneka ragaman masyarakat dengan berbagai kultur budaya, serta tingkatan kesejahteraan, dan jumlah penduduk yang besar. Tingkatan pendidikan, terpaan informasi dalam menggunakan teknologi, serta pemahaman Teknologi dan Informasi (T.I) baik berupa penggunaan komputer / hardware, software, dan akses internet sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Orang tua dan anak-anak (dari berbagai golonagn masyarakat), guru umum dan Guru PAUD merupakan target utama para pengembang dan penggiat industri Teknologi dan Informasi. Dan tidak semua baik orang tua dan anak-anak paham bagaimana menggunakan, memilih, ataupun merawat teknologi dengan baik serta benar. Diperlukan dukungan melakukan pembelajaran pelaku komunitas di berbagai kota yang telah terstruktur, serta dukungan mitra yang bisa menjadi fasilitator baik perangkat dan tempat serta memiliki kurikulum pendidikan yang terstandarisasi. Serta memiliki legitimasi yang sah, dan diakui oleh semua pihak dan golongan pada hasil akhir. Sehingga masyarakat di berbagai kota di Indonesia tidak hanya mengerti cara menggunakan, merawat, mengenal, perangkat dan akses T.I, tapi juga dengan bijak mengerti dan memahami penggunaan serta beragam konsekuensi yang ditimbulkan. Sehingga kerjasama dengan pelaku di lintas komunitas, lembaga, dan instansi, diperlukan dalam mengatasi hambatan masyarakat yang majemuk pada saat proses penetrasi pengetahuan

Masalah yang ingin diatasi:
1. Anak mayoritas kurang memahami tentang cara berInternet sehat.<br /> 2. Orang tua tidak mayoritas tidak / kurang memahami dengan baik penggunaan perangkat teknologi. Baik komputer dan aplikasi didalamnya. Serta pengawasan akses dari beragam perangkat T.I oleh anak.<br /> 3. Guru sekolah formal, mayoritas saat ini kurang . minim penguasaan terhadap teknologi. Bahkan siswa yang ada disekolah memiliki keahlian penguasaan perangkat teknologi yang jauh lebih baik.<br /> 4. Bagi guru Formal, mengikuti kegiatan pelatihan harus memiliki imbalan berupa sertifikat sebagai bagian sertifikasi untuk peningkatan jenjang kesejahteraan dari tunjangan gaji.<br /> 5. Guru PAUD yang merupakan mediator dasar anak usia dini, juga banyak yang kurang memahami tentang teknologi. Apalagi mayoritas guru PAUD banyak merupakan relawan masyarakat yang tidak memiliki pendidikan formal dan berasal dari golongan masyarakat ekonomi lemah.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Membuat para guru umum dan PAUD serta para orang tua melek agar (mengenal) dan memahami serta menggunakan perangkat T.I. Dengan cara berkoordinasi berkoordinasi dengan Persatuan Guru PAUD yang telah sejak lama menjadi mitra komunitas.<br /> 2. Memperkenalkan, berbagai aplikasi gratis dan berbayar, serta konsekuensi pemilihan dari salah satu teknologi yang digunakan. Lewat sebuah kurikulum pendidikan terstruktur dan bersertifikat yang memiliki legitimasi secara resmi.<br /> 3. Bekerjasama dengan komunitas yang terstruktur terorganisir, dan lembaga non profit dalam proses penyelenggaraan edukasi. Untuk mengajak masyarakat, terutama yang kurang mampu untuk ikut dalam kegiatan pendidikan / pelatihan.<br /> 4. Berusaha menjalin kerjasama dengan vendor perangkat dunia T.I yang memiliki jalinan kerjasama dengan lembaga dan instansi pendidikan.<br /> 5. Melakukan gerakan kaderisasi relawan TIK yang bisa berkontribusi secara langsung bagi masyarakat sekitarnya. Terutama relawan dari generasi muda baik pelajar dan mahasiswa.<br /> Pihak yang menerima manfaat adalah anak dan remaja yang gemar mengakses internet tanpa pengawasan, orang tua, baik yang sudah paham ataupun yang belum paham penggunaannya, termasuk pada akses konten informasi di internet sehat, guru, katalisator pendidikan formal, mendapakan training teknologi yang juga akan berSertifikat secara resmi. Lokasi tetap, seperti di Surabaya bekerja sama mall, sebagai peran serta pemanfaatan program CSR dan kerjasama dengan Komunitas. Lokasi roadshow, wujud peningkatan dan pemberian edukasi bagi masyarakat di kota-kota di Indonesia.

Ukuran kesuksesan:
1. Kehadiran jumlah peserta dalam kegiatan workshop, pada awalnya mungkin jumlah pasti sedikit dengan range tidak sampai 10. Hingga ketarget pelaksanaan seminar yang bisa dihadiri minimal 500 orang dikota besar, dan minimal 200 orang di kota kecil (kecamatan / kabupaten).<br /> 2. Pemantauan pemahaman materi dari kuesioner / feed back form. Serta visite bersama perwakilan masyarakat.<br /> 3. Pemantauan dari relawan komunitas organisasi BKPRMI dan guru PAUD sebagai salah satu cara pendekatan sosial keagamaan yang termasuk dalam jejaring komunikasi.<br /> 4. Melakukan uji kompetensi pada kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk meraih skor nilai yang digunakan sebagai penilaian sertifikasi.<br /> 5. Masyarakat dari golongan menengah kebawah menjadi mayoritas peserta kegiatan.<br /> 6. Membuat dan mendokumentasi kegiatan, serta merekam berbagai testimoni.<br />

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas