Pemohon Hibah

Florentine Romana Hadjon


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

audiovisual

Pengalaman Berkarya

11 tahun

Situs Web

http://flohadjon.tumblr.com/

Media Sosial

https://www.youtube.com/user/flohadjon

Proyek


No. Formulir

1008

Judul Proyek

Black and White People

Lokasi Proyek

Flores, Nusa Tenggara Timur

Deskripsi Proyek

Film berjudul “Black and White People” merupakan suatu karya fiksi yang bercerita mengenai perjuangan seorang ibu, Ma, dengan status “single parent”, dimana di satu sisi terikat oleh budaya turun menurun di kampungnya, namun di sisi lain juga terikat oleh kewajibannya sebagai seorang ibu untuk menjaga keutuhan keluarganya, yakni menjaga hubungannya dengan anak perempuan semata wayangnya, Sefa. Film ini memotret perjuangan seorang ibu “single parent” di kampung yang masih sangat kental dengan berbagai nilai budaya turun menurunnya. Ditinggal oleh suami yang meninggal dunia, Ma harus berjuang sendiri untuk menafkahi keluarganya sebagai penenun kain. Renggangnya hubungan Ma dan Sefa memaksa Ma untuk mencari cara merekatkan kembali hubungannya dengan Sefa. Satu hal yang pasti, Sefa sangat menyukai warna-warna cerah. Demi memperbaiki hubungannya dengan Sefa, Ma pun menuangkan warna-warna cerah tersebut ke dalam kain tenunannya untuk menunjukkan dukungannya kepada Sefa. Namun, hal tersebut ternyata memberikan polemik tersendiri dalam budaya kampung mereka yang hanya memakai warna-warna monokrom pada kainnya. Judul “Black and White People” sendiri memiliki arti “hitam” dan “putih”. Judul ini mencerminkan keadaan masyarakat yang masih sulit menerima hal-hal baru yang dianggap “berbeda”. Film ini akan diproduksi di Flores, dengan menonjolkan budaya lokal dan akan melibatkan masyarakat lokal.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Ide cerita film ini berasal dari pengamatan sehari–hari betapa sebagian besar masyarakat enggan dan sulit untuk menerima sesuatu yang baru. Sebagian masyarakat ini terbiasa dengan nilai yang turun temurun yang dipercaya sebagai suatu kebenaran. Kebiasaan dan kenyamanan terkadang membuat mereka lupa bahwa jaman berubah, pola pikir manusia berkembang, dan bahwa semua hal mempunyai beberapa sudut pandang yang berbeda–beda. Saya menulis cerita ini berlatar belakang flores dan budayanya karena saya dibesarkan dengan karakter keluarga larantuka, flores dan budayanya yang kental. Perjuangan keras masyarakatnya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik menginspirasi saya untuk menyelesaikan naskah film ini. Dalam cerita ini Ma akan digambarkan sebagai perempuan Timur dengan karakter keras dalam menghidupi keluarga selepas suaminya meninggal. Karakter Ma yang keras ini menyembunyikan watak dan keinginannya yang sangat ingin dekat dengan Sefa anak satu – satunya. Sefa adalah seorang anak perempuan yang sangat menyukai warna cerah, sementara di desa tempat ia tinggal, semua orang berbaju monokrom sesuai adat. Keinginan Ibu dan anak ini akan tersatukan oleh pembuatan satu kain tenun yang berwarna cerah. Tentu saja keinginan ini tidak akan dengan mudah diterima oleh masyarakat apalagi tetua di kampung mereka tinggal.

Masalah yang Diangkat

Film ini mencoba untuk mengangkat salah satu polemik yang masih banyak terjadi di masyarakat kita, yaitu keterbukaan dan keberterimaan terhadap perubahan. Sebagai suatu negara yang sarat dan penuh dengan budaya yang beraneka ragam, masing-masing kelompok masyarakat memiliki nilai-nilai tersendiri yang sudah mereka junjung sejak generasi nenek moyangnya. Hal-hal baru atau perubahan yang mencoba masuk ke dalam suatu nilai yang sudah terpatenkan akan mendapat tantangannya sendiri untuk dapat diterima, walaupun hal baru yang dimaksud dalam film ini bukanlah merupakan sesuatu yang "buruk" atau "jahat" bagi nilai yang sudah ada. Selain masalah keberterimaan, film ini juga akan mengangkat perjuangan seorang orang tua tunggal dari latar belakang yang berbeda, yaitu masyarakat Flores. Penulis merasa perlu untuk memberikan eksposur bahwa perjuangan orang tua tunggal tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga di kampung-kampung di berbagai pelosok tanah air Indonesia.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

1. Diproduksinya film "Black and White People"; 2. Dilaksanakannya screening di berbagai tempat di Indonesia; 3. Diputar di bioskop komersial di Indonesia; 4. Meraup penonton dengan berbagai kalangan sebanyak-banyaknya selama pemutaran, termasuk screening; 5. Diajukannya film "Black and White People" ke dalam ajang festival, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Dana Hibah

Rp.999 Juta