Pemohon Hibah

Umi Lestari


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

penelitian

Pengalaman Berkarya

7 tahun

Contoh Karya

Situs Web

https://kopitengahhari.wordpress.com/

Media Sosial

https://sanata-dharma.academia.edu/UmiLestari;

Proyek


No. Formulir

1141

Judul Proyek

Sehari Bersama Kurator-Seri Wawancara Kurator Seni Rupa

Lokasi Proyek

Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Singapura

Deskripsi Proyek

Proyek Sehari Bersama Kurator-Seri Wawancara Kurator Seni Rupa merupakan proyek video dokumentasi wawancara dan pembuatan buku tentang 15 kurator perempuan di Indonesia dari generasi yang berbeda. Proyek ini mencoba mengumpulkan dan mendokumentasikan kerja-kerja kuratorial yang dilakukan oleh 15 kurator perempuan sejak tahun 1998 hingga sekarang. Proyek ini mencoba melihat bagaimana praktik kuratorial mereka dalam meramu gagasan artistik dan wacana, hingga bagaimana strategi dalam menghadapi berbagai persoalan dari ranah personal, sosial, maupun skena seni rupa yang muncul dari proses kerja tersebut. Melalui wawancara mendalam, proyek ini mencoba membuka percakapan yang lebih luas dan menelusuri pandangan mereka terhadap gagasan artistik dan wacana, skena seni rupa Indonesia dan global, capaian-capaian artistik, cita-cita yang hendak dituju, hingga bagaimana pengalaman keseharian bersentuhan dengan masyarakat telah menginspirasi gagasan artistik dan wacana mereka.

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Profesi kurator merupakan salah satu perangkat penting dalam pengembangan seni. Profesi ini telah dilakukan oleh praktisi seni yang tidak terbatas pada gender, disiplin pengetahuan, dan lain sebagainya. Dalam beberapa kasus, banyak bermunculan seorang seniman yang kemudian juga bekerja sebagai kurator, lalu ada pula yang berangkat dari kerja penulisan kritik hingga orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan bukan dari disiplin pengetahuan bidang seni. Lalu bagaimana dengan kurator perempuan di Indonesia? Apa latar belakang pendidikan mereka? Mengapa mereka tertarik dengan kerja kuratorial? Hingga apa sebenarnya yang hendak dituju dari gagasan-gagasan artistik dan wacana yang mereka ungkapkan dalam kerja kuratorial? Pasca Reformasi 1998, semakin banyak perempuan yang bekerja sebagai kurator seni rupa. Mereka telah melakukan kerja-kerja kuratorial tidak hanya di Indonesia, tetapi juga internasional. Gagasan untuk mendokumentasikan kerja-kerja kuratorial (dari awal penelitian hingga ke presentasi karya-karya seniman), khususnya kurator perempuan, telah muncul sejak saya terlibat dalam program HIBAH Karya di tahun 2013 lalu yang dilakukan bersama Indonesia Visual Art Archive (IVAA). Gagasan ini berangkat dari pertanyaan dasar, "Apakah para kurator memiliki dokumentasi jejak-kerja kuratorialnya?" Sepengalaman saya, di dalam beberapa pengarsipan seni, pendokumentasian kerja kuratorial masih sangat kurang lengkap jika dibandingkan dengan profesi sebagai seniman.

Masalah yang Diangkat

Proyek ini mencoba mengumpulkan dan mendokumentasikan jejak-kerja kuratorial 15 kurator perempuan. Usaha ini diharapkan akan menjadi salah usaha untuk melengkapi kerja pendokumentasian dan pengarsipan, khususnya dokumentasi jejak-kerja kuratorial dari para kurator perempuan. Selain itu, usaha pengumpulan data dan informasi melalui kerja wawancara dan mengumpulkan data-data dari sumber pertama, menjadi bahan dalam upaya memetakan gagasan artistik dan wacana yang spesifik dari para kurator perempuan di Indonesia.

Durasi Proyek

7 bulan

Indikator Sukses

Proyek ini akan melakukan wawancara mendalam dengan lima belas kurator perempuan. Lima belas hasil wawancara ini akan disebarluaskan melalui kanal video online dan media sosial, serta akan dimuat di dalam buku yang juga berisi kumpulan dokumentasi, tulisan, maupun kuratorial dari masing-masing kurator, serta tulisan pengalaman peneliti selama melakukan proyek ini. Hasil penelitian ini akan disosialisasikan di 3 kota di Jawa; Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung.

Dana Hibah

Rp.152.850 Juta