Pemohon Hibah

DESI KOMALA SARI


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

musik

Pengalaman Berkarya

4 tahun

Situs Web

Media Sosial

Ig : @perkusibakatuntank

Proyek


No. Formulir

1132

Judul Proyek

Saimbau Sampai

Lokasi Proyek

Riau, Jambi, Bengkulu

Deskripsi Proyek

Proyek ini saya beri nama "Saimbau Sampai" yang artinya menghimbau hingga sampai. Proyek ini merupakan proyek lanjutan dari grup perkusi "Bakatuntank" yang terdiri dari enam orang pemain yang semua anggotanya adalah perempuan. Untuk materi kami membawakan sebuah tradisi "Gondang Tigo" dari daerah Baso, Kec. IV Angkek, Kab. Agam, Sumatera Barat. Tradisi ini merupakan kebiasaan dari masyarakat daerah tersebut dalam mengabarkan sebuah "kaba" kepada penduduk sekitar, baik berita kematian, kenduri maupun gotong royong. Disini kami ingin memberikan kabar kepada seluruh pengiat seni musik khususnya perkusi untuk kembali berkarya secara kontinu dan bersama- sama. Proyek ini akan dibawa kebeberapa kampus di Sumatera (Medan, Riau, Jambi, Bengkulu) dikarenakan masih serumpun yakni rumpun Melayu- Minang. Ditambah faktor kebiasaan dan budaya yang tak jauh berbeda. Sebelumnya proyek ini telah lebih dahulu dipentaskan di Medan, tepatnya di Universitas Sumatera Utara bulan Februari lalu dan mendapatkan apresiasi luar biasa dikalangan pengiat seni kampus. Namun karena keterbatasan dari finansial proyek ini belum mampu dilanjutkan ke beberapa daerah lainnya.

Kategori

perjalanan

Latar Belakang Proyek

Bermula dari rasa kekhawatiran kami akan minimnya jumlah kelompok perkusi perempuan yang ada di Sumatera. Cukup dimaklumi sampai saat ini masih dijumpai pandangan- pandangan miring dari sebagian masyarakat terhadap kaum perempuan yang menggeluti bidang seni perkusi. Seni perkusi dianggap terlalu keras dan kurang "perempuan". Memang pada umumnya para pemain perkusi dituntut untuk bisa atraktif, ekspresif dan energik. Namun bukan berarti bermain perkusi menggurangi esensi keperempuanan didalam dirinya. Bagi saya sendiri perkusi adalah suatu bentuk kemerdekaan dalam mengekspresikan diri dalam bermusik. Bahwasanya bermusik tidak selalu harus anggun dan ayu. Adakalanya kita bermain secara bebas dan lepas. Dengan alasan demikian saya menciptakan proyek ini. Dengan harapan ide ini dapat merangsang kaum perempuan untuk berkarya dan lebih mengeksplor kemampuan diri. Perkusi tidak hanya untuk kaum lelaki tapi perempuan juga bisa, yang membedakan hanyalah kemauan dan kesempatan saja.

Masalah yang Diangkat

1. Pandangan masyarakat tentang perempuan yang berkecimpung dalam bidang seni khususnya perkusi\r\n2. Masih minimnya jumlah kelompok perkusi perempuan

Durasi Proyek

7 bulan

Indikator Sukses

1. Terjalinnya komunikasi antara sesama kelompok kesenian yang ada di tiap daerah perjalanan\r\n2. Semakin banyak kawan-kawan yang tau dan tertarik tentang perkusi sehingga melahirkan grup perkusi selanjutnya.\r\n3. Lahirnya film dokumenter dari perjalanan kali ini yang mampu menambah pengetahuan bagi kelompok perkusi perempuan lainnya

Dana Hibah

Rp.120 Juta